[FF] Coffee Of Love – Part 7 Frozen Heart


Setelah sekian lama akhirnya author mampir lagi buat post FF lanjutannya haha

Happy Reading ^^

============

Title : Coffee Of Love

Pairing : Jung Yunho and Kim Jaejoong

Other Cast : Park Yoochun, Kim Junsu, Shim Changmin, Kim Hyun Joong, Kwon Boa and others

Genre : Romance, drama, angst, sweet, mpreg

Rate : 16+

CHAP 7- Frozen Heart

Hari yang terasa kaku dibandingkan hari-hari sebelumnya. Sudah sekitar dua hari Yunho dan Jaejoong tidak saling bicara karena sesuatu yang terjadi di malam badai itu. malah terkadang Yunho pulang ketika Jaejoong sudah tidur. Kadang pula Yunho justru tidur di tempat Changmin sedangkan Jaejoong tidur sendiri di kamar. Semua itu membuat Jaejoong bingung dan tersiksa. Lebih baik bibir hati itu mencelanya ketimbang harus berdiam diri seperti itu. karena itu jauh lebih menyiksa hatinya.

“Yun~” Panggil Jaejoong sengaja menunggu kepulangan namja bermata musang itu di depan pintu apartementnya. Yunho yang baru saja pulang kerja segera membuang mukanya kearah lain saat bertatap muka dengan Jaejoong. Membuat sengatan listrik yang menyakitkan di hati namja cantik itu.

“Aku mau bicara~” Lanjut Jaejoong menahan air matanya yang sudah siap tumpah karena perlakuan Yunho padanya. Yunho hanya memandang Jaejoong sekilas lalu masuk ke dalam kamarnya diikuti oleh Jaejoong. Namja jangkung itu hanya berdiri kaku di depan Jaejoong. Menunggu namja berwajah feminis itu berbicara.

“Kau menghindariku. Apa aku berbuat salah?” Tanya Jaejoong saat Yunho menatapnya dengan tatapa ‘cepat bicara!’. Yunho terdiam sebentar lalu menghembuskan nafasnya kasar.

“Tidak.” Jawab Yunho singkat, dingin dan tajam.

“Lalu kenapa~”

“Lupakan saja apa yang pernah terjadi malam itu!” Sambung Yunho sebelum Jaejoong menyelesaikan kalimatnya. Jaejoong seketika terdiam kaku. Tubuhnya bergetar menahan tangis. Kata-kata itu begitu menyakiti hatinya.

“M-mwo?” Tanya Jaejoong tergagap. Suaranya sudah mulai serak. Yunho hanya menatap sepasang mata bulan di depannya dengan dingin.

“Aku bilang lupakan! Apa kau tidak dengar!?” Sergah Yunho membuat langkah Jaejoong mundur selangkah.

“Ta-tapi..”

“Tapi apa? Kau itu namja! Aku juga! Aku masih normal!” Bentak Yunho lagi meruntuhkan pertahanan Jaejoong. Seketika bulir airmata itu tumpah. Tidak ada suara sedikitpun yang keluar dari mulut mungil Jaejoong. Perasaannya hancur. Harga dirinya serasa diinjak-injak. Teganya Yunho mengatakan itu padanya. Bukan Ia yang memulai permainan itu. Tapi Yunho.

“Ke-kenapa?” Tanya Jaejoong lirih. Yunho menatap dingin kearahnya. Dengan sekuat tenaga Jaejoong menatap kedua mata musang itu.

“Tapi kenapa kau melakukannya jika aku namja!? Kenapa kau menyentuhku jika aku namja sepertimu!?  Kenapa kau mau menciumku saat itu!? kenapa Jung Yunho! Kenapa! Cepat jawab aku!!” Kini balas Jaejoong yang berteriak. Yunho hanya terdiam menatap Jaejoong dengan tatapan dinginnya.

“Lebih baik kau pergi Jae!” Usir Yunho kemudian. Seketika itu tubuh Jaejoong kembali kaku. Otaknya pun susah untuk mencerna apa yang dikatakan Yunho.

“Tapi~ aku mencintaimu, Yun~” Ucap namja mungil itu dengan bergetar. Yunho tetap menatap Jaejoong dengan dinginnya tanpa perasaan tanpa rasa terkejut.

“Aku tidak minta kau mencintaiku.” Ucap Yunho datar semakin membuat Jaeejoong terhenyak. Matanya kembali berlinang airmata. Sesak ini sudah tidak bisa ditahan. Sakit hatinya benar-benar tidak terperihkan. Apa yang membuat namja itu berkata semudah itu untuk melupakan saat Ia menyerahkan seluruh tubuhnya kepada seseorang jika orang itu bukan orang yang dicintainya.

“Baiklah Yun jika itu memang maumu.” Jaejoong mengusap airmatanya sembarang kemudian mulai mengemasi barang-barangnya. Walaupun sudah selarut ini dia akan pergi dari apartement ini dan berjanji yang mungkin tidak akan bisa dipenuhinya. Janji untuk berhenti mencintai namja pasif itu walaupun itu terdengar munafik baginya. Setelah selesai membereskan barang-barangnya Jaejoong segera keluar kamar dan berjalan menjauhi kamar itu tanpa sepatah katapun. pergi sejauh-jauhnya dari tempat ini. Pergi sejauh-jauhnya dari Yunho. Walaupun hatinya meneriakkan nama itu. selalu.

*Sebuah taman*

Jaejoong masih menyeret koper besarnya di jalan setapak sebuah taman saat tubuh mungilnya yang sudah mulai beku kedinginan menubruk tubuh seseorang.

Duk!

Jaejoong mendongak dan mendapati namja tinggi bak tiang listrik berdiri di depannya sambil memakan takoyaki.

“Hyung mau kemana?” Tanya Changmin melihat namja cantik itu tengah menyeret kopernya yang sungguh besar.

“Pergi. “ Ucap Jaejoong singkat dengan intonasi senormal mungkin. Changmin mengerutkan alisnya ketika Ia melihat mata dan hidung namja cantik di depannya ini memerah.

“Menangis hyung? Ada apa? Yunho hyung kah?” Repet Changmin menyelidik. Jaejoong hanya menggeleng lemah.

“Aku baik-baik saja, Min.” Ucapnya lemah. Tapi Changmin masih tidak percaya dengan perkataan Jaejoong. Bagaimana bisa baik-baik saja jika Ia melihat namja ini menangis? Jelas-jelas itu tidak baik-baik saja.

“Hyung mau kemana? Aku antar ya? Sudah malam.” Tawar Changmin. Jaejoong terdiam sebentar sebelum mengangguk lemah.

Dalam perjalanan Changmin mengantarkan Jaejoong ke rumah sahabatnya. Satu hal yang pasti yang Changmin ketahui  dari seorang Kim Jaejoong adalah bahwa namja berwajah angelic itu sangat mencintai Yunho apapun alasannya. Bahkan tanpa alasan.

“Hyung, aku harap kau melupakan Yunho hyung. Kau hanya akan terluka bila bersamanya. Maksudku tidak dengan keadaannya yang sekarang.” Ucap Changmin di depan rumah kediaman Kim Junsu. Jaejoong menoleh tidak mengerti.

“Aku akan menjelaskannya suatu saat. Tapi mungkin lebih baik jika Yunho hyung yang memberi tahumu mengapa Ia seperti robot tanpa perasaan.” Jelas Changmin.

“Ada apa Min?” Tanya Jaejoong mulai penasaran.

“Nanti saja. Sudah malam. Annyeong hyung~” Pamit Changmin meninggalkan Jaejoong yang terdiam bingung dengan pikiran yang berkecamuk.

(Jaejoong POV’s)

Aku merasa bodoh, sangat bodoh karena perasaanku yang cepat terhanyut oleh kebaikan namja bernama Jung Yunho itu. karena cara memperlakukanku yang baik walau Ia terkesan kasar dalam berbicara. Tapi aku menyukainya. Sangat. Tapi yang bisa kulakukan hanya menangis.

“Hyung sudah lah, uljimma~” Ucap sahabatku yang berpantat semok. Kini aku tengah berada di rumahnya tengah malam tadi berkat Changmin yang mengantarku. aku pun masih menangis sesenggukan.

“Suuu~~hiks~hiks” Ucapku sesak dengan segala airmata yang ingin tumpah ini. Junsu hanya memeluk bahuku lembut sembari mengambilkan tisu.

“Aku mencintainya Su~~ tapi Ia tidak~ tapi dia~ dia melakukannya~~” Tangisku semakin pecah saat mengungkit kejadian malam itu. Junsu hanya mampu diam mendengar ceritaku dan menepuk punggungku lembut.

“Hyung lupakan saja dia hyung~” Ucapannya Junsu malah membuatku tidak berhenti menangis.

“Lupakan! Bagaimana bisa aku melupakan hal itu! kau ini asal bicara sekali!” Pekikku membuat Junsu kelabakan.

“Mian hyung mian~” Ucapnya lagi.  Aku masih menangis hingga lelah  menghinggapi tubuhku dan akhirnya jatuh tertidur.

(Yunho POV’s)

“Hyung! Cepat buka pintunya hyung!” Teriak suara tinggi di depan pintu kayu. Membuatku dengan malas untuk membukanya.

Ckrek!

“Ada apa malam-malam, Min?” Tanyaku tidak bergairah sama sekali jika namja ini hanya akan minta makan.

“Yak! Kau hyung!” Tiba-tiba Changmin mendorongku masuk membuatku terkejut dengan sikapnya yang seperti itu.

“Kau kenapa!?” Bentakku tidak terima diperlakukan seperti itu. Changmin menatapku dengan kesal.

“Kau membiarkan Jae hyung pergi begitu saja di tengah hujan salju!? Malam-malam!? Di depan matamu!?” Repet Changmin dengan nada tinggi melengking.

“Dia yang ingin pergi.” Jawabku singkat. Membuat namja jangkung bak tiang itu kelihatan lebih kesal.

“Aishi! Hyung kau keterlaluan! Aku berani bertaruh kau tidak akan tahan berpisah darinya dan memilih tenggelam dalam masa lalu konyolmu itu!” Perkataan Changmin membuat darahku mengalir lebih deras ke kepala.

“Apa kau bilang!? Konyol! Kau tidak tau apa-apa Shim Changmin! Kau tidak lebih dari seorang anak kecil saat itu!” Bantahku keras. Changmin menghembuskan nafasnya kasar.

“Tapi aku tidak bodoh Jung Yunho! Kau pikir aku tidak tahu siapa kau sebenarnya! Aku tahu dan aku tau masa lalu konyolmu itu! aku tau bagaimana kau bersikap dulu dan sekarang! Aku tahu karena aku juga satu rumah denganmu!” Bentak Changmin lagi semakin membuat pembuluh darah di kepalaku ingin meledak.

Bukk!!

Tanpa sadar aku memukul wajah namja yang lebih muda dariku. Namja itu jatuh tersungkur. Changmin terdiam sebelum akhirnya Ia berdiri dan menyeka darah yang keluar dari sudut bibirnya.

“Min, aku tidak~”

“Sudahlah Tuan Jung! Kau hanya peduli dengan masa lalu mu dan bola lonjong itu!” Ucapnya padaku dengan nada tinggi. Aku menatap wajah Changmin yang terlihat kecewa.

“Percuma hyung keluar dari rumah itu! hyung sama sekali tidak berubah!” Sambungnya lagi.

“Min, kau tidak mengerti!” Bantahku.

“Apa yang harus dimengerti hyung!? Apa!? Kau akan menyesal hyung! Aku jamin itu!” Ucap Changmin lagi lalu beranjak pergi dan membanting pintu. Akupun hanya bisa terdiam menatap pintu yang tertutup itu. malam ini sudah dua orang yang keluar dari pintu itu karena kebodohanku. Tapi mereka tidak akan mengerti bagaimana sesuatu itu tiba-tiba menimpa sesuatu yang berharga. Sesuatu yang sangat dibanggakan. Sesuatu yang bahkan bisa merubah hidupmu 180 derajat.

TBC

Mianhe kalo pendek yaa ^^v

Jangan lupa jejaknya *bow

7 thoughts on “[FF] Coffee Of Love – Part 7 Frozen Heart

  1. hello new reader nih.. ikutan baca ffnya ya chingu ^^
    ketinggalan chap 6 euy, blm pny password T.T
    /lgsg cuzz daftar/

  2. Yak jung yunho pabo! Seenaknya bilang lupakan? Ga tau apa jaema sakit banget dengernya mana sekarang pura2 ga peduli lgi tu orang ckckc
    pingin banget gw timpukun tuh jung yunho pabo. Ada apa sih di masa lalu dia sampe2 dia berbuat seperti itu sama jaema
    (Maaf nih sampe2 terbawa emosi hhe )

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s