[FF] Coffee Of Love – Part 8 Caffeine


Happy Reading ^^

============

Title : Coffee Of Love

Pairing : Jung Yunho and Kim Jaejoong

Other Cast : Park Yoochun, Kim Junsu, Shim Changmin, Kim Hyun Joong, Kwon Boa and others

Genre : Romance, drama, angst, sweet, mpreg

Rate : 16+

CHAP 8- Caffeine

It’s late, I need to sleep and I already counted all the sheep in my head

In order to fall asleep somehow, I showered again

I keep drawing your face out on the ceiling and when I close my eyes,

A book with the story of our ended love opens

Cause you’re like caffeine, I can’t fall asleep all night

My heart keeps racing and again, I hate you

Like caffeine, I try to stay away

I try to forget about you but I can’t do it, I can’t help it

(Yunho POV’s)

Jam sudah menunjukkan pukul duabelas malam namun mataku tidak mau terpejam sama sekali. Futon sempit ini jadi terasa begitu luas untukku sendiri. Aku menengok kearah tempat yang biasanya didiami seseorang yang menemaniku dua minggu ini.Lalu ku palingkan wajahku menatap langit-langit apartmentku. Setiap kali aku mencoba memejamkan mata,  wajah kesal yang lucu itu tergambar kembali. Setiap kali aku membuka mata, aku menyesali apa yang telah aku perbuat. Sudah seminggu tapi aku tidak bisa melupakannya justru pikiranku menggila jika tidak melihatnya. Mengapa aku begitu merindukannya? Sampai-sampai rasanya membuatku ingin mati saja.  Sungguh bukan maksudku untuk mengusirnya malam itu. Sejak pertama melihatnya aku sudah tau Ia berbeda tapi aku tidak pantas untuknya. Aku dan masa laluku. Ya aku dan masa lalu konyolku dan itu tidak akan berubah sampai kapanpun. Bagaimana semua mimpiku itu terenggut begitu saja di depan mataku.

Akupun sejak malam itu tidak pernah bertemu dengan Changmin lagi. Aku hanya tidak ingin menatap namja itu karena setiap menatapnya maka aku akan menyesal kembali mengapa aku membiarkan namja cantik bernama Kim Jaejoong itu pergi begitu saja. Mengapa aku dengan bodoh menodainya dan setelah  itu mengusirnya seperti sampah. Ya aku menyesalinya tapi jika aku datang kembali untuk meminta maaf. Apakah Ia akan memaafkanku? Memaafkan kebodohanku yang sudah keterlaluan? Memaafkan setiap kata yang secara tidak langsung selalu menyakitinya? Mianhe Boo, mianhe tapi aku tahu aku sudah tidak bisa berubah lagi seperti dulu. Aku sudah berubah seperti ini selama lima tahun lamanya. Aku sudah berubah seperti robot tanpa perasaan yang hidup sendiri dan menarik diri dari dunia luar. Karena sudah cukup semua masa lalu dan masa kini menyiksa hatiku. masa kini dimana kau, Kim Jaejoong membuatku seperti menelan galonan caffeine yang membuatku hampir gila jika tidak meminumnya lagi. Tapi aku hanya ingin terlepas, terlepas dari ketergantunganku yang bernama Kim Jaejoong dimana akupun tidak bisa membayangkan apakah aku mampu.

Maaf jika otakku membohongi hatiku untuk tidak mencintaimu. Tapi sungguh aku tidak bisa melupakanmu~

(Author POV’s)

“Joongie~ tolong dengarkan aku kali ini saja~” Pinta seorang namja dengan nada memelas kepada namja berwajah bak malaikat yang tengah terbaring di depannya sembari menutup wajahnya dengan selimut.

“Shireo!” ucap Jaejoong semakin beringsut ke dalam selimutnya. Namja dengan wajah tampan dan keningnya yang lebih luas dari orang biasa hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat sikap keras kepala Jaejoong.

“Hyung, dengarkan Chunnie ne?” Kali ini giliran namja dengan wajah bulat dan suara lumba-lumbanya yang angkat bicara.

“Mwo!?” Tanya Jaejoong kesal sambil memunculkan setengah wajahnya dan menatap kedua sahabatnya yang tengah menatap khawatir kearahnya.

“Ke dokter Joongie. Demammu sudah tiga hari tidak turun~” Ucap Yoochun mencoba membujuk namja cantik itu. Jaejoong menggelengkan kepalanya kuat-kuat.

“Aku baik-baik saja!” Serunya kembali bergumul di dalam selimut. Yoochun dan Junsu hanya berpandangan.

“Apa~ perlu~” Junsu menggantungkan kata-katanya. Tidak yakin apa Ia harus menanyakan hal itu sekarang.

“Apa?” Jaejoong kembali menyembulkan kepalanya. Junsu hanya menggeleng sambil tersenyum.

“Istirahatlah hyung.” Ucap Junsu kemudian. Lalu menarik Yoochun agar keluar kamar.

*di luar kamar

“Chunnie kau mengenal Yunho?” Tanya Junsu pada kekasihnya. Yoochun terlihat berpikir sejenak.

“Aku hanya tau Ia pelanggan tetap Coffee Cojjee. Tapi aku tidak terlalu mengenalnya. Nama keluarganya pun aku tidak tahu.” Jelas Yoochun. Junsu hanya mengangguk-ngangguk.

“Aku kasihan dengan Joongie hyung, Chunnie.” Ucap Junsu kemudian.

“Aku juga chagiya, tapi apa yang harus kita lakukan? Aku takut jika membawa namja itu ke hadapan Joongie akan membuat Joongie bertambah sakit.” Ucap Yoochun. Junsu hanya mengangguk. Mereka berdua sungguh khawatir dengan kesehatan Jaejoong yang menurun sejak kejadian itu. sepertinya namja berkulit mulus itu sungguh terluka dengan perlakuan Yunho yang mengusirnya.

(Jaejoong POV’s)

Aku diam menatap langit-langit kamar sembari menarik kembali selimutku lebih tinggi hingga sebatas hidung. Pikiran ku melayang kepada namja bermata musang dengan senyum dinginnya. Walaupun Ia menyebalkan tapi aku merindukan perkataan pedasnya atau omelan menyebalkannya. Atau wangi manly nya. Punggung yang bergesekan. Dan.. bibir hatinya yang lembut dan hangat.

“Yunho…” Bisikku pelan entah pada siapa. Kemudian perlahan aku bangkit dari tempat tidur dan berjalan menuju jendela yang ada di sana. Menatap hamparan putih yang berada di samping rumah Junsu. Menyandarkan kepalaku di kaca sambil mengetuk-ngetukkan jariku pada jendela. Pikiranku entah melayang kemana. Yang jelas aku merasakan kerinduan yang mendalam. Entah apa yang kurindukan dari namja menyebalkan, datar dan dingin itu. tapi aku tahu malam itu adalah Jung Yunho. Ia sadar dengan apa yang Ia lakukan tapi Ia menyangkalnya, Ia seperti melarikan diri dari sesuatu. Aku kembali menghela nafasku pelan sembari  melihat  jam dinding yang terpasang di atas tempat tidur.

“Masih pagi!” Gumamku pada diri sendiri. Akhirnya kuputusakan untuk pergi bekerja. Daripada aku mati bosan di rumah sendirian.

*Coffee Cojjee*

Aku berjalan memasuki kedai lewat pintu belakang dan segera menuju loker karyawan untuk memasukkan tas dan mantelku. Setelah itu aku berjalan menuju pintu depan.

“Hyung? Sudah sehatkah?” Tanya Key tiba-tiba yang tengah sibuk membawa nampan. Aku hanya menjawabnya dengan sebuah senyuman. Walaupun tubuhku terasa sangat lemas dan berat tapi aku memaksakan diriku untuk berjalan dan berdiri di pintu depan. Menyambut tamu yang datang. Entah kenapa terselip harapan akan munculnya namja bermata musang itu.

Tapi baru sepuluh menit aku berdiri tiba-tiba mataku berkunang-kunang. Kepalaku menjadi berat dan pusing. Kakiku seperti tidak lagi menapak ke tanah. Ringan sekali rasa tubuh ini tapi kemudian semuanya menjadi gelap.

(Author POV’s)

Wangi alcohol bercampur cairan pembersih seakan menusuk hidung bagi siapapun yang mencium aroma khas rumah sakit yang sangat tidak mengenakkan. Ruangan putih bersih yang terkesan steril dan sebuah botol infuse yang tergantung di sebelah ranjang besi dengan sebuah tubuh langsing berbaring diatasnya. Mata hitamnya yang tengah terpejam serta kulit putihnya yang semakin memucat menggambarkan dengan sangat jelas bahwa namja ini tengah sakit. Di sebelahnya terdapat kursi yang tengah diduduki seorang namja dengan wajah tampan dan seulas senyuman hangat.  Dari penampilannya kontras sekali bahwa namja ini adalah seseorang yang memiliki kedudukan yang tinggi dalam masyarakat.

“Ehm~” Lenguh Jaejoong mencoba membuka matanya yang berat. Penglihatannya masih buram saat Ia menangkap siluet indah di depannya.

“Yunho?” Panggil Jaejoong lirih.

“Ah anni! Kau sudah sadar?” Tanya suara itu. Jaejoong terdiam. Mengerjapkan matanya lalu memperhatikan siapa namja yang tengah duduk di sampingnya.

“Kau siapa?” Tanya Jaejoong berusaha bangkit. Namja itu segera membantu Jaejoong bersandar pada ranjangnya.

“Aku Hyun Joong. Kim Hyun Joong. Salam kenal.” Ucapnya ramah sembari tersenyum dengan lembutnya. Jaejoong memiringkan kepalanya bingung mengapa namja ini bisa ada di kamarnya.

“Kamu?” Tanya Jaejoong bingung.

“Ah ya! Aku tadi membawamu ke rumah sakit saat pingsan di kedai. Kebetulan aku masuk kedai saat kau jatuh pingsan.” Ucapnya tersenyum. Senyum hangat dan memiliki emosi. Jaejoong menatap wajah Hyun Joong, mengaguminya sebentar sebelum bayangan tentang Yunho kembali menyabotase otaknya dan mengambil alih pikirannya kembali.

“Gomawo~” Ucap Jaejoong sembari menganggukkan kepalanya sedikit. Hyun Joong hanya tersenyum membalasnya.

“Aku bersyukur kau sudah sadar. Oh ya aku belum tau namamu?” Tanya Hyun Joong.

“Jaejoong. Kim Jaejoong.” Ucap Jaejoong.

“Jaejoong? Nama yang bagus sekali.” Ucap namja itu hangat. Membuat Jaejoong menjadi tersipu malu mendengarnya.

BRAKK!!

Tiba-tiba suara pintu terbuka mengagetkan Jaejoong dan Hyun Joong. Mereka berdua segera menoleh kearah pintu masuk untuk melihat siapa yang mendobrak pintu. Terlihat dua orang namja memasuki ruangan dengan terburu-buru.

“Aku benci jika harus mengatakan ‘sudah kubilang’ padamu Joongie!” Repet Yoochun segera setelah berada di samping Jaejoong. Namja cantik itu hanya meringis melihat Yoochun mengomelinya sambil berkacak pinggang.

“Gomawo Hyun Joong-sshi sudah menolong sahabatku!” Ucap Junsu pada Hyun Joong yang tengah menonton Yoochun yang mengomeli Jaejoong dengan ekspresi geli.

“Nde~gwenchana! Yang penting Jaejoong sudah sadar dan kelihatan lebih baik.” Ucap Hyun Joong tersenyum.

“Mianhe Hyun Joong-sshi sudah merepotkan mau membopong namja bodoh ini!” Kini sekarang giliran Yoochun yang mengucapkan. Hyun joong hanya tertawa.

“Hei! Siapa yang kau bilang bodoh!” Seru Jaejoong mulai mengerucutkan bibirnya dan melipat tangannya kesal sedangkan Yoochun berpura-pura tidak dengar.

“Haha baiklah lebih baik aku pamit dulu!” Ujar hyun Joong berdiri.

“Sampai berjumpa lagi ne Jaejoong!” Ucapnya lagi sebelum melangkah keluar ditemani oleh Junsu. Yoochun memandang Jaejoong yang tengah menatap kepergian Hyun Joong.

“Apa yang kau lihat?” Tanya Yoochun membuat Jaejoong terlonjak kaget dan segera menggeleng.

“Anni. Itu siapa Junsu?” Tanya namja cantik itu.

“Kau tidak tahu? Ia kan juga kursus di tempat yang sama denganmu.” Ucap Yoochun.

“Jinjja? Aku tidak pernah melihatnya.” Ucap Jaejoong.

“Yak karena kau hanya bisa melihat Yunho saja!” Sembur Yoochun.

“Aish! Memang kenapa!?” Seru Jaejoong tidak mau kalah sambil memajukan bibirnya lagi. Yoochun hanya tertawa melihat tingkah sahabatnya yang sudah mulai normal lagi. Tidak seperti kemarin. Jaejoong lebih terlihat seperti ayam yang akan disembelih ketimbang manusia normal.

Tidak berapa lama Junsu pun kembali ke kamar Jaejoong sembari membawa sebuah kotak makanan. Lalu Junsu meletakkan kotak itu diatas meja samping ranjang besi milik Jaejoong.

“Hyung sepertinya Joong-sshi menyukaimu.” Ucapan Junsu membuat Yoochun dan Jaejoong saling berpandangan tidak mengerti.

“Wae? Apa ada yang salah dari ucapanku?” Tanya Junsu tidak mengerti dengan ekspresi wajah kedua namja di depannya.

“Suka?” Tanya Jaejoong mengerutkan dahinya. Junsu hanya mengangguk.

“Iya suka. Katanya hyung cantik!” Ucap Junsu.

“Aku kan namja!” Seru Jaejoong tidak terima dikatakan cantik.

“Ya tapi hyung kan namja yang cantik.” Jawab Junsu tidak mau kalah. Jaejoong kembali mengerucutkan bibirnya.

“Sudah sudah lebih baik kau makan Joongie!” Seru Yoochun akhirnya sembari membuka kotak makanan yang di bawa oleh Junsu. Jajoong menatap kotak makanan itu sebelum memakan isinya. Entah kenapa Ia merasa nyaman di dekat namja tadi, rasanya hangat. Berbeda dengan Yunho yang selalu ketus dan tidak pernah tersenyum.

‘Yunho ya?’

(Changmin POV’s)

Aku tengah menatap apa yang menjadi keributan sepagi ini di kedai kopi di seberang jalan saat aku hendak berjalan menuju ke sekolah. Seorang namja berpakaian pelayan terlihat dibopong oleh seorang namja tinggi berperawakan sedang yang menggunakan mantel abu-abu elegan. Aku menyipitkan mataku untuk melihat siapa yang tengah dibopong masuk ke dalam mobil dan nampaklah rambut blonde putih yang terlihat dari sisi tangan namja yang membopongnya.

“Jae hyung!” Pekikku tapi langkahku terhenti setelah sadar siapa yang telah membopong Jaejoong hyung ke dalam mobil dan membawanya pergi. Aku hanya menatap mobil itu menjauh dengan tatapan kaku. Semua ini pertanda tidak bagus. Sangat tidak bagus.

‘Hyung, aku berharap kau baik-baik saja..’

TBC

Please leave ur comment, kamsahamnida ^^

4 thoughts on “[FF] Coffee Of Love – Part 8 Caffeine

  1. annyeong reader baru ^^
    gregetan sm skp yunho kasian sm jae. siapa hyun joong ada kaitannya kah dengan yunho dan changmin? makin bingung makin byk misteri. di tunggu ne chap berikutnya🙂

  2. Jae sakit kenapa? Terlalu mikirin yun kah?
    Itu apa maksud changmin pertanda tidak bagus? Emang ada apa sama hyunjoong?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s