[Oneshoot] Rainy Season – 3rd Story – Rainy Birthday


Annyeong haseyooo

nTiiiee is back

Rainy Season is back

^.^v

and HAPPY BIRTHDAY OUR LOVELY KIM JUNSUUUUU ♡。゚.(*♡´‿` 人´‿` ♡*)゚♡ °・

Selamat menikmati!!!

Tittle : RAINY SEASON 3RD STORY – RAINY INSPIRATION

Author : nTiiiee

Summary : Bagi Kim Junsu hujan dihari ulang tahunnya hanya membuat moodnya semakin berantakan

9190913933_7f83bcfeef_o

RAINY BIRTDAY

Junsu mengeram kesal seraya menutup wajahnya dengan bantal. Siapa sih pagi-pagi menggangu tidurnya dengan menekan bel terus menerus. Tidak punya sopan santun! Umpat Junsu dalam hati. Junsu akhirnya bangkit dari tempat tidur saat ternyata bantal tak cukup bisa menghalau suara bel rumah yang terus berbunyi.

Masih setengah sadar, Junsu menyeret badannya keluar kamar. Dalam hati dia berjanji akan memarahi orang yang berani-beraninya mengganggu tidurnya. Junsu melirik jam dinding besar di ruang tamunya. WHAT THE HELL!! Masih jam 7 pagi. Suara bel rumahnya yang tidak juga berenti, seperti ditekan terus menerus oleh ‘tamu tak diundang’ nya membuat Junsu semakin kesal.

Dengan cepat Junsu berjalan menuju pintu. Tangannya langsung meraih kenop pintu tanpa melihat layar disebelah pintunya yang menampilkan 4 lelaki yang amat dikenal Junsu. Junsu sudah siap mengamuk saat menarik pintu apartemennya hingga terbuka.

POP!!! TREET!! TARR!!

Suara tembakan konfeti yang mengagetkan membuat gerakan Junsu terhenti. Detik berikutnya tubuh Junsu sudah tertutup kertas-kertas konfeti yang panjang.

“SELAMAT ULANG TAHUN!!” terdengar suara teriakan dari 4 orang lelaki yang sangat dikenal Junsu.

“Ka…ka…kalian?” Junsu tergagap, tidak percaya dengan apa yang terjadi didepan pintu apartemennya.

“Junsu-ya saengil chukae,” Jaejoong berkata seraya menarik Junsu kedalam pelukannya. Sebelum Junsu sempat membalas pelukannya, Jaejoong sudah melepaskan tubuh Junsu.

“Saengil chukae, Kim Junsu.” Tubuh Junsu kembali dipeluk. Kali ini oleh Jung Yunho, lelaki yang menjadi leader grup nya dulu. Junsu yang masih bingung hanya diam. Kemudian Yunho menepuk pelan bahu Junsu.

“Happy Birthday Kim Junsu!!” Yoochun setengah berteriak dengan semangat memeluk erat tubuh Junsu.

“Saengil chukae, Junsu…..hyung,” Changmin yang sedang menjabat tangan Junsu buru-buru menambahkan kata hyung saat merasakan tatapan membunuh dari ummanya, Kim Jaejoong.

“Oh ini kado untuk mu Junsu,” Jaejoong mendorong sebuah kotak yang terbungkus kertas kado dengan rapi pada Junsu.

“Ini kado dari ku,” Yunho juga menyerahkan sekotak kado pada Junsu.

Kemudian Yoochun dan Changmin juga melakukan hal yang sama. Membuat Junsu kewalahan memeluk 4 kado dengan ukuran yang cukup menyulitkan untuk dipeluk.

“Mian Junsu-ya, kami harus pergi. Sekali lagi saengil chukae uri Junsu.” Jaejoong maju sedikit untuk mengecup ringan pipi Junsu, sebelum mundur memberi kesempatan bagi 3 orang lainnya.

“Saengil chukae, Junsu-ya,” Yunho berkata seraya menepuk pelan bahu Junsu, sebelum berjalan mendekati Jaejoong yang menunggunya berjalan menuju lift.

“Happy Birthday,” ucap Yoochun seraya mengikuti yang dilakukan Yunho, sementara Changmin hanya menepuk bahu Junsu sebelum berjalan menuju lift.

Mereka berempat pergi tanpa menunggu Junsu mengucapkan apapun. Dan Junsu yang masih kaget serta bingung hanya mampu menatap punggung Jaejoong yang berjalan disebelah Yunho yang memeluk pinggang rampingnya sambil sesekali berkata menanggapi ucapan kekasihnya itu. Serta pungung Yoochun yang sepertinya sedang menertawakan sesuatu bersama si maknae dengan tinggi menjulang itu.

TING!

Bunyi pintu lift yang menutup membawa Junsu kembali ke kesadarannya.

“YAH!” terlambat, mereka berempat sudah pergi tanpa sempat mendengar protes dari Junsu.

***

Junsu membuka matanya perlahan saat merasa ada seseorang yang mengguncang-guncang tubuhnya.

“Umma?” Junsu bangkit untuk duduk menghadapi wanita cantik yang melahirkannya.

“Saengil chukka hamnida, saengil chukka hamnida, saranghaneun uri Junsu, saengil chukka hamnida,” Nyonya Kim menyanyikan lagu selamat ulang tahun seraya memegang sebuah cake kecil dengan satu lilin diatasnya. Junsu langsung menghambur ke dalam pelukan ibunya.

“Aigoo, anak umma sudah 28 tahun sekarang.” Nyonya Kim membalas pelukan putranya dengan sayang.

“Gomawo umma, gomawo sudah menyanyikan lagu selamat ulang tahun untukku setiap tahunnya.” Junsu memendamkan wajahnya dibahu Nyonya Kim.

“Saranghae uri aegya.” Nyonya Kim mengelus-elus punggung putranya.

“Saranghae umma,” ucap Junsu seraya melepaskan pelukannya.

“Apa umma bawa makanan?” Junsu bertanya.

“Aigoo, kamu ini, selalu saja bertanya seperti itu jika umma datang,” Nyonya Kim mencubit pipi Junsu dengan gemas.

“Aku lapar umma,” ucap Junsu, manja.

“Cepat cuci mukamu, appa sudah menunggu untuk makan bersama.” perkataan nyonya Kim membuat Junsu segera berlari ke kamar mandi.

“Appa!” Junsu berlari memeluk tuan Kim yang sedang membaca koran di ruang makan.

“Oh adeul, sudah bangun?” ucap tuan Kim seraya melipat korannya.

“Appa membelikan itu untukku?” Junsu bertanya.

“Oh, katanya itu keluaran terbaru, jadi appa belikan.”

“Appa Jjang!!” Junsu mengangkat jempolnya untuk memuji sang ayah. Tuan dan nyonya Kim tertawa melihat tingkah putranya yang tampak bahagia menerima game console keluaran terbaru.

“Jam berapa hyung sampai nanti, umma?” Junsu bertanya.

“Oh hyung belum memberi tahu mu?” Nyonya kim balik bertanya.

“Memberi tahu apa?” Junsu bingung.

“Junho tidak bisa pulang hari ini, syutingnya belum selesai.” Tuan Kim menjelaskan.

“Apa? Tapi hyung kan sudah janji,” ucap Junsu tidak senang mendengar penjelasan dari ayahnya.

“Yah, mau bagaimana lagi. Pekerjaannya tidak bisa ditinggal.” Jawab Tuan Kim.

“Aiiss, hyung menyebalkan!”

Setelah ucapan selamat ulang tahun yang terburu-buru pagi tadi, kabar saudara kembarnya yang tidak bisa merayakan ulang tahun mereka bersama-sama sukses membuat Junsu semakin uring-uringan.

***

Setelah pagi yang menyebalkan, Junsu memilih mengurung dirinya di ruang kerjanya seharian. Junsu bahkan tidak menghiraukan tuan dan nyonya Kim hingga keduanya pergi meninggalkan apartemennya.

Hujan membasahi kota saat Junsu memutuskan untuk menyandarkan kepalanya di jendela apartemennya. Junsu tidak pernah banyak meminta. Tapi untuk hari ini saja, hari ulang tahunnya dia berharap dapat berkumpul dengan semua orang yang disayanginya.

4 orang member grupnya, apapun yang terjadi dengan grup mereka, bagi Junsu keempatnya tetap member grup nya. Orang-orang yang amat disayanginya. Junsu berharap perayaan ulang tahunnya nanti malam akan dihadiri keempatnya. Tapi kejadian tadi pagi, saat keempatnya buru-buru meninggalkannya tanpa mendengar satu patah katapun dari mulutnya membuat Junsu tidak berani mengharapkan kedatangan mereka nanti malam.

Bukannya Junsu tidak mengerti dengan kesibukan mereka. Tapi ayolah, hanya malam ini. Apa hal itu juga tidak mungkin? Junsu menghela napasnya.

Kim Junho. Hyung nya, kembarannya, makhluk yang berbagi rahim ibu bersamanya. Dan sekarang dia juga tidak bisa bersamanya dimomen pertambahan umur mereka.

Junsu tidak pernah benar-benar protes setiap fans nya menuliskan “Kim Junsu Forever Alone”. Junsu tau mereka hanya bercanda. Tapi hari ini Junsu rasanya ingin memarahi para fans karena perkataan mereka seakan mendoakan hal yang terjadi padanya hari ini.

Sekali lagi Junsu menghela napasnya sebelum bangkit dari tempat dia meratapi nasib. Junsu beranjak ke kamar mandi dan menenggelamkan dirinya di bathtub nya yang nyaman.

SPLASH!!

Junsu keluar dari dalam air secara tiba-tiba, melempar rambut basahnya ke belakang kepalanya sebelum akhirnya ia keluar sepenuhnya dari dalam bathtub. Berbalutkan bathrobe abu-abunya, Junsu berjalan menuju walk in closet miliknya. Sebuah jas berwarna putih dan kaos berwarna hitam serta celana panjang hitam berbahan jeans tergantung rapi dipintu salah satu lemari. Junsu tersenyum. Pasti umma yang menyiapkan tadi, pikir Junsu.

Setelah selesai berpakaian dan menambahkan beberapa aksesoris, Junsu beranjak meninggalkan apartemennya.

***

“MWO?? Apa maksudmu?? Bagaimana mungkin tidak ada reservasi atas nama Kim Junsu??” Junsu menekankan setiap kata yang keluar dari mulutnya. Ingin rasanya ia berteriak, membentak pegawai restoran terkemuka ini. Namun Junsu masih menyadari bahwa banyak mata sedang mengawasinya. Mau bagaimana lagi, dia Kim Junsu, Xia Junsu si Idola.

“Maaf tuan Kim, tapi saya sudah mengeceknya berkali-kali, tidak ada reservasi atas nama anda untuk malam ini.” Pegawai restoran itu menjawab dengan sopan.

Ya Tuhan apa lagi ini? Apa Tuhan benar-benar tidak mengijinkannya menikmati hari ulang tahunnya sendiri. Junsu menutup matanya, mencoba menahan luapan emosi yang siap meledak kapanpun.

“Arasso. Jongmal Joseonghamnida sudah merepotkan.” Junsu sedikit membungkukkan badannya sebelum melangkah pergi meninggalkan pegawai restoran yang juga menyampaikan permohonan maaf tidak bisa membantu.

Hujan masih membasahi kota saat Junsu menumpukan kedua tanganya pada setir mobil sport miliknya. Kemudian Junsu menenggelamkan wajahnya diantara kedua tangannya itu. ditariknya napasnya dalam-dalam. Seumur hidupnya, tidak pernah Kim Junsu merasa seterabaikan ini.

Dering ponselnya menyela pikiran Junsu. Ditariknya keluar ponsel pintar keluaran terbaru miliknya. Nama manajernya berpendar dilayar poselnya.

“Oh hyung,” jawab Junsu malas-malasan.

“Yak! Kim Junsu! Dimana kau sekarang?” suara manajer terdengar marah. Duh, apalagi ini? Junsu memutar bola matanya.

“Kenapa mencariku?” Junsu bertanya.

“Apa kau sudah gila? Aku menunggumu berjam-jam dan kau malah bertanya kenapa aku mencarimu?” Manajer benar-benar marah sekarang.

“Hyung, ada apa sebenarnya? Apa aku ada janji denganmu?” Junsu bertanya dengan bingung. Seingatnya satu-satunya janji yang dia buat malam ini adalah makan malam bersama kakak kembarnya. Dan seharusnya Junsu mengundang keempat member grup nya untuk ikut makan malam bersama, namun mereka jelas-jelas menunjukkan kalau mereka sibuk tanpa memberi Junsu kesempatan untuk mengutarakan ajakannya.

“Ya Tuhan, KIM JUNSU!! Tadi pagi aku sudah mengirimimu jadwalmu hari ini. Dan malam ini harusnya kamu ada wawancara dengan salah satu majalah terkenal. Kami sudah menunggumu selama hampir dua jam dan kau malah tidak tahu apa-apa?? Kau benar-benar mengecewakan Kim Junsu!! Aku tidak mau tau! Kalau dalam 10 menit kau tidak juga datang, kau tanggung sendiri konsekuensi dari pembatalan kontrak!” setelah puas memarahi Junsu, sang manajer langsung memutuskan sambungan telepon tanpa memberi Junsu kesempatan untuk membantah.

Setengah mengumpat Junsu mengecek jadwal yang dikirimkan sang manajer pagi tadi. Junsu sedikit mengutuki dirinya karena tidak memeriksa ponselnya seharian ini, sebelum akhirnya dia melajukan mobilnya menuju sebuah hotel yang namanya tertera di jadwalnya hari ini.

***

Sesungguhnya Junsu sedikit bingung saat manajer membawanya menuju salah satu penthouse dihotel itu. Majalah apa sebenarnya yang menyewa penthouse hanya untuk wawancara dengannya. Namun melihat wajah sang manajer yang berdiri berkacak pinggang diloby hotel menunggunya, Junsu hanya berani mengucapkan maaf. Bahkan Junsu tidak berani mengatakan bahwa dia sedikit kerepotan saat dijalan tadi karena hujan yang membuat jalanan menjadi licin.

Satu hal lagi yang membuat Junsu bingung. Ini penthouse kan, tapi kenapa lampunya mati total saat dia dan manajer menginjakkan kaki diruangan ini. Junsu membiarkan manajernya bersusah payah berusaha menyalakan lampu. Dan saat lampu menyala, tidak ada yang bisa Junsu lakukan selain berdiri diam dan terbengong-bengong.

POP!!! TREET!! TARR!! TOREEETTTT!!

Suara alat penembak konfeti terdengar hampir dari seluruh penjuru ruangan. Diselingi suara-suara tiupan terompet. Kertas-kertas konfeti berhamburan menerpa Junsu dan sekelilingnya. Ada juga balon warna warni yang menimpanya.

Bukan, bukan benda-benda itu yang membuat Junsu terkejut. Namun orang-orang yang kini berdiri dihadapannya yang membuatnya sangat sangat sangat terkejut. Kim Jaejoong, hyung tertuanya berdiri ditengah dengan sebuah cake ditangannya. Disebelahnya berdiri kekasih tampannya yang juga merupakan leader grup bagi Junsu. Kemudian ada Yoochun yang memegang balon, juga Changmin dengan trompet ulang tahun ditangannya. Juga beberapa orang lainnya yang amat dikenal oleh Junsu. Dan yang paling membuat Junsu terharu, Kim Junho, kakak kembarnya. Berdiri disisi lain Jaejoong dengan alat peledak konfeti ditangannya.

“SAENGIL CHUKKA HAMNIDA, SAENGIL CHUKKA HAMNIDA, SARANGHANEUN URI JUNSU, SAENGIL CHUKKA HAMNIDA,” suara koor banyak orang membuat Junsu tersadar dari keterkejutannya.

“ka..kalian?” Junsu tak mampu berkata-kata.

“Kim Junsu Birthday Mission…” Jaejoong berteriak memimpin.

“SUKSEEEESSSSSSSS!!!!”

Semua orang berteriak riang, bersorak sorai, dan bertepuk tangan.

“YAH!! Jadi kalian mengerjaiku seharian ini?” Junsu berteriak kencang dengan suara dolphinya.

Bukannya takut pada teriakan Junsu, semua orang yang hadir disitu malah tertawa terbahak-bahak.

Jaejoong memberi isyarat agar semua orang tenang saat Yunho membantu Jaejoong menyalakan lilin di atas cake yang dipegangnya.

Sekali lagi mereka semua menyanyikan lagu selamat ulang tahun sebagai isyarat untuk Junsu melakukan make a wish kemudian meniup lilin di atas cake itu.

Dan pestapun dimulai.

***

“Kau terkejut?” Junho bertanya saat mereka duduk disofa empuk penthouse itu.

“Kau jahat hyung. Bagaimana mungkin kau membatalkan janji makan malam kita seperti itu? Kau bahkan tidak menelponku secara langsung.” Junsu meninju lengan kakak kembarnya itu.

“Kami melarang Junho menelepon mu.” Yoochun menjelaskan.

“Mwo? Wae?” Junsu bertanya.

“Eeeii, sudah 28 tahun dan kau masih saja bodoh?” Changmin menyindir Junsu.

“YAH!”

“Junho tidak akan bisa berbohong pada mu Junsu. Jadi sangat berbahaya kalau membiarkannya menelepon mu.” Yunho menjelaskan.

“Bisa gagal rencana kami,” Jaejoong menambahkan.

“Iissshh, tapi aku benar-benar terpukul dengan yang kalian lakukan tadi pagi. Kalian sungguh kejam,” Junsu merajuk.

“Eeiii, Kim Junsu, jangan marah, kan kami sudah menyiapkan ini semua untukmu,” Jaejoong merayu adiknya yang sedang berwajah sangat kesal.

“Ralat, Jaejoongie hyung yang menyiapkan ini semua,” ujar Yoochun.

“Yah mau bagaimana lagi Jaejoongie hyung satu-satunya yang menganggur,” ujar Changmin yang mendapat sambutan dead glare dari Jaejoong. Sontak semua yang mendengarkan tertawa.

“Yun….” Jaejoong yang cemberut bergelayut manja pada Yunho, berharap kekasih tampannya itu membelanya.

“Yah! Kau ini bisa tidak jangan menghina orang!” Yunho memukul pelan kepala Changmin. Jaejoong menjulurkan lidahnya pada Changmin.

“Uri Joongie sudah bersusah payah menyiapkan pesta ini.” Yunho mencubit mesra hidung kekasih cantiknya.

“Hargai usaha orang!” ujar Yunho kembali pada Changmin.

“Err, kau tak salah hyung? Jae hyung tidak melakukan apapun, dia hanya memberi ide dan menyuruh manajernya melakukan semua atas namanya.” Ujar Changmin, kesal kepalanya dijitak leader grupnya sendiri.

“Memberi ide itu juga bersusah payah tauk!” ucap Jaejoong tidak mau kalah.

“Hei Changmin, ada satu hal lagi yang dilakukan Jae hyung dengan susah payah.” Ucap Yoochun dengan seringai jahil diwajahnya. Semua orang menatap Yoochun dengan bingung.

“Jae hyung bersusah payah memastikan hanya uang Yunho hyung yang terpakai untuk pesta ini. Dia sampai berkeringat banyak untuk melakukan itu, kalau kau paham maksudku.” Sontak Changmin dan Yoochun tertawa terbahak-bahak, sementara yang lain berusaha keras untuk tidak menertawakan Jaejoong yang segera menyembunyikan wajah merah meronanya ke dalam dada bidang Yunho.

Junsu tersenyum mengingat doa yang dipanjatkannya sesaat sebelum menium lilin tadi.

‘Tuhan apapun yan terjadi esok hari, buatlah mereka yang ada dihadapanku sekarang selalu ada diwaktu yang paling tepat, disaat yang paling ku butuhkan.’

***

Fin

Terima kasih sudah membaca

silakan tinggalkan komentar kalian

silakan menantikan Rainy stories selanjutnya

salam kecuuppppp

(づ ̄ ³ ̄)づ

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s