FF Special TVXQ 10th Anniversary by: parkririn


[FF Special TVXQ 10th Anniversary]

Huwaaaa~ Happy Anniv, oppadeul^^ Tetaplah menjadi lima bintang yang paling bersinar untuk kami. Semoga oppadeul tetap sehat, panjang umur, banyak rezeki, dimudahkan jalannya untuk kembali berlima😀

Anyway, author kembali untuk mempersembahkan fanfic special ini. Semoga chingudeul suka~~ ^^

* * * * *

25 Desember 2013

Hari Natal. Hampir diseluruh bagian bumi, orang-orang sedang merayakan natal. Pada pagi hari pergi ke gereja untuk berdoa. Pada siang hari mengunjungi sanak saudara. Berbagi kehangatan dan kebersamaan natal. Berbagi cinta untuk orang-orang terkasih.

Setiap sudut kota diselimuti salju putih yang begitu dingin tetapi menawan. Etalase-etalase toko yang dipenuhi dengan ornamen santa, salju, pohon natal, rusa, dan pernak-pernik berbentuk lampu bundar serta lampu-lampu kecil berwarna-warni.

Tak terkecuali di salah satu kota besar di Korea Selatan, Seoul. Pada hari natal seperti ini, kalian dapat menemukan orang-orang yang sedang menikmati libur natal berjalan-jalan disekitar gereja, berfoto dengan pohon natal raksasa di taman, maupun pasangan kekasih yang saling menautkan jemari mereka sembari menyusuri trotoar yang berselimut salju tipis.

Natal pun tak luput dirayakan oleh lima orang namja yang tampan yang kini tengah bercanda bersama di kamar mereka. Kamar berukuran 5×5 dengan 5 tempat tidur yang saling berhadapan. Jendela besar dengan tirai berwarna coklat itu seperti menjadi wallpaper dinding yang cantik. Kelima namja itu terus saling berbagi cerita sambil melupakan betapa dinginnya cuaca diluar.

Salah seorang dari mereka yang memiliki wajah kecil dan tampan, berbakat dalam hal menari, dan yang merupakan leader grup mereka dulu, sedang mencoba memasang wajah imut. Bibir yang dikerucutkannya dan matanya yang berkedip cepat, berharap mendapat gelak tawa dari ke empat temannya. Dia adalah Jung Yunho atau yang kita kenal dengan U-know.

Lain lagi dengan namja tampan berbadan tinggi dan gemar makan. Dia adalah seorang magnae berhati evil, namun memiliki suara yang sangat bagus dan entah jika ia menyanyi bisa menyentuh hingga oktaf keberapa. Dia adalah Shim Changmin atau Max. Dan kini ia sedang mengejek Yunho.

“Ya hyung! Kau itu tidak cocok berpose seperti itu. Bikin mataku iritasi saja!” cibir Changmin.

Kali ini tawa suara lembut yang mengisi ruangan itu. Seorang namja cantik yang memiliki kulit seputih susu, bibir semerah cherry, dan memiliki bakat memasak. Dialah yang menjadi umma di sini. Kim Jaejoong atau Hero.

“Minnie-ah, jangan membuat appa cemberut begitu. Kau juga Yunnie, jangan sok imut”

“Hahahahaha! Yunho-hyung sok imut?”

Suara husky yang khas itu menimpali perkataan Jaejoong. Namja itu memiliki senyuman yang dapat melelehkan semua wanita yang menatapnya. Namun terkadang memiliki sifat sulit mengendalikan amarah. Dialah Park Yoochun atau Micky.

“Eu kyang kyang~”

Ah, itu suara namja yang terakhir. Suara tertawa yang seperti lumba-lumba. Seorang Kim Junsu atau kalian mengenalnya dengan Xiah. Memiliki saudara kembar dan dia senang sekali bermain sepak bola.

Kelima namja itu dulu menyatukan mimpi mereka dalam sebuah grup. Sebuah grup yang begitu besar dan sangat dipuja oleh fans mereka. Grup yang mempunyai nama DBSK/Dong Bang Shin Ki. Dulu mereka sangat terkenal, wajah yang tampan, suara yang menghasilkan harmoni-harmoni indah, kepiawaian menari, semua itu yang membuat mereka memiliki banyak fans bahkan tercatat di buku rekor.

Tidak ada grup yang dapat mengalahkan mereka saat itu. Mereka begitu berjaya di Korea dan di negara lain. Album mereka terjual begitu banyak, single mereka selalu merajai tangga lagu, dan banyak penghargaan yang mereka dapat. Tapi semua itu tidak menjamin grup yang mereka genggam namanya akan selalu membuat mereka berlima.

Perpisahan itu terjadi di tahun 2009. Salah satu masalah terbesar adalah tentang mereka dan agensi mereka. Semua orang terpecah menjadi dua kubu. Saling menuduh. Ada yang mengatakan jika dua orang lain yang tidak bisa menjaga nama grup mereka. Ada pula yang mengatakan ketiga orang lainnya terlalu menggilai uang. Dan tak sedikit orang yang ikut menuduh petinggi agensi mereka yang dianggap diktator.

Tapi sebenarnya tidak ada yang tahu pasti apa yang terjadi. Diantara  mereka berlima pun tidak mengerti mengapa keadaan menjadi seperti ini. Tapi satu yang mereka tahu pasti, bahwa bagaimana pun keadaan yang mereka hadapi sekarang ini, mereka tahu ada nama mereka berlima di hati masing-masing. Yang akan selalu mereka jaga dengan kasih sayang selamanya. Yang tidak akan pernah mereka lupakan sampai kapanpun.

Buktinya saja sekarang. Kini mereka tengah menikmati hangatnya suasana natal di apartemen mereka dulu. Tidak ada yang tahu dengan ritual kebersamaan mereka seperti ini kecuali manager mereka. Setiap tanggal 25 Desember, di malam hari mereka akan berkumpul untuk makan malam bersama dan setelahnya mereka akan mencurahkan perasaan mereka. Dan tak jarang mereka menangis bersama.

* * * * *

Tidak berbeda dengan malam natal sebelumnya, pasangan kekasih ini selalu menyiapkan makan malam bersama. Sebuah tangan kekar melingkar dengan erat dipinggang ramping namja cantik itu.

“Yunnie, aku sedang memasak, jangan menggangguku. Lebih baik kau menyiapkan piring untuk kita makan” ujar Jaejoong menginterupsi Yunho.

Yunho tidak ingin melepaskan pelukannya dan semakin mengeratkan pelukannya. Dia sangat mencintai namja cantik itu. Bahkan perpisahan mereka berlima pun tidak menyurutkan cinta mereka berdua. Mereka tetap menjalani kisah cinta mereka meskipun harus ekstra hati-hati dan diam-diam.

“Tapi Boo, aku ingin memelukmu terus..”

“Ya pervert!”

Kedua sejoli itu bukannya melanjutkan masakan mereka, sekarang malah saling memagut bibir masing-masing. Menyalurkan kehangatan melalui bibir mereka dan menyalurkan kerinduan mereka. Tidak ada yang bisa memisahkan kedua orang ini kecuali Tuhan. Karena bagaimanapun, mereka akan tetap saling mencintai meskipun hubungan mereka terlarang.

Kali ini kalian bisa membayangkan riuh candaan dan sesekali ejekan yang keluar dari Junsu dan Changmin yang sedang bermain sepak bola menggunakan Playstation mereka.

Sama seperti pasangan Yunho dan Jaejoong, tidak ada yang bisa memisahkan keakraban meeka berdua jika sudah bersama seperti ini. Walaupun Changmin selalu saja menjahili Junsu dan begitupun sebaliknya,.mereka tetaplah seorang kakak dan adiknya yang menyayangi satu sama lain.

“Aku akan membelikanmu sepuluh mangkok ramen jika kau menang melawanku, Changmin-ah!” tantang Junsu.

Changmin yang mendengar taruhan hyungnya kini mengeluarkan senyum menyeringainya,”Tawaran yang menarik, duckbutt..”

Merasa Changmin mengejeknya kembali, Junsu melengkingkan suaranya untuk membentak Changmin sembari mata dan tangannya masih berkonsentrasi dengan permainan mereka.

“Yah Changmin! Kau berani mengejekku?! Awas kau ya…”

Kedua orang itu masih saja saling mengejek satu sama lain. Membuat ruang tamu mereka benar-benar gaduh sekarang.

Namun coba kalian intip namja cassanova satu ini. Dia tetap tenang dan berdiam di depan piano. Memainkan jemari tangannya dan menyanyikan lagu-lagi bertema natal. Volume pengeras suara ia besarkan sedikit agar keempat sahabatnya yang lain dapat mendengar alunan lagu yang ia mainkan.

Ia mencoba membuat suasana apartemen mereka penuh dengan suasana natal yang hangat. Sayup-sayup ia mendengar rengekan Jaejoong karena ulah Yunho. Dan ia sudah pasti mendengar keributan Junsu dan Changmin. Dalam hati ia diam-diam bersyukur kepada Tuhan karena masih menyatukan mereka berlima seperti ini.

* * * * *

Kelima orang itu kini tengah duduk bersama melingkari meja makan. Terdapat berbagai macam makanan yang tersaji. Semua makanan itu terasa sangat menggugah selera makan.

“Umma! Suapi Minnie!” rengek Changmin kepada Jaejoong.

Jaejoong hanya mengangguk dan tersenyum kecil mendengar magnaenya. Sudah kebiasaan jika Changmin selalu meminta disuapi jika merela sedang kumpul berlima seperti ini.

Jaejoong mulai mengambil nasi dengan sendok, bersiap untuk menyuapi Changmin. Seperti ibu yang menyayangi anaknya, Jaejoong mengusap helaian rambut Changmin pelan sembari Changmin sedang mengunyah. Tanpa disadari ada sesosok namja yang sudah tersulut rasa iri melihat kekasihnya tidak menghiraukannya.

“Ya Jae-hyung, sepertinya aura di ruang makan ini mulai seram ya? Aku bergidik dibuatnya..”

Yoochun menjawil lengan Jaejoong yang sedanv mengelap bibir Changmin. Jaejoong yang sepertinya mengerti dengan maksud Yoochun perlahan memindahkan tatapan matanya pada namja tampan di samping Changmin yang tengah mengaduk-aduk sayurannya.

“Yunnie, makanan jangan diaduk begitu!” Jaejoong mengingatkan.

Yunho menatap tajam Jaejoong sebentar lalu mengalihkan pandangannya kembali ke sayuran yang dia aduk-aduk,”Sepertinya ada yang akan menjadi korban beruang malam ini!”

Jaejoong membelalakkan matanya mendengar kekasihnya yang sedang ngambek itu mengeluarkan ancamannya. Buru-buru Jaejoong bangkit dari kursinya dan kini berpindah duduk di samping Yunnie-nya. Mengambil alih sendok ditangan Yunho dan mulai menyuapinya.

“Hehehehe, mianhae ne, Bear? Jangan hukum aku ya?”

Junsu terkikik geli,”Kupastikan kau tidak bisa berjalan dengan normal besok pagi, hyung”

Jaejoong langsung menatap Junsu dengan tatapan deathglare-nya.

“Kau menyeramkan, hyung..”

* * * * *

Selesai dengan kegiatan makan malam, kelima namja itu kini duduk bersila di karpet ruang tamu. Terlihat tangan mereka saling bertautan, saling memberikan kehangatan di malam hari yang mulai dingin. Mata mereka saling menatap bergantian, mencoba menyalurkan perasaan mereka tanpa menggunakan kata-kata.

“Saat pertama kali aku mendengar jika aku akan memulai mimpiku bersama kalian, aku merasa bahwa aku anak yang paling beruntung. Bertemu dengan orang-orang yang akan menjadi hyungku, bertemu orang-orang yang akan mengenggam tanganku bersama untuk meraih mimpi menjadi sebuah grup yang begitu terkenal. Aku akui bahwa aku selalu merasa tersaingi jika salah satu dari kalian mendapat pujian dari banyak orang..”

Changmin menghentikan kata-katanya sejenak untuk menghapus airmatanya yang sudah mengalir bahkan sebelum ia berbicara.

“Aku akui juga bahwa aku seorang evil magnae yang selalu menjahili kalian, sampai terkadang berbicara kasar kepada kalian. Tapi, aku juga tidak bisa bohong jika aku sangat mencintai kalian, tidak peduli nama apa yang kita pakai. Aku akan selamanya mencintai Umma Jaejoong, Appa Yunho, Yoochun-hyung dan Junsu-hyung. Aku selalu berdoa setiap malam agar kita tidak terpisahkan, karena hanya maut yang boleh memisahkan kita. Aku tak memungkiri juga jika aku benar-benar mengharapkan perlindungan dan kasih sayang dari kalian..”

Changmin kini menutup mulutnya untuk menahan isak tangisnya. Yoochun menepuk pelan punggung Changmin untuk menenangkan tangisnya kemudian melanjutkan berbicara.

“Aku ingat sekali hari dimana kita memulai rekaman. Saat itu aku bisa merasakan kita semua begitu bersemangat. Tidak peduli dengan berjam-jam rekaman dan mempelajari koreografi, kita semua terus saja menyunggingkan senyuman terbaik kita, menyambut pintu mimpi yang kian terbuka lebar. Kau juga ingat kan hyung? Hari debut kita. Kita mengenggam tangan masing-masing berusaha untuk menyatukan semangat dan kegembiraan kita, dan juga menghilangkan rasa gugup yang terus menghantui kita..”

Junsu mengenggam tangan Yoochun erat melihatnya yang kini juga terisak pelan. Memori tentang perjalanan mereka berkelebat di mata Junsu sekarang.

“Setelah debut kita, orang-orang mulai menyukai kita. Mengelukan nama kita. Aku pun masih dengan jelas mengingat konser album pertama kita. Cassiopeia yang mengayunkan lightstick berwarna merah, seakan memberikan kita semangat yang lebih. Orangtua kita yang menelfon kita, mengungkapkan rasa bangga mereka karena telah melihat anak mereka kala itu mulai bersinar..”

Junsu yang sedari tadi terisak hebat kini mulai membuka bibirnya untuk mengeluarkan kata-katanya meskipun keinginannya untuk terisak kembali begitu besar.

“Setelah itu.. Kita menatap masa depan kita yang mulai bersinar dengan hati yang bertekad besar untuk meneruskan nama Dong Bang Shin Ki selamanya. Jadwal yang gila-gilaan hingga nama kita yang mulai merambah ke negara lain juga begitu menyita pikiran dan hati kita. Tapi kita tidak pernah mengeluh, selalu menyemangati satu sama lain. Mengukir lebih dalam arti kita berlima di dalam diri masing-masing.. Tap- Tapi.. A-apa yang terjadi setelah bertahun-tahun kita bersama, hyung…”

Junsu tidak mampu lagi melanjutkan kata-katanya, dia menangis begitu hebat hinga bahunya bergetar kuat. Jaejoong yang kala itu baru meneteskan airmatanya, berinisiatif untuk melanjutkan pembicaraan ini.

“Aku juga menangis begitu hebat setelah penampilan kita berlima yang terakhir dan tidak bisa berhenti memikirkan hubungan kita setelah itu. Sangat berat rasanya melangkahkan kaki keluar dari dorm kita, bahkan membayangkan kehidupan kita setelah itu pun aku tidak sanggup. Yoochun dan Junsu yang terus-terusan keluar dorm hanya untuk mencari keramaian. Aku.. Aku pun yang terus-terusan menangis di dapur, mengingat wajah-wajah kalian yang sedang memakan masakanku. Hubungan kita mulai tidak baik ketika pihak SM memutuskan komunikasi diantara kita. Aku rasanya benar-benar menjadi orang yang penuh dengan kepalsuan. Tersenyum ketika keluar dari dorm dan menghadapi kegiatan baru JYJ, tapi kembali menangis meraung begitu kembali ke dorm. Aku benar-benar tidak bisa menerima sepenuhnya keadaan yang mulai menjauhkan kita..”

Yunho melingkarkan lengan kirinya di bahu Jaejoong, membawa Jaejoong menyandarkan kepala dibahunya dan membiarkan bibir hatinya yang kini melanjutkan cerita.

“Tapi aku selalu yakin Tuhan akan selalu memberkati kita, ikut melindungi persahabatan kita. Aku tahu kita tidak akan bisa kembali bersama dalam waktu dekat, tapi kalian semua harus percaya jika aku mengatakan bahwa suatu hari nanti kita alan kembali bersama bagaimana pun cara Tuhan menyatukan kita. Ku mohon tetaplah menanamkan nama kita di dalam hati kalian. Tersenyumlah setiap saat walaupun kita teramat merindukan kebersamaan kita. Selalu ingat dengan persahabatan kita dan jangan pernah putus mendoakan jalan kita. Aku mencintai kalian. Junsu, Yoochun, Jaejoong, dan Changmin. Always keep the faith, ne?”

Semua menganggukkan kepalanya menyetujui pertanyaan Yunho untuk selalu menjaga takdir mereka yang akan selalu bersama.

Ah~~ malam ulang tahun persahabatan mereka yang begitu hangat dan dipenuhi tangisan penuh syukur. Mensyukuri keadaan mereka yang masih bisa bersama malam itu, merayakan hari ulang tahun persahabatan mereka, merayakan hari dimana pintu mimpi terbuka lebar untuk masa depan mereka bersama.

Jung Yunho
Shim Changmin
Kim Jaejoong
Park Yoochun
Kim Junsu

Lima bintang bersinar yang menyinari hari-hari semua orang terutama hati para fans mereka.

Selamat ulang tahun, oppadeul. Always keep the faith.

The End

Huwaaaa gimana fanfic spesial ini? Semoga kalian menyukainya ya^^ Maafkan jika ada typo dalam penulisan ya.. Laptop author sedang diperbaiki, sehingga author harus menggunakan handphone. Happy Anniv semuaaaaa~~~

2 thoughts on “FF Special TVXQ 10th Anniversary by: parkririn

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s