[YunJae Fanfic] Special Christmas Edition – The Best Gift


(YunJae Fanfic  – Special Christmas Edition) – “The Best Gift”

Main Pairing              :           YunJae

Side Pairing              :             YooSu

Genre                         :            YAOI

Lenght                        :             Oneshoot

Rating                         :            PG-13

Author                        :             Absurd Writer ever a.k.a Agnes

Warning                     :             Typo(s),Absurd etc

Notes!

I’m finally comeback!…Urgh..yeah. lol

Halo para reader ^^ It’s been a long time isn’t?

Ini FF yang pertama kubuat setelah hiatus selama hampir 2 tahun orz

Lolololol.

Maaf ya kalo cerita ini aneh dan ga jelas

my writing skill got rotten -_-

umm~ yeah,just..happy reading😉

=-=-=-=-=-=-=-==-=-=-=-=-=-=-==-=-=-=-=-=-=-==-=-=-=-=-=-=-==-=-=-=-=-=-=-=

Normal PoV

Terdengar suara jingle natal dimana-mana. Jalan yang ramai dan bersalju,dipenuh dengan orang yang saling bergandengan tangan dan saling bermesraan dengan pasangannya masing-masing membuat mata indah seorang namja yang mengamati pemandangan tersebut terlihat sayu dan terpancar kesedihan didalamnya.

Ia menghela nafas untuk kesekian kalinya dan mengalihkan kembali pandangannya ke secangkir coklat panas miliknya. Ia menolak untuk melihat keluar lagi,ia tidak tahan dengan pemandangan tersebut. ‘Ini sebabnya aku benci natal…’ batinnya dalam hati.

Ditatapnya kosong coklat panas tersebut,wajahnya lesu sampai sebuah suara mengalihkan perhatiannya. “Jaejoong hyung~ maaf menunggu lama..” suara lengkingan seorang namja imut tersebut membuat Jaejoong,nama namja tersebut mengikuti asal sumber suara yang memanggil namanya.

Melihat sepupunya berdiri sambil terengah-engah membuat Jaejoong tersenyum kecil. “Aku baru sampai kok,jangan dipikirkan. Duduklah Su,kau terlihat begitu terburu-buru..” kata Jaejoong lembut.

Junsu menyengir, menarik kursi kosong didepan Jaejoong dan segera duduk. “Kau tahu hyung ? Jalanan sangat macet,padahal aku sudah berangkat sejam lebih cepat supaya bisa sampai terlebih dahulu,tapi tetap saja..aku terlambat dan membuatmu lagi-lagi menungguku..” cemberut Junsu.

Jaejoong tersenyum simpul,”Tentu saja macet,2 hari lagi kan malam natal. Setiap orang sibuk untuk membeli kado,apalagi disekitar sini memang daerah pertokoan yang khusus menjual kado untuk natal..” kata Jaejoong sambil menyesap coklat panasnya yang mulai mendingin.

“Hehehe~ kau benar hyung. Ya sudah,kalau begitu kita berangkat sekarang saja..” ajak Junsu semangat dan bangkit berdiri dari kursinya.

Jaejoong menatap Junsu sambil mengangkat sebelah alis indahnya”Eh? Kau yakin Su? Kau baru saja sampai,bahkan belum memesan minuman apapun..”.

Junsu terkekeh “Tidak apa-apa hyung.. cuacana dingin ini tidak bisa mengalahkan semangatku untuk membeli kado terbaik untuk Yoochun. Lagipula,semakin kita cepat bergegas semakin banyak toko  yang bisa kita jalani dan semakin cepat pula kita pulang..” saran Junsu.

“Baiklah kalau itu maumu..terserahmu saja..” Jaejoong menyerah. Ia dan Junsu segera keluar dari toko tersebut setelah membayar tagihan kekasir.

Jaejoong PoV

“Umm,menurutmu bagusan yang mana Hyung? Sweater biru ini atau Cardigan coklat ini?” Junsu menunjukkan kedua baju pilihannya tersebut didepanku. Aku menatap kedua pakaian itu sambil menimang-nimang mana yang cocok dan sesuai dengan selera Yoochun. “Eeee…menurutku,Cardigan coklat itu saja Su. Yoochun pasti menyukainya..” saranku.

Junsu menangguk paham dan menyengir,”Aku tahu Hyung,aku bisa mengandalkanmu dalam memilih baju untuk Yoochun.. selera kalian kan hampir sama..” katanya.

Aku cuma memberikan sebuah senyuman kecil sebagai balasan. Menatap Junsu yang kembali memilah-milah baju dengan lesu,’Kenapa sih harus ada Natal?’ mirisku dalam hati.

Ah,aku belum memperkenalkan diriku. Namaku Kim Jaejoong.23 Tahun. Aku seorang model terkenal yang sering muncul dimajalah-majalah fashion. Aku memiliki wajah yang dapat lebih dikatakan ‘cantik’ walaupun aku bukan seorang wanita. Memiliki tubuh tinggi dan langsing. Kedua orangtuaku adalah pengacara dan memiliki firma hukum yang besar dan terkenal di Korea. Aku sendiri adalah mahasiswa kedokteran.

Well,sangat  berbanding terbalik dengan orang tuaku yang seorang pengacara. Mereka memang mengharapkanku untuk memasuki sekolah hukum tapi aku tidak mau. Aku merasa tidak begitu cocok dengan profesi pengacara. Yah,begitulah dan aku memasuki sekolah kedokteran karena aku ingin menjadi dokter anak suatu hari nanti.

Kalian pasti bertanya-tanya kenapa aku benci natal? Tentu saja aku memiliki alasan khusus tersendiri.

 

“HYUNG!” lengkingan suara lumba-lumba Junsu menyadarkanku dari dunia khayalan. “Apa? Kau memanggilku Su?” tanyaku polos.

“Tidak Hyung,aku memanggil ahjumma yang sedang berkaca disana..” kata Junsu sebal sambil memutar bola matanya. Aku melirik ahjumma yang sedang berkaca yang seperti dikatakan Junsu. Ahjumma itu berpakaian baju merah dengan jaket shocking pink dan celana bermodel macan tutul ungu. Astaga,aku merasa mataku berair melihat dandanan ahjumma yang norak itu. Iyuhh~

“Kau jahat sekali,masa aku dikatakan ahjumma itu..” poutku sambil berkacak pinggang dan menatap tidak setuju kepada Junsu.

“Habis,aku terus memanggilmu Hyung tapi kau tidak dengar..kenapa? Sepertinya kau melamunkan sesuatu.. Atau,kau melamunkan seseorang? Astaga! Apa kau sudah punya kekasih Hyung?” tanya Junsu semangat.

Kali ini aku yang memutarkan bola mataku,”Kekasih apanya? Aku tidak punya kekasih..” dengusku kesal.

“Ck..ck..ck.. makanya Hyung,kau perlu mencari kekasih sekarang. Masa,seorang Kim Jaejoong tidak mempunyai kekasih? Begitu banyak orang yang ingin mendapatkan kesempatan menjadi orang yang kau cintai,tapi kau sepertinya tidak pernah tertarik Hyung..” Junsu melipat tangannya didada sambil memberikan penilaian terhadap kehidupan asmaraku,seperti biasanya.

“Kan sudah kubilang Su,aku belum menemukan orang yang tepat seperti keinginanku..” bantahku.

Junsu cuma terkekeh dan kembali menggodaku,”Belum menemukan kekasih,atau belum bisa melupakan ‘dia’? Senior SMP-mu yang selalu kau ceritakan padaku Hyung? Junsu-ya dengar..hari ini ‘dia’ menyapaku dan mengajakku makan siang lalu Eh,Su kau tahu? Tadi, sunbaenim mengajaku untuk menonton bersamanya minggu depan lalu..lalu..”

Pipiku  memerah dan memanas karena malu mendengar kata-kata Junsu tadi. Dan juga terasa sakit saat mendengar kisah masa laluku. “Tidak kok,aku bahkan sudah melupakannya..” ujarku. “Aku memang tidak punya kekasih dan tidak ingin memiliki kekasih untuk saat ini. Terlebih..” gantungku.

“Terlebih?” tanya Junsu.

“Terlebih lagi aku benci natal.” Ujarku sambil beranjak pergi dan meninggalkan Junsu yang terdiam menatap kepergianku. “Natal dan Kekasih.. apa hubungannya?” Junsu menggaruk kepalanya yang tidak gatal,ia tidak mengerti maksud perkataan Jaejoong. Namun ia tidak terlalu menanggapinya,”Ya sudahlah..” dan kembali memilih baju yang akan dibelinya.

.

.

.

.

.

.

Normal PoV

Jaejoong dan Junsu menyudahi acara belanja mereka pada hari itu. Dengan membawa banyak kantungan belanja,mereka melewati ajalan ramai yang dipadati orang khalayak umum.

“Hufft…sangat banyak orang. Aku hampir tidak bisa bernafas ketika melewati kerumunan tadi. .” keluh Junsu. Kini mereka sudah tiba dijalanan yang lebih sepi,tidak terlalu begitu banyak orang yang berlalu lalang dijalan tersebut. “Ah,Hyung..kau tunggu disini dulu ya,aku mau beli kopi sebentar..” ujar Junsu sambil berlalu menuju mesin penjual otomatis yang terletak tidak begitu jauh dari mereka.

“Humm..” itulah jawaban dari Jaejoong yang dari tadi sibuk memperhatikan iPhone miliknya dan tidak menyadari kalau ada seseorang yang berlari kearahnya sampai ia menubruk pria tersebut.

BRUK!

Jaejoong dan barang bawaannya terjatuh kebawah,termasuk iPhone yang tadi terus dipegangnya. “Ah,maaf..aku tidak memperhatikan jalan..” Jaejoong segera mengutipi barang bawaannya dibantu oleh pria yang menabraknya tadi.

Pria tersebut segera pergi setelah membantu Jaejoong dan mengambil barangnya yang ikut terjatuh.

Jaejoong menatap pria tersebut dengan pandangan penuh keiritasian. “Kenapa sih dia? Langsung pergi,tanpa mengatakan apapun.. Bahkan aku tidak sempat melihat tadi” kesal Jaejoong sambil merepeti pria yang telah menabraknya.

“Hyung! Kau tidak apa-apa?” Jaejoong menatap Junsu yang berjalan kearahnya setelah menyaksikan kejadian tadi.

Jaejoong mengangguk,”Aku baik-baik saja. Tapi aku sedikit kesal…” ungkap Jaejoong jujur.

“Hah? Kesal kenapa?” tanya Junsu penasaran. Jaejoong menghembuskan nafas pelan,”Tidak kok,tidak usah dipikirkan. Oh ya,sebaiknya aku menelepon umma untuk memberitahukan aku menginap dirumahmu malam ini..” Jaejoong mengambil iPhonenya dan ia terdiam.

“Tunggu sebentar….” wajah Jaejoong mulai pucat.

Menyadari kalau ada yang tidak beres dengan Jaejoong,Junsu langsung mendekat dan bertanya,”Ada apa Hyung?” katanya panik.

“Su..” Jaejoong mendongak,menatap Junsu dengan wajahnya yang pucat. “Ini..ini bukan iPhoneku! Pria itu! Pria itu mengambil iPhone yang salah! iPhoneku bersama dengannya sekarang! Bagaimana ini?”

.

.

.

.

.

.

Someone PoV

Kembali aku mengecek jam tanganku. ‘Sial! Sudah jam segini! Bagaimana ini? Apakah aku bisa sampai tepat waktu? Disaat aku harus bertemu dengan klien,mobilku harus mogok dan iPhoneku sudah habis baterei. Hebat sekali,aku tidak bisa menghubungi siapapun untuk mengantarku..’ umpatku jengkel.

Aku mempercepat laju jalanku sampai aku mulai berlari kecil diatas jalanan es yang licin ini. Aku harus berhati-hati,kalau tidak aku bisa tergelincir. ‘Mana taruh dimana wajah tampanku ini nanti?’ Narsisku dalam hati.

Aku melihat jam tanganku yang terus bergerak maju,mempersingkat waktu yang harus aku gunakan untuk sampai dikantor klienku. Tanpa kusadari ada seseorang yang berdiri didepanku. Dan tanpa bisa kuhindari,akupun menabraknya. Yeah,hari ini sudah lengkap deritaku.

Sambil mencoba menahan rasa kesal dan sebalku,kubantu mengutipi barang- barang yang tadi terjatuh kebawa. Milikku dan namja yang kutabrak tadi. ‘Sial! iPhoneku ikut terjatuh!’ kulihat ada 2 iPhone. ‘Yang satu pasti miliknya.. emmm~ punyaku yang mana ya? Oh,pasti yang ini’ dengan asal tebak aku mengambil salah satu dari 2 iPhone tersebut.

“Ah,maaf..aku tidak memperhatikan jalan..” ujarnya dengan suara yang halus dan lembut juga ada nada menyesal didalamnya.

Tanpa membalas permintaan maafnya,aku langsung pergi setelah selesai membantu mengutipi barang yang  berjatuhan. Aku tidak punya waktu untuk berbasa-basi.

Dan aku terus berjalan sampai mendapatkan taksi yang membawaku kekantor tempat klienku bekerja.

Sesampainya disana,aku segera berlari menuju lift dan menekan tombol lantai tertinggi dimana direktur berada. Aku tiba dilantai atas,dan segera merapikan dasi dan jasku setelah memberitahukan kedatanganku kepada sekretaris yang menunggu dilobi depan.

Dengan dipandu oleh sekretaris,aku dibawa masuk kedalam ruangan direktur. “Permisi Direktur Shim,Pengacara Jung sudah datang.”

“Oh! Kau sudah datang?? Masuklah Hyung! Aku menunggumu!” direktur yang merupakan sepupuku itu membawaku kesofa dimana sudah duduk seorang pria yang sudah berusia setengah abad.

“Pengacara Kim! Perkenalkan,ini Pengacra Jung,pengacara perusahaan kami dan Pengacara Jung,perkenalkan ini adalah Kim Sung Jin,pengacara yang akan bekerja sama denganmu dalam kasus kali ini,sekaligus pemilik firma hukum Kim yang terkenal itu.” Ujarnya.

Aku memberikan senyuman dan hormat kepada Pengacara Kim sambil mengulurkan tanganku. Menatap langsung pria tua tersebut dengan tatapan penuh percaya diri,“Senang berkenalan denganmu Pengacara Kim,Saya Jung Yunho. Semoga kita dapat bekerja sama dengan baik kedepannya.”

.

.

.

.

.

.

Normal PoV

“Hyung!” panggil direktur Shim,atau lebih lengkapnya direktur Shim Changmin. “Eh,kau sedang membicarakan apa dengan Pengacara Kim? Terlihat serius sekali.. dan lihat ekspresi wajahmu itu. Kau seperti orang yang sedang memenangkan lotre..”

“Kau mau tahu saja..” Yunho menolak untuk memberikan detail pembciraannya kepada Changmin.

“Hyung! Ayo kita makan malam! Perutku sudah sangat lapar..” keluh Changmin sambil memegangi perutnya.  “Cacing diperutku sudah pada demo Hyung! Diskusi yang panjang dan melelahkan tadi sudah membuat seluruh tenagaku habis!”

Yunho terkekeh,”Memang dasarnya kau tukang lapar! Dasar! Ya sudah,ayo kita makan diluar..hari ini traktiranku,aku sedang senang..”

Changmin segera mengangkat kedua tangannya ke atas,”YAY! KAU MEMANG YANG TERBAIK HYUNG!” Changmin tersenyum lebar dan segera menarik Yunho keluar dari gedung kantor miliknya. Changmin memastikan kalau ia akan membuat perutnya kenyang yang berarti memastikan kalau uang didompet Yunho akan terkuras habis.

.

.

.

.

.

.

Yunho dan Changmin tiba disebuah restoran Jepang langganan mereka. Setelah memesan begitu  banyak makanan yang 99% adalah pesanan Changmin,mereka berbincang-bincang.

“Oh ya Hyung,kau punya rencana apa untuk natal nanti? Menghabiskan hari natal sendirian itu sangat memalukan! Hyung! Kau memang butuh segera mencari kekasih,kau punya waktu 2 hari untuk mendapatkannya Hyung.. apa kau butuh bantuanku?” goda Changmin.

Yunho hanya mendengus kesal,ia tahu kalau sepupunya hanya berniat untuk menggangu dan membuatnya sebal saja. Tiba-tiba Yunho merasa menyesal menraktir Changmin makan.

“Sudahlah Min,hentikan topik ini. Tidak ada gunanya,,aku belum berniat mencari kekasih. Lalu apa salahnya sendirian dihari natal? Seru kok,aku bisa bersantai dan bermain game seharian penuh..” Yunho mencoba menghentikan topik pembicaraan mereka.

Changmin yang mendengar respon Yunho memutar bolamatanya,”Kau benar-benar menyedihkan Hyung. Umurmu sudah 25 tahun,memiliki pekerjaan mapan dan juga penampilan yang menarik tetapi memiliki seorang kekasih yang saja tidak bisa. Kau payah..” omelnya.

Kekesalan Yunho bertambah,tapi dia mencoba untuk mengiraukannya. “Changmin,apa kau punya power bank? iPhoneku sudah mati total..” Yunho mencoba mengalihkan perhatian Changmin dengan mengubah topik.

“Jangan mengubah topik Hyung..” peringat Changmin,tetapi ia tetap memberikan power bank miliknya kepada Yunho. “Ini..”

Yunho mengambil iPhone yang berada didalam tasnya dan mengisi kembali baterei iPhone tersebut ,ia pun terkejut.

“Loh..kenapa baterei iPhonenya masih ada setengah ya? Padahal aku yakin sekali kalau tadi sudah mati total..” gumam Yunho.  Ia menggeser ‘slide-lock’ yang berada dilayar iPhone tersebut. Dan mata musang miliknya pun terbelalak lebar.

“I..ini..Ini,bukan milikku kan?” Yunho mengamati wajah seorang namja cantik yang menjadi wallpaper iPhone tersebut. Mata Yunho terbelalak kaget.

“Eh,kenapa Hyung iPhonemu tertukar? Bagaimana bisa” tanya Changmin.

Yunho menangguk,”Ya,kurasa begitu. Karena terburu-buru,tadi aku menabrak seseorang dan salah mengambil iPhone. iPhoneku memliki kata sandi dan juga wallpapernya bukan orang ini..” Yunho menunjukkan foto yang terpampang di layar.

Changmin berhenti mengunyah ketika melihat siapa orang yang ada didalam wallpaper tersebut,”Hmm? Diakan Kim Jaejoong,model terkenal itu..” ujar Changmin dan kembali melanjutkan makannya.

Nama yang disebutkan Changmin membuat Yunho terusik,ekspresi wajahnya sulit ditebak”Kim Jaejoong..”

“Ya,kau tidak tahu Hyung? Selain model,dia juga anak dari Pengacara Kim loh..” dan Yunho pun segera terdiam. “Jadi..maksudmu? Tadi,aku bertabrakan dengan Jaejoong? Jaejoongie?”

“Eh,kau mengenalnya Hyung?” Changmin mengangkat sebelah alisnya ketika mendengar Yunho memanggil Kim Jaejoong dengan akrab.

Yunho tersenyum mendengar pertanyaan Changmin. “Yeah,aku mengenalnya.. Sangat mengenalnya..” ujar Yunho sambil memutar kembali kenangannya.

.

.

.

Jaejoong merengut kesal. Ia sudah men-charger kembali iPhone yang tadi tertukar. Ia kesal karena tidak bisa mengetahui siapa pemilik sebenarnya dari iPhone itu karena dikunci dengan kata sandi.

“Menyebalkan..” Jaejoong kembali lagi uring-uringan. dia memikirkan begitu banyak cara untuk dapat mendapatkan iPhone miliknya kembali. Tapi tetap saja tidak ada jalan keluar,kecuali yang membawa iPhonenya menghubungi iPhone yang ada padanya sekarang.

“Tuhan,kuharap orang bodoh yang salah mengambil iPhoneku itu segera menghubungiku..” doa Jaejoong. Benar saja,tidak beberapa lama,iPhone tersebut berbunyi. Tanda panggilan masuk terdengar dan nomor milik Jaejoong tertera didalam layar.

“HALO!” dengan suara yang keras dan panik,Jaejoong langsung mengangkat panggilan itu.

//Umm..halo,apakah ini Kim Jaejoong? Pemilik iPhone yang terbawa olehku?// sahut dari seberang. “Ya! YA! Itu aku! Bagaimana kau tahu kalau aku Kim Jaejoong” dengan cepat Jaejoong menjawab dan muncul rasa curiga kalau sebenarnya yang mengambil iPhonenya adalah salah satu dari stalkernya. //Eh,aku lihat dari wallpapermu. Umm~aku ingin minta maaf karena tidak sengaja salah mengambil iPhone milikmu//

Jaejoong akhirnya rileks. “Ya,yang sudah terjadi biarlah terjadi. Oh ya,aku ingin kita segera menukarkan kembali iPhone kita.. Kalau boleh tahu,aku sedang berbicara dengan siapa ini?” tanyanya.

Keheningan mengisi beberapa detik sebelum akhirnya terdengar jawaban yang dinantikan Jaejoong. //Aku,Jung Yunho//

Dan seketika mulut Jaejoong ternganga lebar.

Jaejoong PoV

Aku duduk sambil meremas – remas ujung sweater hitamku dengan gelisah. Sekarang aku dan Yunho sedang berada disebuah kedai kopi yang bernama ‘Jholic’. Suasana disekitar kami terasa sangat tidak nyaman dan juga awkward. Tentu saja,setelah hampir 10 tahun tidak bertemu,akhirnya kami berjumpa lagi dengan cara yang bisa dikatakan cukup aneh.

“Uhmm..” Yunho berdeham,mencoba memecah keheningan dan suasana yang tidak nyaman diantara kami. “Apa kabarmu Jaejoongie?” mulainya,jantungku berdetak agak kencang mendengar dia memanggilku ‘Jaejoongie’. Nama panggilan yang ia berikan padaku.

“Tidak begitu buruk. Bagaimana denganmu sunbaenim?” Jawabku dengan formal. Berusaha membentuk jarak diantara kami

Wajah Yunho terlihat sedikit muram,”Jangan panggil aku seformal itu Jae..Yunho saja sudah cukup..” ujarnya.

Kuhembuskan nafas perlahan,mencoba menenangkan perasaanku. “Tidak,sebaiknya aku memanggil anda dengan sebutan ‘sunbaenim’ lagipula kita tidak memiliki hubungan spesial terkecuali senior dan junior di SMP” kataku pahit.

“Jae..” Yunho tertegun. “Aku..” segera kupotong perkataanya,”Aku ingin iPhoneku segera dikembalikan.. “ ujarku dingin. Kuletakkan iPhone miliknya diatas meja,siap untuk melakukan penukaran.

Yunho menatap sedih kearahku,segera kualihkan pandanganku. “Jae,kupikir..selain masalah iPhone ini..ada yang harus kita selesaikan diantara kita..”

Hatiku berdenyut mendengarnya. Inilah hal yang paling aku hindari. “Menurutku tidak ada..kembalikan iPhoneku..” segera kurebut iPhone milikku yang berada didalam genggamannya dan keluar dari tempat itu.
Setelah berjalan tidak begitu jauh,aku merasakan ada yang menahan tanganku. Yunho. “Tunggu Jae! Ayo,ada yang ingin kubicarakan denganmu!

Kucoba meronta,ingin melepaskan tanganku dari genggamannya. “Lepaskan! Tidak ada yang perlu kita bicarakan! Urusan kita sudah selesai..” kataku ketus,tidak sekalipun melirik kearah Yunho.

“Wow,tenanglah Jae,aku hanya ingin kita berbicara sebentar..”

“Huh,kau ingin membicarakan sesuatu? Baiklah,kita bicarakan disini..” kuarahkan wajahku kearahnya,mencoba menantangnya.  Tidak kusangka,Yunho tersenyum padaku. Kembali membuat dadaku berdebar. ‘Ya ampun..tenanglah hati yang bodoh..’ makiku dalam hati.

“Sebaiknya kita berbicara didalam saja,kau lihat disekeliling kita.. Orang-orang memperhatikan kita seperti melihat sepasang kekasih yang bertengkar..” bisiknya padaku.

“Ke..kekasih? Kau bicara apa..” pipiku memanas dicuaca yang dingin ini. Untung saja pencahayaan didaerah tempat kami berdiri tidak terlalu terang,sehingga Yunho tidak dapat melihat wajahku yang memerah. ‘Urgh..menyebalkan…kenapa aku selalu seperti ini jika didekatnya?’

Tanpa menunggu reaksiku,Yunho segera menarikku menuju taman yang berada 100 meter didepan kami. “Ayo Jae..” digenggamnya tanganku. Pipiku semakin memanas dan aku yakin pasti memerah.

“Aku mengerti! Tidak perlu menggengam tanganku..” tolakku dan menarik tanganku kembali dari genggaman Yunho kemudian berjalan terlebih dahulu didepannya.

.

.

.

.

.

Normal PoV

Yunho dan Jaejoong kini sudah berada disalah satu bangku yang berada ditaman tersebut. Taman tersebut sangat indah,dihiasi oleh lampu-lampu yang menambah suasana romantis taman tersebut. ‘Hmph..suasananya sangat cocok dan pas..’ batinnya.

“Indah sekali taman ini. Aku sudah lama tidak pulang kekorea,dan aku sangat kaget ketika mendapati korea sudah sangat banyak berubah..” Yunho menggeliat,mencoba merilekskan tubuhnya sambil menghirup udara segar.

“Humm..” hanya itu balasan Jaejoong. “Apa kabarmu Jae? Kau semakin cantik saja..” Yunho terkekeh sambil menatap sosok cantik disebelahnya.  Mengagumi keindahan Jaejoong. Mata besarnya,bulu mata lentiknya,hidung mancungnya dan bibirnya…astaga,bibir ranum dan merah itu. Ingin sekali Yunho kembali mencicipinya.

“Berhentilah..” potong Jaejoong,menyadarkan Yunho kembali kedunia nyata. “Berhentilah menatapku seperti itu. Aku merasa risih..”

Yunho tersenyum kecil mendengarnya. Sepertinya sikap Jaejoong juga berubah. “Kau berubah ya Jae. Kau semakin cerewet.. Tidak pendiam seperti kita SMP dulu. Aku masih mengingat kalau kau sering mengikutiku dan juga kau tidak banyak bicara. Kau sangat mandiri dan susah ditebak..” ungkap Yunho sambil menerawang menuju masa lalu.

Mendengar Yunho mengungkit masa lalu mereka,tubuh Jaejoong menegang. Rahangnya mengeras,Jaejoong mengigit bibirnya,mencoba untuk menahan rasa sakit dihatinya.

Selama ini kenangan masa SMP-nya adalah kenangan yang paling ingin Jaejoong tidak ingat. Ia tidak menyukainya,dikarenakan suatu kejadian yang tentunya menyangkut orang yang berada disampingnya saat ini.

“Jae..” Yunho mencoba membuka suara karena tidak mendapatkan reaksi apapun dari Jaejoong. Tetapi langsung dipotong oleh Jaejoong. “Kenapa..” katanya.

“Hung? Kenapa apa..”, “bingung Yunho. “Kenapa kau meninggalkanku? Dihari itu? Kenapa?” Jaejoong langsung menatap bola mata Yunho,”Kenapa kau meninggalkanku hari itu?”

“Kenapa Yun? Apa kau tidak tahu aku menunggumu terus-menerus untuk memberikanmu hadiah natalku? Apa kau tidak tahu aku tetap memaksa pergi untuk menemuimu padahal aku sedang demam? Apa kau tahu perasaanku ketika mendengar kabar kalau kau sudah meninggalkan korea?” Meninggalkanku tanpa alasan??” Jaejoong meluapkan kekesalan yang selalu berada dihatinya. “Kau tahu aku sangat sedih dan tidak berhenti menangis karena kau tidak sedikitpun memberitahukan kabar tentangmu! Kau memang pria jahat! Aku membencimu! Jangan pernah temui aku lagi!” Setelah selesai mengeluarkan uneg-unegnya,Jaejoong berlari meninggalkan Yunho yang berusaha mencegahnya pergi,tetapi tidak jauh berlari Jaejoong tergelincir dan terjatuh.

Yunho yang melihat hal itu langsung berdiri dan bergegas kelokasi Jaejoong jatuh dengan kepenuh hati- hatian karena licinnya es.

Yunho yang awalnya prihatin dengan Jaejoong kini malah tertawa keras melihat wajah Jaejoong yang dipenuhi salju dan hidungnya yang memerah,mata Jaejoong juga berair. “Hahahahahahha..Astaga Jae.. makanya hati-hati..” tawa Yunho yang tidak bisa menahan rasa gelinya.

Ia membantu Jaejoong yang semakin marah karena menjadi objek tertawaan Yunho pun kembali menolak. “Tidak usah! Aku bisa sendiri! Teruskan saja tawamu itu..tidak lucu tahu!” sembur Jaejoong marah.

Yunho hanya tersenyum mendengarnya,ia mengusap wajah Jaejoong sambil menghilangkan salju diwajah namja cantik itu. “Kupikir,kau banyak berubah Jae..ternyata kau tidak juga. Kau tetap Jaejoongku yang sembrono..”

Yunho menarik Jaejoong dalam pelukannya. “Apa yang kau lakukan Yun? Lepaskan aku..” protes Jaejoong.

Yunho kemudian mendekatkan telinganya kearah Jaejoong,berbisik ditelinganya”Kalau kau ingin tahu alasan kenapa aku meninggalkanmu 10 tahun lalu,datanglah ketaman ini, sebelum jam 12 malam pada tanggal 24 desember..” kemudian Yunho menatap wajah Jaejoong dengan penuh kelembutan dan memberikan kecupan ringan dibibir Jaejoong yang membuat wajahnya langsung merona.

“Aku akan menunggumu..” pesan Yunho terakhir kali sebelum beranjak pergi,meninggalkan Jaejoong yang sudah semerah tomat sendirian.

.

.

.

.

.

.

Malam itu,Jaejoong tidak bisa tidur sama sekali. Peristiwa yang baru saja dialaminya tadi terus menerus berputar didalam kepalanya seperti kaset yang rusak.

‘Alasan Yunho meninggalkanku dan Yunho…menciumku..’

Blush!

Kembali wajah Jaejoong menjadi tomat,Jantungnya berdegup kencang dan ia menjadi salah tingkah sendiri.

‘URGH! KIM JAEJOONG! KENAPA KAU BERLEBIHAN SEKALI KARENA SEBUAH CIUMAN! DEMI TUHAN! ITU HANYA SEBUAH CIUMAN DAN ITU DARI YUNHO!’ teriak Jaejoong dalam hatinya.

‘Ciuman dari Yunho..’ ia menyentuh bibirnya yang tadi dicium oleh Yunho. ‘Begitu..lembut..dan kenapa begitu singkat? Yah! Hentikan! Kenapa aku tiba-tiba jadi pervert begini? Ya ampun!’ omel Jaejoong dalam hati.

‘Tanggal 24..sebelum jam 12… persis seperti hari itu..’ batin Jaejoong,hatinya terasa perih mengingat luka lama yang berada dihatinya. ‘Aku harap..kau tidak akan mengecewakanku Yun,tidak untuk yang kedua kalinya..’.

Dan akhirnya pada malam itu,Jaejoong tidak bisa tidur dan ia terkena migrain ringan keesokan harinya.

.

.

.

.

.

24 Desember, Pukul 22.30 PM

Jaejoong melihat sekitarnya,mencari sosok Yunho ditaman tempat mereka melakukan perjanjian. ‘Humph! Mana dia?’ Jaejoong menggembungkan pipinya kesal dan duduk dibangku taman tersebut. Ia mengeratkan sweater dan juga syal untuk menghalangi udara yang semakin mendingin. Salju juga sudah mulai turun perlahan.

Jaejoong menutup matanya,mencoba menikmati udara luar. “BAAA!” Jaejoong terlonjak kaget ketika Yunho muncul tiba-tiba didepannya. Ia melihat Yunho terkekeh karena mendapati reaksi kaget Jaejoong tadi.

“Kau mengaggetkanku saja!!” rajuk Jaejoong. ‘Kenapa dia sangat menyebalkan sih? Oh,dari dulu dia memang sudah menyebalkan kok..’ pikir Jaejoong.

“Maaf,kau menunggu lama ya? Aku sebenarnya sudah tiba 15 menit dari tadi.. Hanya saja,aku ingin memberikanmu waktu padamu untuk menghayal tentang diriku dulu atau mempersiapkan dirimu agar tampil cantik didepanku..”

“Heh,narsis sekali dirimu., Aku tidak memikirkanmu kok,lagipula aku ini tampan bukan cantik..” protes Jaejoong tidak terima.

“Ya..ya..terserah..bagiku kau itu tetap cantik..” mendengar kata itu,Jaejoong ingin sekali rasanya mencubit pipi Yunho dengan kuat. Ia begitu sebal melihat kelakuan sunbaenimnya yang menyebalkan ini.

“Langsung saja ketopik..” Jaejoong segera to the point,”Apa alasan kau meninggalkanku 10 tahun lalu..”.

Yunho menghela nafas berat,”Baiklah,akan kuceritakan..tetapi terlebih dahulu,ikuti aku kesuatu tempat..” ujar Yunho dengan senyuman licik.

“Kemana?” curiga Jaejoong. “R.A.H.A.S.I.A” Yunho menarik tangan Jaejoong menjauh dari taman itu kesuatu tempat. Tepatnya,kesebuah atap gedung yang disulap menjadi tempat mana malam romantis.

Dari atas gedung itu,dapat dilihat pemandangan kota Seoul yang mulai dilapisi oleh salju.

Jaejoong terpelongo,tempat itu sangat indah. Dihiasi oleh banyak bunga dan terdapat sebuah meja dengan candle light dinner ditengah-tengah atap yang tertutup itu.

Jaejoong ditarik Yunho mendekati meja dan menarik keluar sebuah kursi untuk diduduki Jaejoong.
Jaejoong merasa malu karena diperlakukan seperti seorang wanita,walaupun sebenarnya ia tidak terlalu mempermasalahkannya.

Yunho membunyikan sebuah lonceng berwarna keemasan yang terdapat dimeja,dan 2 orang pelayan datang untuk melayani mereka. “Yun,apa semua ini..” tanya Jaejoong,,tidak mengerti kenapa Yunho mempersiapkan hal ini.

“Aku ingin kau menemaniku makan malam. Ini kan malam natal,aku ingin berduaan dengan orang yang kuanggap spesial bagiku..” komentar itu lantas membuat Jaejoong terusik. “Orang spesial kau bilang? Maksudmu aku?”.

Yunho menatap Jaejoong seolah-olah Jaejoong itu bodoh,”Tentu saja,tidak mungkin para pelayan yang melayani kita bukan?”.

Sorot mata Jaejoong menajam,”Kalau aku orang spesial yang kau maksud,lantas kenapa kau meninggalkanku?” desak Jaejoong,ia begitu ingin tahu.

“Akan aku ceritakan,tapi setelah makan malam ini..” tanpa banyak bicara,Yunho langsung memulai santap makan malamnya. Jajeoong hanya menatap Yunho dengan tatapan tidak percaya. Ia menggeleng-gelengkan kepalanya,tidak habis pikir dengan sikap Yunho dan mulai ikut menyantap makan malam yang tersedia.

Setelah makan malam selesai,Jaejoong ingin kembali melanjutkan pembicaraan yang tertunda tadi. Tapi reaksi Yunho hanya.”Jae,berdansalah denganku..sebentar saja..” ia mengulurkan tangannya,dan mau tidak mau Jaejoong menyambut tangan Yunho dan mereka mulai berdansa diiringi iringian lembut dari musik yang sengaja diputarkan untuk mereka.

“Yun…kapan kau akan mulai menceritakan semuanya..” utar Jaejoong.

Yunho semakin mengeratkan pelukannya pada Jaejoong dan akhirnya mulai menceritakan segalanya.

“Aku sebenarnya datang pada hari dimana kita berjanji untuk bertemu dan saling bertukar kado. Pada hari itu,aku membawakan kado untukmu yaitu sebuah cincin yang akan kuberikan padamu ketika mau menjadi kekasihku. Aku ingin memintamu menjadi pacarku pada malam itu..” ungkap Yunho.

“Eh? Kau datang? Tapi,tapi..”,”Jangan potong ceritaku dulu Jae..dengarkan..” Jaejoong kembali diam. Mendengarkan cerita yang akan disampaikan oleh Yunho selanjutnya.

“..tetapi,tepat sebelum aku tiba ditempat janjian kita. Aku dicegat oleh sebuah mobil hitam mewah dan aku diculik..”,Mata besar Jaejoong terbelalak,ia ingin menyampaikan pikirannya namun ia tetap menutup mulut,membiarkan Yunho bercerita.

“Aku ditangkap dan diamankan disebuah tempat atas perintah seseorang yang kukenal. Yaitu ayahmu..”

Jaejoong berhenti,dan menatap Yunho dengan tatapan shock,”A..appa..”

Yunho mengangguk,”Ya,ayahmu melakukannya. Tidak berapa lama,ayahmu datang dan mulai menginterogasiku. Ia bertanya kepadaku apakah aku mencintaimu apa tidak atau aku hanya mendekatimu hanya karena latar belakang dan kekayaanmu saja. Dengan keras aku membantah hal itu tidak benar,dan akku memang mencintaimu dari dalam hatiku..”

“La..lalu..apa yang appa lakukan padamu?”

“Dia tidak melakukan apa-apa,tapi ia berkata..’Kalau kau benar-benar mencintai putraku apakah kau bisa meninggalkannya selama 10 tahun dan jika kau tetap mencintainya maka kau kuizinkan berada disisinya,dengan satu syarat..kau harus berhasil dan menjadi seorang pengacara terkenal untuk dijadikan penerus firma hukumku. Aku tahu,Jaejoongie tidak mempunyai minat sama sekali untuk menjadi seorang pengacara. Jadi,aku membutuhkan seorang menantu yang bisa kujadikan seorang penerus firma hukumku kedepannya. Dan satu hal lagi,kau tidak boleh mencari tahu tentang Jaejoong sama sekali.. biarkan waktu yang mempertemukan kalian. Kalau kau berhasil melakukannya,maka pada hari itu juga temui aku dan akan kuberikan kau izin untuk menikahinya..”

Jaejoong tiba-tiba merasakan kepalanya pusing.”Jadi..kau meninggalkanku dan membuatku salah paham dan membencimu selama ini hanya untuk mendapatkan izin menikahiku? Lelucon apa ini?” ungkap Jaejoong marah. Ia merasa dibodohi.

“Tentu saja karena itu,aku mengenal ayahmu dengan baik Jae. Aku tahu dia bukan tipe orang yang akan memberikan sesuatu yang berharga baginya dengan mudah. Apalagi kau.. Kalau aku tidak merebut kesempatan itu..aku tidak yakin aku akan memiliki kesempatan kedua. ” jujur Yunho. “Sangat kebetulan,Perusahaan tempat dimana aku bekerja bekerja sama dengan firma hukum ayahmu. Dan aku menuntut janji yang ayahmu katakan padaku Jae. Dan dia menyetuhuinya. Terlebih,aku sudah menjadi pengacara dan memenuhi segala persyaratan yang ia katakan. Awalnya,aku ingin Pengacara Kim mempertemukan kita berdua..tetapi siapa sangka kita akan bertemu secara tidak sengaja.”

Mata Jaejoong terasa panas dan mulai berair,ia memukul- mukul dada bidang Yunho sebagai pelampiasannya,”Apa kau tahu? Gara-gara dirimu,aku jadi sangat membenci natal! Aku selalu menolak apapun yang berhubungan dengan hari  natal. Aku selalu merasa sedih setiap mendengar kata-kata natal,karena aku teringat akan dirimu dan akan mengunci diriku dalam kamar lalu mulai menangisimu..”

Yunho merasa sedih mendengarnya dan menghapus air mata Jaejoong kemudian mencium kedua kelopak matanya. “Aku tidak tahu hal tersebut akan berdampak sebesar itu. Maafkan aku jae,telah membuatku kecewa dan sedih.. dan juga terima kasih,karena kau tidak pernah melupakanku..”

Jaejoong merengut tetapi mulai digantikan oleh senyuman kecil,”Tentu saja pabo..aku tidak mungkin bisa melupakanmu,Karena aku mencintaimu. Dan,aku sudah memaafkanmu..” dibalasnya pelukan Yunho. Jaejoong menenggelamkan wajahnya didada bidang Yunho yang sangat disukainya.

Yunho menangkup kedua pipi Jaejoong dan membuat mereka saling bertatapan. “Kalau begitu berarti masalah telah terselesaikan,sekarang..saatnya kita menukar kado..” ujar Yunho dengan girang.

“Eh..tapi aku tidak mempersiapkan kado apapun..” jawab Jaejoong.

“Kau sudah mempersiapkannya,tenang saja..” tanpa disangka—sangka,Yunho berlutut didepan Jaejoong dan mengeluarkan cincin yang telah dipersiapkannya. “Kim Jaejoong,bersediakan kau menikah denganku?”

Jaejoong terdiam dan merasakan hatinya berdetak kencang dan perutnya mulai melilit dipenuhi oleh kebahagiaan. Ia tidak menyangka Yunho akan melamarnya sekarang. “A..aku..bersedia..” jawabnya gugup dan diepnuhi oleh kebahagiaan.

Kemudian Yunho segera menyematkan cincin tanda cintanya dijemari manis Jaejoong dan mencium tangannya. “Terima kasih,kau menerima lamaranku merupakan kado yang terbaik yang pernah ada…”

Jaejoong tersenyum manis,”Dan kau melamarku merupakan The best Gift i ever get..” ungkapnya.

Yunho dan Jaejoong saling bertatapan,mereka tidak bisa melepaskan pandangan mereka masing-masing dan secara perlahan menempelkan bibir mereka dan menikmati ciuman yang lembut dan manis itu dan ciuman tersebut terhenti oleh dentingan jam yang menunjukkan pukul 12 malam.

Hari Natal telah tiba.

“Merry Christmas Jae…I love you” ujar Yunho sambil tersenyum hangat. “Uhm~ Merry Christmas to you too baby Yun~ I love you too..”

Dan pada hari natal tersebut,kedua pasangan kekasih itu kembali menikmati malam natal milik mereka berdua dengan rasa senang dan sukacita. Merry Christmas!

 

-End-

I know it sucks like hell~

But,i wish you will like it😉

Comment please?

Ah~ Merry Christmas dan Happy New year for you all~ Love ya ^^

2 thoughts on “[YunJae Fanfic] Special Christmas Edition – The Best Gift

  1. Awwwww~ nggak nyangka, tnyta 10 yunho berjuang dapetin restu Appa Kim.. So sweeeettttttttt^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s