BLACK FLOWER/ YUNJAE/ CHAPTER 3


Annyeong haseyooo

nTiiiee is back

karena author Amee sedang sibuk dengan masa depannya

kami sedikit tidak tega FF yang bagus ini terlantar

jadilah kami putuskan nTiiiee bakal menyelesaikan FF Black Flower ini

^.^v

Selamat menikmati!!!

ahh,, mungkin kalian bisa baca ulang chap 1 dan 2 kalau-kalau lupa,,haha

Black Flower Chapter 1

Black Flower Chapter 2

So Here’s the next Chapter:

CHAPTER 3 – SOMETHING NEW

Author : Amee

Author Completer: nTiiiee

Pairing : Jung Yunho x Kim jaejoong x Shim Changmin

Warning : Tolong untuk tidak meng-copy cerita ini tanpa permisi. Dan jangan lupa untuk meninggalkan jejak^^ Ini menggunakan bahasa yang sedikit “serius” semoga tidak membosankan untuk dibaca.

Backsound: Something by Girls Day (Subjektif ini  sih, emang dasar si author aja lagi suka lagu ini, haha)

.

.

Apa salah jika aku berharap untuk bahagia?

Walau bukan dengannya

.

.

Pagi ini berbeda dari pagi-pagi lainnya. Pagi ini Jaejoong terlihat ceria. Tak sekalipun lengkungan senyum meninggalkan bibir merah cherry nya.

“Ada apa denganmu?” Junsu bertanya. Rona bahagia itu terlalu jelas melekat pada wajah cantik pemuda dihadapannya.

“Ada apa? Apa ada yang salah denganku?” Jaejoong balik bertanya.

“Kau. . . dan senyum dibibirmu,” Junsu mengarahkan jari telunjuknya ke bibir Jaejoong.

“Apa sih Junsu, aku tidak mengerti yang kau katakan.” Jaejoong berkata. Wajahnya berpaling tak ingin membiarkan Junsu memperhatikan lebih banyak lagi.

“Dan sekarang rona merah dipipimu,” Junsu tidak menyerah. Matanya masih menatap perubahan di wajah Jaejoong.

“Junsu….” Rengek Jaejoong.

“Katakan! Apa ini tentang Donghae?” Junsu bertanya dengan sedikit memaksa.

“Donghae? Ada urusan apa dengannya?” Jaejoong balik bertanya. Kebingungan jelas terlihat pada kedua mata bulatnya.

“Berarti bukan Donghae,” Junsu bergumam.

“Junsu-yah…” Jaejoong akhirnya membuka mulut, bermaksud mengalihkan pembicaraan. Namun tampaknya Junsu tidak ingin menyerah ketika dengan semangat Junsu berkata,

“Jurusan Z!!!” Pemuda cantik dihadapannya seketika menoleh padanya. Mata bulatnya menatap sahabatnya. Kebingungan semakin terlukis disana. Pemuda cantik itu semakin tidak mengerti perkataan sahabatnya.

“Siapa namanya? Yuno? Ahh Yunho. Benarkan? Pemuda itu yang membuat mu tersenyum pagi ini?” dengan penuh semangat Junsu menjelaskan analisanya. Pemuda cantik dihadapannya tidak berkata apa-apa. Hanya rona pink di kedua pipi mulusnya semakin jelas terlihat.

“Ckck, dugaanku tepat ternyata. Katakan! Apa yang sudah kalian lakukan?” Junsu bertanya dengan nada menuduh.

“Junsu!” Jaejoong mengerucutkan bibirnya. Jaejoong tidak mengerti, bagaimana bisa sahabatnya menuduhnya berbuat macam-macam.

“Berhenti memajukan bibirmu! Dan cepat katakan apa yang sudah dia lakukan padamu!” Junsu terus saja memaksa.

“Tidak ada.” Jaejoong menolak untuk menjelaskan.

“Kim Jaejoong! Apa kau ingat sudah berapa lama kita berteman? Jangan kira aku akan puas dengan jawaban ‘tidak ada’ mu!” Junsu melipat kedua tangannya dan menatap tajam pemuda cantik yang menjadi sahabatnya selama bertahun-tahun.

“Isshh, dia memang tidak melakukan apa-apa.” Jaejoong menjawab. Sebal dengan paksaan dalam suara sahabatnya.

“Dia hanya menelepon ku untuk mengucapkan selamat tidur. Dan menelepon kembali untuk mengucapkan selamat pagi ketika aku bangun.” Akhirnya Jaejoong menceritakan dengan setengah berbisik. Pipinya semakin merona merah. Membuat Junsu tersenyum melihatnya.

.

.

Keceriaan itu terus berlanjut. Tak peduli hujan ataupun panas, lekukkan senyum itu tak pernah terhapus dari wajah cantiknya. Tidak ada lagi protes bahkan sekedar gerutu ketika lelaki yang menjadi kekasihnya tak kunjung memberi kabar. Bahkan dia lupa kapan terakhir kali dia menantikan pesan dari kekasihnya. Dan ketika sang kekasih menghubunginya untuk memintanya menggantikan sang kekasih bermain games tanpa menanyakan sedikitpun tentang kabarnya, senyum itu tetap berada ditempatnya. Tidak ada lagi perasaan sakit karena tak dianggap. Tidak ada juga perasaan ingin mendapatkan perhatian  lebih dari kekasihnya. Hanya sebuah pesan singkat,

To : Nae Saranga

Maaf, aku sedang sibuk.

Dia tak lagi peduli pesan apa yang akan dia terima setelahnya. Tidak lagi ada perasaan berat di dalam hatinya ketika dia berkata sudah biasa diperlakukan seperti itu oleh kekasihnya. Tidak ada.

Kim Jaejoong, tanpa dia sadari, hari kelabunya mulai berwarna.

.

.

“Apa kau sudah tidur?”

Ah, suara itu. Suara yang selalu menyapanya pertama kali dipagi hari. Dan suara yang sama yang didengarnya terakhir kali sebelum dia terlelap dalam istirahat malamnya.

“Baru akan.” Jawab Jaejoong singkat dengan senyum melengkung dibibirnya.

“Kenapa kau belum tidur?” walau sudah tau alasannya, Jaejoong tetap mengutarakannya.

“Tidak bisa tidur.”

Suara itu terdengar begitu lembut tanpa kehilangan karakter suara pemiliknya yang berat dan dalam.

“Mengapa?”

“Karena ada yang tidak berhenti berputar di kepalaku.”

Ah betapa Jaejoong bersyukur dapat mendengar suara itu setiap hari.

“Apa itu?”

“Kau.”

Jaejoong menarik selimut untuk menutupi  rona merah yang mulai menghiasi pipi mulusnya. Diseberang sana pemilik suara berat dan dalam itu tersenyum mendengar rengekkan tertahan dari pemuda cantik yang sedang diteleponnya.

“Berhenti menggodaku! Dan pergi tidur!” Jaejoong berusaha terdengar sebal. Namun pemilik suara itu tahu, pemuda cantik itu sedang tersenyum malu-malu.

“Tidak sebelum kau tidur lebih dulu.”

Bagi Jaejoong suara itu amat menentramkan hatinya.

“Baiklah, selamat malam.” Jaejoong tidak mematikan ponselnya. Tidak pula memejamkan matanya.

“Aku tau kau belum memejamkan mata.”

Senyum itu semakin lebar menghiasi wajah cantik Jaejoong.

“Bagaimana kau tau?”

“Aku tau.”

Ini yang paling tidak Jaejoong mengerti. Mereka tidak berkata apapun setelahnya. Tidak ada mata yang saling menatap. Tidak ada tangan yang saling bertaut. Hanya suara hembusan nafas yang terdengar melalui alat komunikasi bernama ponsel. Namun hatinya menghangat. Damai.

Jaejoong merebahkan tubuhnya hingga nyaman didapatnya. Matanya mulai terasa berat.

“Selamat tidur Jaejoongie,”

Lembutnya suara itu bagai nyanyian pengantar tidur bagi Jaejoong.

“Selamat malam, Yunho.”

.

.

TBC

hai hai,,jangan ngambek dulu karena ini singkat bangeetttttt

hahaha

karena FF ini pindah tangan yang nyelesainnya

chapter ini buat peralihan dulu

kalo langsung panjang nanti kalian bingung trus ga ngerti

*alibi aja sih*

hahahaha

hope you enjoy it

jangan lupa komen sebebas bebasnya

gomawoooooo~~~

3 thoughts on “BLACK FLOWER/ YUNJAE/ CHAPTER 3

  1. Pingback: BLACK FLOWER/ YUNJAE/ CHAPTER 4 | Fanficyunjae

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s