[FF] Coffee Of Love – Part 11 Jung Yunho’s Past life


Title : Coffee Of Love

Pairing : Jung Yunho and Kim Jaejoong

Other Cast : Park Yoochun, Kim Junsu, Shim Changmin, Kim Hyun Joong, Kwon Boa and others

Genre : Romance, drama, angst, sweet, mpreg

Rate : 16+

Chapter 11- Jung Yunho’s Past life

 

Tok!

Tok!

Tok!

Terdengar suara ketukan pintu di suatu pagi yang bersalju. Sebuah tangan dengan jarinya yang panjang mengetuk pintu kayu itu secara halus. Tubuh jangkung yang dibalut sebuah seragam sekolah menengah tengah berdiri sabar menunggu pintu itu itu terbuka. Tangan satunya nampak memeluk sebuah kotak kayu yang tampak sudah lama.

Ckrek!

“Changmin?” Sapa sebuah suara saat pintu kayu berwarna putih itu terbuka. Sebuah wajah angelic menyembul dari balik pintu. Warna rambutnya yang kontras dengan kulit putihnya menjadikan namja ini nampak seperti boneka porselen.

“Pagi, hyung! Apa aku mengganggu?” Tanya namja jangkung yang ternyata adalah Changmin. Jaejoong hanya menggeleng sembari mempersilahkan namja jangkung ini masuk.

“Min, bukankah kau harusnya sekolah?” Tanya Jaejoong bingung melihat Changmin yang berpakaian seragam lengkap malah datang sepagi ini ke rumahnya. Lebih tepatnya rumah Junsu.

“Anni. Aku bolos hehe~” Ujar Changmin terkekeh tanpa rasa bersalah membuat mata bulat Jaejoong semakin membulat.

“M-mwo?” Ucap Jaejoong terkejut.

“Sudahlah hyung~ aku ke sini pun memiliki tujuan.” Ucapnya tersenyum. Jaejoong pun mempersilahkan Changmin duduk di sofa.

“Kau sendirian hyung? Bagaimana keadaanmu hyung?” Tanya Changmin lagi melihat rumah minimalis itu kelihatan lengang.

“Aku jauh lebih baik Min~” Ucap Jaejoong. Lalu namja jangkung itupun menyodorkan kotak kayu yang dibawanya.

“Apa ini?” Tanya Jaejoong bingung melihat kotak kayu yang diterimanya.

“Bukalah hyung! Setelah itu kau akan sedikit mengetahui siapa Yunho hyung.” Ujarnya membuat namja berparas cantik itu segera membuka kotak kayu itu. isinya membuat kening Jaejoong berkerut tidak mengerti. Ia pun mengeluarkan sebuah seragam olahraga dengan ukuran besar. Berwarna hijau dengan tulisan putih yang bertuliskan angka ‘56’.

“Itu seragam Rugby milik Yunho hyung~” Ujar Changmin saat melihat ekspresi bingung yang tergambar dari wajah angelic di depannya. Jaejoong meletakkan seragam itu dan mengangkat sebuah album foto dengan tulisan ‘Dong Bang Academy’. Jaejoong pun mulai membuka lembaran pertama album yang kelihatan sudah usang itu.

Di dalamnya terdapat banyak foto yang menceritakan tentang Dong Bang Academy. Tapi yang menarik perhatian namja cantik ini adalah sebuah foto tim Rugby serta sebuah foto seorang pemain berpose sendirian dengan seragam Rugby yang sudah penuh tanah. Di bawah foto itu bertuliskan ‘Our Captain Jung’. Jaejoong pun memperhatikan namja yang ada di foto itu. senyum lebar yang memperlihatkan gigi-giginya yang tidak rapi. Matanya yang kecil. Rambutnya yang sedikit di cat berwarna silver. Dan setelah itu Jaejoong menyadari siapa namja lucu yang ada di foto itu. Jung Yunho. Jung Yunho yang dikenalnya sama sekali berbeda dengan yang Ia lihat di foto. Terutama pancaran matanya. Di dalam foto usang ini, Jaejoong melihat seorang namja yang penuh semangat dan pancaran mata yang hangat. Walaupun senyumannya tampak seperti sebuah senyum jahil.

 

Flashback Begin

“Aku Shim Changmin, nama hyung capa?” Ucap seorang anak laki-laki yang mungil dengan nada cadel karena umurnya yang baru menginjak lima tahun.

“Aku Jung Yunho. Senang berkenalan denganmu!” Ujar anak laki-laki yang lebih tua darinya sembari menjabat tangan mungil itu.

“Siapa namamu?” Tanya Yunho kemudian kepada seorang anak laki-laki yang sebaya dengannya yang tengah berdiri di samping Changmin. Tatapan mata serta sebuah senyum meremehkan tersungging di wajah tampannya.

“Cih! Untuk apa kau tau namaku! Anak udik!” Jawab anak laki-laki itu lalu beranjak pergi. Meninggalkan Changmin yang bingung dengan perkataan kakak sepupunya barusan.

“Hyung, main bola!” Ajak Changmin kemudian melihat namja yang berdiri di depannya tampak sangat diam setelah perkataan sepupunya barusan.

“Ah nde~ ayo!” Seru Yunho menggandeng Changmin menuju halaman belakang.

***

Jung Yunho adalah seorang anak yang diangkat oleh atasan dari salah satu karyawannya yang paling loyal dan tinggal di sebuah rumah mewah milik keluarga Kim, pemilik perusahaan alat berat yang sahamnya menggurita di seluruh penjuru Asia. Kepala rumah tangga itu dipanggil Kim Appa oleh Yunho. Yunho sendiri memang tidak memiliki ayah dan ibu karena sebuah kecelakaan. Orang tua Yunho kecil, terutama ayahnya adalah seorang karyawan teladan dan loyal serta cerdas maka dari itu Kim Appa tidak segan-segan mau mengangkat Yunho sebagai anaknya ketika orang tua Yunho tiada. Di rumah Kim Appa, Yunho mendapat pekerjaan sebagai pengasuh Changmin kecil sebagai sampingannya sebelum Ia sekolah lagi. Di usianya yang masih sangat belia Yunho sudah harus mandiri dalam hidupnya. Maka saat Ia mengenal Changmin kecil, mereka merasa nasib mereka sama karena Changmin kecilpun sudah yatim piatu dan Ia di bawa oleh Pamannya yang tidak lain adalah Kim Appa. Kim Appa sendiri mempunyai anak yang bernama Kim Hyun Joong. Namja tampan yang sejak kecil sudah bergelimang harta dan tinggal di rumah yang bagai Istana. Tapi semua memang tidak sesempurna kelihatannya. Semuanya memiliki kekurangan. Hyun Joong tidak pernah diberikan kasih sayang dan perhatian oleh kedua orang tuanya yang sibuk dengan bisnis. Dan untuknya kedatangan seorang Jung Yunho sangat mengganggu. Terutama saat kedua orang tuanya mulai menyadari kecerdasan yang dimiliki oleh seorang Jung Yunho.

“Yunho, apa kau ingin sekolah lagi?” Tanya Kim Appa pada suatu hari. Anak laki-laki yang memiliki mata musang itupun mengangguk dengan semangat.

“Baiklah! Mulai besok kau akan bersekolah di sekolah yang sama dengan Hyun Joong.” Ucap Kim Appa membuat Yunho semakin bersemangat tanpa tau tatapan benci yang dilayangkan kepadanya dari seorang anak laki-laki yang tengah duduk di samping Kim Appa.

 

*Beberapa tahun kemudian*

Tahun tahun pun berlalu. Yunho, Changmin maupun Hyun Joong mulai beranjak dewasa. Changmin pun sudah duduk di bangku menengah pertama saat Yunho dan Hyun Joong mulai berada di tahun terakhir sekolah menengah menuju perkuliahan.

“Hyung~” Sapa namja berperawakan jangkung nan kurus saat Ia tengah melihat hyungnya tengah sibuk memperbaiki sesuatu.

“Min, waeyo? Baru pulang sekolah?” Tanya namja bermata musang itu tersenyum melihat namja yang lebih muda darinya berjalan mendekat dengan seragam lengkap.

“Nde~Sedang apa hyung?” Tanya Changmin lagi sembari duduk di samping hyungnya.

“Memperbaiki pelindung bahu ini saja. Sudah kelihata rusak ne?” Ucap Yunho sembari memperlihatkan pelindung bahu untuk olahraga bernama Rugby itu kepada Changmin.

“Nde~ ini hyung!” Seru Changmin tiba-tiba sembari memberikan sebuah bungkusan ke depan wajah Yunho. Kening Yunho pun berkerut ketika melihat bungkusan itu.

“Apa ini?” Tanya Yunho bingung.

“Buka saja Hyung, semoga kau menyukainya!” Ujar Changmin kemudian. Yunho pun membuka bungkusan itu dan menatap tidak percaya dengan apa yang ada di dalamnya. Sebuah pelindung bahu yang baru.

“Min kau tidak bercanda?” Seru Yunho terkejut melihat apa yang diberikan Changmin padanya.

“Memang aku terlihat bercanda hyung? Jelas-jelas aku membelikannya untukmu.” Ujar Changmin membuat Yunho menjadi tersenyum sembari mengacak rambut Changmin yang sudah dianggapnya adik sendiri.

“Ne, tapi ini kan mahal Min! lagi pula seharusnya kau memberikan hadiah ini pada Hyun Joong bukan aku!” Jawab Yunho tersenyum kearah namja yang duduk di sampingnya masih dengan mengenakan seragam lengkap.

“Cih! Joong hyung sudah kaya! Lagi pula untuk apa aku membelikannya sedangkan yang dinobatkan menjadi kapten itu Yunho hyung!” Seru Changmin melengos. Yunho tertawa mendengar repetan Changmin.

“Ara ara! Gomawo ne Minnie!” Ujar Yunho membuat mata Changmin membulat.

“Yak! Minnie kau pikir aku gadis! Panggil saja Boa noona dengan sebutan seperti itu!” Seru Changmin memukul bahu hyungnya yang kekar dan Yunho pun tertawa keras.

“Mian ne mian Min aku bercanda. Aish! Tidak usah membawa nama yeoja itu Min!” Ujar Yunho saat mendengar nama Boa disebut-sebut.

“Wae? Kan dia menyukaimu?” Tanya Changmin dengan wajah polosnya. Yunho menarik nafasnya pelan.

“Ne aku tau. Aku juga tapi aku merasa Ia terlalu populer untukku.” Jelas Yunho. Changmin mengerutkan keningnya.

“Kau aneh hyung! Jarang-jarang kan yeoja cantik sepertinya menyukaimu!” Jelas Changmin membuat Yunho menahan senyum.

“Min, Ia pacar Joong hyung, kau tau?” Ucap Yunho membuat Changmin terperangah.

“Joong hyung!? Aigooo namja manja itu kapan sih tidak mendapatkan apa yang Ia mau! Dasar egois!” Gerutu Changmin. Yunho hanya menepuk bahu namja yang lebih muda darinya itu.

“Sudahlah Min. Oh ya bagaimana bisa kau tau aku butuh pelindung bahu?” Tanya Yunho.

“Aku melihat beberapa hari ini hyung tengah memperbaiki sesuatu. Jadi aku sengaja melihatnya saat hyung tidak ada. Kan hyung juga pernah bilang kalau pelindung bahu itu penting! Jika pelindung bahunya rusak maka jika cedera akan parah. Jadi aku membelikan yang baru. Aku benar kan hyung!? Hyung kan sudah pernah patah gigi! Aku tidak mau hyung patah bahu!” Jelas Changmin tertawa.

“Hahaha~ ne kau memang jenius ya!” Puji Yunho pada namdongsaeng nya yang memang jenius. Sedangkan Changmin menepuk dadanya bangga.

“Hmm~hyung, kemarin aku dengar Kim Appa akan menjadikanmu direktur utama di perusahaannya setelah hyung lulus sekolah. Apa itu benar? Tapi bagaimana dengan Hyun Joong hyung?” Tanya Changmin kemudian. Namja bermata musang itupun memberhentikan aktifitasnya melihat pelindung bahu barunya.

“Aku tidak mau Min. aku ingin jadi atlit Rugby professional. Urusan perusahaan untuk Joong saja. Aku tidak ingin.” Jelas Yunho. Mata kecilnya menerawang jauh.

“Aku ingin seperti Appa kandungku Min! menjadi seorang atlit!” Seru Yunho lagi dengan nada menggebu-gebu. Changmin pun hanya mengangguk-ngangguk melihat semangat hyungnya.

“Hwaiting hyung!” Seru Changmin mengepalkan tangannya.

“Ne ne Min! sana ganti bajumu! Oh iya besok kau harus menonton pertandingan rugby ku ne!” Seru Yunho sebelum Changmin beranjak menuju kamarnya. Namja jangkung itupun hanya mengacungkan jempolnya sebagai tanda bahwa Ia akan hadir besok di pertandingan.

 

*Keesokan harinya*

Suara sorak sorai terdengar riuh di dalam stadion Rugby itu. dimana terlaksananya sebuah pertandingan Rugby bergengsi antar sekolah menengah dan kali ini adalah dimana dua musuh bebuyutan saling bertemu memperebutkan gelar paling bergengsi sepanjang sejarah Rugby di Korea. Tim Redocean dari Dong Bang academy  melawan Tim Cassie dari Toho academy. Suasana yang saat itu kurang mendukung karena hujan yang mulai turun tidak menghalangi kedua tim saling merebut posisi teratas mereka sebagai tim terhebat antar sekolah menengah.

Tim Cheerleader pun ikut memeriahkan pertandingan sore itu. untuk memberikan semangat pada tim-tim yang mereka dukung.

TOUCH DOWN!!!

Suara riuh kembali menggema saat kapten yang merangkap sebagai gelandang nomor satu di Tim Redocean kembali melakukan Touchdown di kandang lawan yang membuat skor mereka semakin menanjak naik. Namja berseragam hijau dan bernomor ‘56’ itu berlari kearah rekan setimnya sembari mengangkat telunjuk tangannya ke langit. Menambah sorak dari pendukungnya.

“Satu touch down lagi dan kita akan merebut kembali piala itu!” Seru sang kapten saat mereka melingkar untuk menyusun strategi.

“Redocean! HWAITING!!” Seru semua tim berbarengan lalu mulai berlari mencari posisi mereka. Hujanpun semakin turun dengan derasnya. Tapi para pemain sudah tidak peduli walaupun seragam mereka kini penuh dengan lumpur.

“Lempar!!!” Teriak salah satu pemain dari tim Redocean kepada rekannya.

“Yunho kosong Yunho!” Teriaknya lagi saat melihat sang kapten melambai dari arah Ia berdiri yang sangat dekat dengan gawang di tempat lawan. Bola lonjong itupun segera melayang di langit menuju pemain bernomor ‘56’ yang seragamnya sudah tertutup dengan bercak lumpur.

GREP!

Bola lonjong itupun sukses mendarat di tangan Yunho dengan mulusnya dan kemudian namja itupun segera berlari kearah gawang lawan untuk melakukan touchdown. Di luar perhitungan dari seorang Jung Yunho tiba-tiba salah satu pemain lawan mulai menyundul tubuhnya dengan kekuatan besar dan cara yang kasar. Membuat tubuh namja itu terhempas dengan posisi miring kearah tanah yang berubah menjadi lumpur. Helm yang dikenakannya tiba-tiba terlepas entah kemana. Sedetik kemudian delapan pemain sudah menjegal sang kapten dari tim Redocean itu sehingga namja itu sudah tertutup tubuh-tubuh besar pemain lawan.

Pritt!!!

Peluit pun berbunyi untuk menandakan bahwa para pemain itu harus membuka sergapannya. Sang wasit pun melihat keadaan pemain yang sudah di jatuhkan tadi.

“Hyuk-sshi, Ia tidak bergerak!” Sahut pemain dari tim Redocean, Siwon.

“Hyuk-sshi! Cepat panggil medis! Telinga Yunho hyung mengeluarkan darah!” Seru pemain lain yang membuat pertandingan itu terhenti karena sang kapten, Jung Yunho tidak menandakan adanya pergerakan sedikitpun. Suasana menjadi bertambah kacau saat tim Redocean mulai menyalahkan tim lawan atas kejadian yang menimpa kapten mereka. Akhirnya dengan terpaksa pertandingan pun di tunda karena kondisi yang tidak memungkinkan.

 

*Rumah Sakit

Ambulance yang membawa tubuh besar itu sampai di pelataran rumah sakit dan segera di sambut oleh para dokter dan perawat. Tubuh besar itu pun segera dipindahkan ke ruang ICU. Para dokter dan perawat segera melakukan pertolongan pertama pada kecelakaan saat telinga Yunho terus mengeluarkan darah segar.

“Hyung~” Bisik suara lirih dari luar ruang ICU. Namja jangkung berpakaian sekolah itupun terduduk lemas di bangku ruang tunggu. Changmin sudah cukup olahraga jantung saat Ia melihat hyungnya tidak bergerak saat delapan pemain menimpa diri Yunho di lapangan tadi. terutama saat orang-orang di lapangan mulai panik. Changmin segera tau bahwa ada yang tidak beres dengan kejadian tadi. Ia pun hanya bisa berdoa dalam hati agar hyungnya itu baik-baik saja. Sudah cukup kedua orang tuanya  diambil oleh Tuhan. Tapi jangan Yunhonya. Jangan Jung Yunho.

Ckrek!

Pintu besi itupun terbuka dan seseorang berpakaian putih berjalan menuju dimana Changmin duduk. Detak jantung namja jangkung itu semakin kencang setiap dokter itu melangkahkan kakinya.

“Anda keluarga dari Jung Yunho?” Tanya dokter itu kepada Changmin yang tengah menatapnya kaku dan tegang. Changmin pun hanya mengangguk gugup menjawab pertanyaan dokter itu. berkali-kali Ia menelan salivanya untuk meredakan ketegangannya.

“Saya Cho Minho. Dokter yang menangani Yunho-sshi. Keadaannya kini sudah mulai stabil walaupun~”

“Kenapa dok!?” Seru Changmin memutus perkataan dokter itu.

“Yunho-sshi mengalami gegar otak ringan dan pendarahan di telinga. Lebam pada tulang belikat dan patah rusuk di tiga bagian. Kemungkinan besar Ia tidak akan bisa bermain Rugby lagi. Dan akan mengalami ketulian sementara. Saya harap begitu. ” Jelas dokter Minho membuat Changmin tercengang. Tidak percaya dengan apa yang telah didengarnya.

“Tidak bisakah Ia sembuh dok? Mengapa separah itu?” Tanya Changmin mulai terisak. Dokter Minho hanya menepuk halus pundak Changmin.

“Kami akan melakukan yang terbaik. Berdoalah. Saya pamit dulu!” Ucap  dokter Minho meninggalkan Changmin yang kini jatuh terduduk. Menyadari bahwa kecelakaan olahraga yang dialami hyungnya bisa separah itu. Ia memutar otaknya mengingat kejadian tadi pagi saat pelindung bahu yang baru tiba-tiba menghilang. Memaksa agar Yunho tetap menggunakan pelindung bahu yang lama.

Namja jangkung itupun berdiri dan melirik jam tangan yang ada di tangan kirinya. Ada firasat buruk tentang semua kebetulan hari ini. Pelindung bahu yang hilang. Helm yang tiba-tiba terlepas. Changmin pun segera bergegas menemui rekan se-tim dari Redocean. Pemain bernomor punggung 10. Hyun Joong.

 

*Locker Room

“Bagaimana keadaannya?”

“Sepertinya parah!”

“Pabo! Aku bilang tidak sampai membuatnya tidak sadarkan diri!”

“Menyabotase helm! Itukan yang kau mau!”

“Tapi kalau dia mati!?”

“Itu urusanmu! Yang pasti tugas kami selesai dan uang kami harus segera di berikan! Lagi pula tidak sepenuhnya kesalahan kami kalau kau juga ikut menyembunyikan pelindung bahunya!”

 

BRAKK!!!

Semua orang yang ada di ruangan itupun terdiam saat pintu ruang ganti pemain dibuka dengan kasar oleh seseorang. Tubuh tinggi nan kurus itu bergetar hebat saat memandang satu-satunya namja di ruangan itu yang berseragam hijau layaknya Yunho di lautan berseragam merah. Namja jangkung itu berjalan mendekati kakak sepupunya. Kakak yang tidak pernah mempedulikan hidupnya sejak dulu.

“Teganya kau hyung~~!” Ucap Changmin bergetar. Hyun Joong menatap Changmin dengan tatapan kengerian.

“Teganya kau melakukan itu pada Yunho hyung!!” Bentak Changmin. Membiarkan airmatanya tumpah saat itu. Ia sungguh tidak habis pikir sebegitu bencinya kah kakak sepupunya ini dengan Yunho hyung sehingga tega melakukan sesuatu yang picik macam itu.

“Min, Aku~”

BUKK!!!

Dengan sekuat tenaga Changmin pun melayangkan sebuah tinju yang sukses membuat namja bermarga Kim itu jatuh tersungkur serta membuat hidungnya mengeluarkan darah. Changmin menatap namja itu penuh amarah.

“Yunho hyung sayang padamu! Dia tidak menginginkan hartamu sama sekali! Aku kasihan padamu hyung! Kau benar-benar menyedihkan!” Bentaknya lagi lalu pergi dari tempat itu.

 

 

*Dua bulan kemudian

“Hyung~” Panggil Changmin saat melihat hyung tengah membereskan barang-barangnya dan memasukkannya ke dalam koper besar. Hyungnya yang kini terlihat lebih kurus dengan penyangga leher dan tangan.

“Hyung mau kemana?” Tanya namja jangkung itu saat namja bermata musang itu tidak menjawabnya.

“Bukan urusanmu!” Ucap namja itu dingin. Pancaran matanya yang dulu hangat berubah menjadi datar tanpa ekspresi. Sapaannya yang ramah berubah menjadi kata-kata kasar yang dingin. Sebegitu terlukanya kah seorang Jung Yunho? Saat semua impiannya direnggut paksa oleh orang yang bahkan Ia anggap keluarga walaupun Ia sama sekali tidak dianggap.

“Aku ikut!” Ucap Changmin memberanikan diri. Yunho pun menoleh masih dengan ekpresi datarnya.

“Jangan konyol!” Ucap namja itu kepada Changmin lalu melanjutkan kegiatannya membereskan kamarnya. Memasuk-masukkan semua perabotan tentang Rugby ke dalam kardus dan menyimpannya di pojok ruangan.

“Hyung~ aku tidak mau tinggal di sini! Aku mau bersama hyungku!” Seru Changmin lagi.

“Aku bukan hyungmu!” Ucap Yunho dingin bergegas menyeret koper besarnya dengan susah payah ke luar dari rumah mewah yang di tinggalinya selama delapan tahun lamanya. Namja jangkung itupun bergegas lari ke kamarnya dan membereskan semua barangnya terlebih baju seragam dan buku-buku pelajaran. Lalu segera berlari mengejar namja bermarga Jung itu.

“Hyung aku ikut!” Teriak Changmin menyeret koper besarnya di belakang Yunho.

“Untuk apa!? Kau sudah terlahir kaya Shim! Jangan mengikutiku! Hyungmu sudah mati! Jung Yunho sudah mati!” Bentak Yunho di halaman rumah milik Hyun Joong.

“Aku ikut hyung! Aku ikut! Kemanapun kau pergi aku harus ikut!” Bentak Changmin tidak kalah keras. Yunho pun terdiam dan melanjutkan jalannya keluar dari rumah mewah itu. tidak ada gunanya lagi Ia berdiam diri di sana jika menambah benci di hati pemilik rumah itu. tidak ada lagi gunanya Ia berdiam diri di sana jika yang selama ini Ia kejar sudah musnah di tangan picik seorang Hyun Joong.

Kini Jung Yunho bagai cangkang tanpa isi. Bukan hanya fisik melainkan psikis. Semuanya sudah tidak akan sama lagi untuk dirinya. Dunia hanya adil bagi orang kaya seperti Hyun Joong. Bukan seperti dirinya yang hanya anak yatim piatu yang kebetulan diberi kesempatan dan kesempatan itupun musnah sudah.

 

Flash back end-

 

Namja cantik itu terdiam mendengar penuturan Changmin tentang masa hidup Yunho dulu saat Ia masih menjadi kapten tim Rugby. Tanpa  sadar namja cantik itu meneteskan bulir airmatanya yang sukses meluncur di pipinya.

“Gwenchana hyung?” Tanya Changmin melihat Jaejoong mulai terisak. Namja cantik itu hanya menggeleng sembari mengusap sudut matanya.

“Gwenchana, Min. Apa luka yang dialami Yunho sudah tidak apa-apa? ” Tanya Jaejoong.

“Walaupun nampak tidak apa-apa tapi Ia sudah tidak mau lagi mengingat apa itu Rugby. Bahkan untuk menginjak stadion pun Ia tidak mau.” Jelas Changmin kemudian.

“Aku merasa bersalah jika mengatakan bahwa masa lalu Yunho hyung konyol. Mengingatnya terbaring selama dua bulan lamanya membuat hatiku sakit sampai sekarang. Apalagi ketika sebulan pertama, Yunho hyung menjadi tuli. Itu sungguh membuatku marah!” Lanjut Changmin lagi. Wajahnya mengeras menahan kesal. Doe eyes itu menatap namja jangkung yang duduk di hadapannya. lalu beralih kepada seragam Rugby milik Yunho. Menyentuh kain itu dengan lembut seakan Ia bisa merasakan masa-masa kejayaan seorang Jung Yunho.

“Tapi sekarang Ia mencintaimu hyung!” Seru Changmin lagi membuat namja berwajah angelic itu menoleh kaget.

“M-mwo!?” Tanyanya tidak percaya dengan apa yang di dengarnya.

“Ia mencintaimu hyung. Sangat mencintaimu.” Jelas Changmin lagi.

 

TBC

Please leave ur comment, kamsahamnida ^^

2 thoughts on “[FF] Coffee Of Love – Part 11 Jung Yunho’s Past life

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s