FF Yunjae/Before You Go/YAOI/Part1


Title : Before You Go

Genre : Angst

Rate : PG

Length : 1 of ?

Pairing : YunJae

Cast : All member DBSK

Author: Yunhaneul

Part : 1

Note: FF perdana Author nih disini, Ditunggu comment dan sarannya ya~ Gomawo ^^ Semoga suka yeorobun~♥

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Author POV

BRAK…

Terdengar suara gebrakan pintu dari sebuah ruang kamar dan terlihat dua orang pria yang sedang bertengkar dengan hebatnya…

“Hosh hosh hosh” Hanya terdengar deru nafas yang tersengal-sengal

Keheningan menyelimuti mereka…

“Ba..baiklah jika itu yang kau inginkan” Kata salah satu pria dengan terbata-bata, mencoba mengontrol emosinya kembali setelah sempat meluapkannya.

Sedangkan pria yang satu lagi hanya tertunduk dan meneteskan air mata.

“Percuma aku berbicara dengan kepala batu sepertimu, semuanya hanya sia-sia! Kau egois! Kau sungguh egois! Kau hanya memikirkan dirimu tanpa memikirkan aku dan Changmin. Bahkan rasa cintaku pun tak membuat mu mengubah keputusanmu!”

“Stop Yun..” Akhirnya pria itu membuka suara juga.

“Ya aku tau kau tidak mau mendengar kata-kata ku lagi. Sekarang terserah kau saja!!” Dengan segala emosi yang berkecamuk, pria itu pun meninggalkan pria yang satunya lagi.

Kini Jaejoong hanya terduduk lemas di lantai..

“Yun, kau tidak mengerti. Ini bukanlah keinginanku semata untuk mengejar mimpiku. Ini adalah yang terbaik untuk kita. Kau salah Yun jika kau mengira aku tidak mempedulikan perasaanmu. Karena perasaan itulah yang membuatku bertahan hingga sekarang…”

Sementara itu…

“Hyung! Tunggu!!” Changmin mencoba mengikuti Yunho yang memilih untuk pergi keluar apartment mereka setelah pertengkaran hebat itu terjadi.

Kini Yoochun dan Junsu yang sedari tadi berada di ruang tamu hanya bertukar pandangan saja.

Memang tak banyak yang bisa mereka lakukan ketika dua orang paling keras kepala bertengkar di apartment mereka. Mereka pun tau pada akhirnya mereka akan pergi bersama Jaejoong dan meninggalkan Yunho dan Changmin.

Dulu, ketika Yunho dan Jaejoong bertengkar hebat maka Junsu lah yang menjadi pelerai. Dia akan berlutut dan menangis sejadi-jadinya. Jika sudah begitu maka Yunjae pun berbaikan.

Namun tidak dengan pertengkaran yang satu ini. Dia tidak bisa melerai atau pun menghentikan Hyung-Hyungnya. Karena dia dan Yoochun ada di pihak Jaejoong. Karena Jaejoong begitu demi memperjuangkan hak nya dan Yoochun.

“Chunie aku takut” Kata Junsu sambil memeluk Yoochun

“Tenang Su, ini akan segera berakhir, kita tidak akan merasa tersakiti lagi. Ini jalan yang terbaik Su, paling tidak untuk saat ini.” Kata Yoochun yang juga mengeratkan pelukannya kepada Junsu.

“Apakah kita harus menemani Jae Hyung sekarang?” Tanya Junsu dengan nada khawatir

“Jangan Su, biarlah dia sendiri. Itu akan membuatnya lebih baik” Kata Yoochun yang memang sudah tau betul kebiasaan Hyungnya itu.

 

Terdengar suara pintu apartment tebuka..

“Yunho Hyung kau kah itu?” Tanya Yoochun sambil melepaskan pelukannya dengan Junsu

“Ani, ini aku Changmin, Hyung” Kata Changmin dengan muka kecewa

“Mana Yunho Hyung?” Tanya Junsu yang tak kalah khawatir

“Aku tidak sempat mengejarnya. Sepertinya dia pergi ke Sungai Han, tempat biasa dia menenangkan diri”

Tiba-tiba keheningan kembali menyelimuti mereka, hanya muka tegang dan khawatir yang tampak pada ketiganya.

Kini Changmin mencoba untuk menenangkan dirinya dengan merebahkan kepalanya kesandaran sofa dan coba memijitnya. Tapi rasa sakit dikepalanya tidak juga reda.

“Hyung, kenapa hanya kalian bertiga yang harus keluar? Kenapa aku dan Yunho hyung tidak boleh ikut?” kini changmin membuka suara, mencoba mengeluarkan semua pertanyaan yang bersarang di kepalanya sedari tadi.

“Minnie, kau harus mengerti kalau permasalahan ini hanya menyangkut aku, Yoochun dan Jae Hyung. Kau dan yunho Hyung tak ada sangkut pautnya dengan permasalahan ini” Jelas Junsu

“Kami memtuskan hal ini karna kami rasa ini adalah keputusan yang terbaik untuk sementara ini.” Timpal Yoochun

“Keputusan yang terbaik apa maksud Hyung? Keluar dari TVXQ dan meninggalkan kami? Apa itu yang dibilang terbaik?” Kini suara Changmin bergetar seperti mengeluarkan segala emosi yang tertahan dari tadi.

“Min, tentang masalah kontrak cosmetic itu yang tentunya merugikan aku, Junsu dan Jaejoong yang menjadi brand ambassador nya hanyalah puncak kekesalan kami terhadap President Soo Man. Pembagian fee yang tidak pernah adil dan slave contract adalah masalah utamanya. Kami tidak mau menjadi ‘kuda’ yang terus diambil tenaganya tanpa diberi feedback yang sepantasnya. Kami hanya ingin memberi pelajaran pada President Lee agar dia tidak berlaku sewenang-wenang terhadap artist nya. Kami akan membawa masalah ini ke pengadilan dan keputusan kami untuk keluar hanya sementara Min, sampai kasus ini selesai kami akan kembali berlima lagi.” Jelas Yoochun panjang lebar berusaha meyakinkan Dongsaeng kesayangannya itu.

“Kau dan Yunho Hyung tetaplah disini. Tunggu kami sampai masalah ini selesai. Jika kalian ikut tidak akan lagi ada nama TVXQ. Tidak akan ada lagi kebanggan Cassiopeia. Tentunya President Lee tidak akan pernah membiarkan kita menggunakan nama TVXQ diluar SM. Arraseo?!” Timpal Junsu.

Kini mata Changmin mulai berkaca-kaca, ia mulai bejalan mendekati hyung-hyungnya itu. Lalu berlutut di hadapan Junsu dan Yoochun sambil meneteskan air mata.

“Aaah Minnie ku, jangan lah kau bersikap seperti ini. Percayalah Min suatu saat nanti kita akan bersama lagi, kembali berilma di atas panggung.” Jelas Junsu sambil memeluk Changmin

We always keep the faith eternally” tambah Yoochun sambil memeluk Changmin.

 

Sore itu dilalui para member dengan keheningan..

Jaejoong yang sudah merasa baikan keluar dari kamar dan melakukan kewajibannya yaitu memasak makan malam untuk para membernya.

Sementara Junsu dan Yoochun mulai mengemasi barang-barang mereka.

Changmin yang sedari tadi tiduran di sofa kini beranjak menuju dapur tempat Jaejoong berada.

“Hyung, sini aku bantu.” Changmin mengatakan ini seolah-olah tidak ada yang terjadi di antara mereka

Changmin memang selalu membantu Jae di dapur ketika ia memasak. Hal ini sudah menjadi kebiasaan Changmin karena dialah yang paling banyak makan di keluarga kecil itu. Sepertinya Changmin memang sudah semakin dewasa dan mengerti arti dari sebuah tanggung jawab.

Jae hanya mengangguk dan tersenyum kecil kepada dongsaengnya itu.

Terlihat mata Jae masih sembab dan bengkak. Sepertinya ia benar-benar menghabiskan waktunya seharian ini dengan menangis.

“Hyung kau terlihat begitu berantakan.” Batin Changmin

Mereka melakukan semunya tanpa ada suara sampai akhirnya Chanmin berbicara..

“Hyung, aku ingin dimasakkan makanan kesukaanku”

Lalu Jae menoleh ke arah Changmin

“Baiklah Minnie.” Sambil melempar senyum indahnya namun tetap pilu terlihat oleh Changmin.

Hanya kebisuan yang kini menyelimuti mereka, tak ada canda tawa atau kejailan yang biasa dilakukan Changmin ketika menemani Hyungnya measak…

‘Min, tolong jangan lakukan ini padaku, tolong jangan anggap seolah-olah ini pertemuan terakhir kita, tolong jangan anggap ini terakhir kalinya aku memasakkan makanan untukmu” kini tangis jaejoong pecah tak tertahankan

Changmin yang melihat hal itu langsung memeluk Jaejoong.

“Tidak hyung, kau akan selalu memasak makanan untukku karna perutku tak akan pernah merasa kenyang akan masakanmu.” Kini Changmin meneteskan air mata sambil tertawa pelan.

Jaejoong melepaskan pelukannya dan mencubit pelan lengan Changmin.

‘Yaaa Minnie apakah kau akan membiarkan Hyung mu ini memasakan makanan untuk mu sepanjang hidupnya, dasar kau perut besar, hanya makanan yang ada di pikiran mu. Hahahaha !” Tawa Jaejoong menggelegar memenuhi apartment mereka
Changmin POV

Senangnya bisa melihat hyung tertawa kembali, walau hanya sebentar tapi itu cukup membuatku bahagia.

Aku mulai memeluk hyung kesayanganku kembali, semakin erat saja seakan aku tak mau berpisah dengannya.

Kini ia memukul-mukul badanku dan aku melepaskan pelukanku

“Yaaa Choikang Changmin, kau memelukku terlalu erat sampai aku tak bisa bernafas, Kau ingin hyungmu mati muda huh?!” protesnya sambil mengerucutkan bibirnya

“Hahahaha” Aku hanya tertawa saja melihat kelakuannya

Makan malam pun telah selesai dimasak, lalu aku memanggil Junsu dan Yoochun hyung untuk mengajaknya bergabung dengan aku dan Jaejoong yang sudah bersiap di meja makan.

Mereka pun duduk di bersebrangan dengan aku dan Jae hyung.

“Yunho hyung belom pulang? Apa kita akan makan malam tanpa menunggunya?” Tanya Yoochun hyung kepadaku

Kini kurasakan mata Jae hyung menatapku dengan tajam seraya menunggu jawaban dariku.

“Aaah mungkin dia sudah makan di luar, sudahlah hyung kita makan saja, aku sudah lapar niih!” Jawab ku sekenanya

Sebenarnya aku tidak berselera untuk makan, bukan karna masakan Jae Hyung tidak enak tapi karna suasana apartment ini yang kurang lebih seperti neraka akhir-akhir ini.

Kulihat yang lainnya juga tidak berselera makan, bahkan jae hyung hanya memain-mainkan makanannya

“Yaaa hyung makanlah, jangan seperti itu. Jangan sia-siakan makanan enak ini.” Kata ku sambil berpura-pura menikmati makanannya.

 

Jaejoong POV

Aku hanya memain-mainkan makanannku dan tidak berselera untuk makan. Pikiranku terus tertuju pada Yunho. Dimana ia sekarang? Apakah dia akan terus marah padaku? Aku terus melamun sampai pada akhirnya suara Changmin membuyarkan lamunanku.

“Yaaa hyung makanlah, jangan seperti itu. Jangan sia-siakan makanan enak ini.”

“Ah ne” Kataku mengiyakan

Aku coba menghabiskan makananku walau perutku menolak untuk memakannya. Siapa yang bisa makan dalam situasi seperti ini. Situasi dimana kau akan meninggalkan orang yang kau sayangi, situasi dimana kau tidak lagi bisa mempertahankan hubunganmu dengan kekasihmu, situasi dimana impianmu akan terhenti sementara.

Suasana hening, itulah yang sering aku jumpai belakangan ini. Kini di meja makan pun tak ada yang mau mengeluarkan suara. Semua sibuk dengan makanannya dan pikirannya masing-masing.

Sampai ada satu orang yang akhirnya memecah keheningan panjang ini.

“Hyung, nanti setelah selesai makan aku akan menemani Junsu untuk ke rumahnya, membawakan semua pakaian dan barang-barang yang sudah kami pack.” Kata yoochun

Aku hanya mengangguk menanggapinya.

Kreek

Terdengar suara pintu apartment dibuka.

Telihat sosok Yunho yang langsung berjalan menuju kamarnya tanpa menoleh ke arah meja makan.

Hatiku kembali sakit melihat sikapnya seperti itu.

 

Changmin POV

Aku melihat Yunho hyung pulang dan langsung menuju ke kamarnya tanpa melihat ke arah kami.

Kulihat Jae hyung melihat Yunho hyung dengan tatapan sendu. Sepertinya mereka perlu berbica berdua walaupun aku belum yakin kalau Yunho hyung mau berbicara lagi dengan Jae hyung. Lalu aku berinisiatif untuk meninggalkan mereka berdua.

“ Aaah Hyung, aku juga ada janji sama umma untuk berkunjung ke rumah malam ini, mian Hyung aku tidak bisa membantu Hyung mencuci piring dan Hyung tak usah menunggu ku karena aku akan pulang larut” Kataku berbohong

“Pergilah Min” katanya sambil tersenyum

Serentak aku, Junsu dan Yoochun hyung berjalan meninggalkan meja makan.

 

Jaejoong POV

Mereka kini bersiap-siap untuk pergi.

“Hyung kami pergi dulu!” Pamit Yoochun, Junsu dan Changmin

Aku pun hanya melambaikan tanganku pada mereka.

Kini aku membereskan meja makan dan mulai mencuci piring.

Aku tau sebenarnya Changmin berbuat seperti ini demi membiarkan aku dan Yunho punya waktu untuk berbicara.

“Kau salah Min, tak ada yang perlu dibicarakan lagi antara aku dan Yunho” batinku sambil tersenyum miris

PRAAAAANG

Tanpa sadar aku telah menyenggol yang piring sudah aku bersihkan, yang aku letakkan di sebelah tanganku.

“Aaaaaaaah!!!” Teriakku samba sedikit menangis karna pecahan itu mengenai kaki ku.

Sebenarnya ini tidak terlalu sakit, teriakan dan tangisan itu pecah akibat akumulasi emosiku yang kembali aku rasakan ketika melihat sikap Yunho.

Aku duduk disamping pecahan piring itu dan hanya menangis. Aku… aku sudah tidak kuat dengan semua ini.

 

Yunho POV

Aku pulang dengan sedikit ragu, setelah sampai di rumah aku membuka pintu dan melihat mereka sekilas.

Tanpa berkata satu kata pun aku masuk ke kamar.

Tuhan, aku sungguh tidak bisa melewati situasi ini. Menjadi leader bukanlah hal yang mudah. Aku merasa gagal, aku tak bisa menyatukan kembali memberku. Aku sangat tertekan melihat memberku dan juga dia yang paling aku sayangi. Melihat dirinya yang begitu menderita, mata hazelnya yang sudah tak memancarkan keindahannya, bibir merah cherry yang sudah tak lagi tersenyum. Aku tau sikap ku salah, namun itu demi dia, Junsu dan Yoochun bertahan disini.

PRAAAAANG

Terdengar seperti suara benda jatuh yang disusul dengan teriakan,

Aku langsung buru-buru keluar kamar dan mencoba melihat apa yang terjadi.

Kulihat Jaejong terduduk di sebelah pecahan piring yang tadi jatuh.

Ia…. Ia menangis sejadi-jadinya.

Aku pun menghampirinya, duduk di sebelahnya dan memeluknya…

“Boo, mianhae!” kataku sambil mengecup pelan rambutnya

Dia hanya memeluk kedua kakinya sambil terus menangis. Kini aku berdiri untuk mencari kotak P3K.

Aku pun kembali duduk disebelahnya, membersihkan serpihan kaca yang ada di kakinya, membasuh dan mengobati lukanya. Dia sudah tak menangis lagi namun masih tertunduk dan tak mau menatapku. Kucoba mengangkat wajahnya dan menghapus buliran air mata yang jatuh membasahi pipinya.

“ Boo, mianhae. Maafkan aku boo aku hanya ingin kau dan yang lainnya tetap disini. Aku sangat mencintaimu boo, aku… aku tak bisa hidup tanpamu. Pikirkanlah lagi keputusanmu, tetaplah tinggal disini” Kataku dengan nada memohon

“Aku tidak bisa, Yun” Katanya singkat tanpa menjawab kata cinta dariku

“Baiklah kalau itu yang kau mau, pergilah…”

Kata yang tak mau aku ucapkan kini meluncur dari mulutku begitu saja. Sakit. Itulah yang aku rasa ketika mengatakan itu, walau hati ini tidak pernah merelakannya pergi.

Kini aku pergi meninggalkannya di dapur sendirian. Aku kembali keluar dari Apartment atau lebih tepatnya disebut neraka. Kini aku menuju basement dimana mobilku berada. Aku langsung mengemudikanku dengan kecepatan tinggi. Aku tak tau harus kemana, sama dengan keadaanku sekarang aku tak tau nasip TVXQ akan seperti apa. Aku menangis dan berteriak sejadi-jadinya.

Lalu aku berhenti disebuah danau kecil dibelakang taman kota. Aku menatap cincin couple ku dengan Jae.

“Haruskah hubungan kita berhenti sampai disini?”

 

_______________________________________TBC________________________________________

One thought on “FF Yunjae/Before You Go/YAOI/Part1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s