BLACK FLOWER/ YUNJAE/ CHAPTER 4


Annyeong haseyooo

nTiiiee is back

mianhe lama bangeeettt baru update lagi

mianheeeeee

^.^v

Selamat menikmati!!!

ahh,, mungkin kalian bisa baca ulang chapter sebelumnya kalau-kalau lupa,,haha

Black Flower Chapter 1

Black Flower Chapter 2

Black Flower Chapter 3

So Here’s the next Chapter:

CHAPTER 4 – COMFORT HEART

Author : Amee

Author Completer: nTiiiee

Pairing : Jung Yunho x Kim jaejoong x Shim Changmin

Warning : Tolong untuk tidak meng-copy cerita ini tanpa permisi. Dan jangan lupa untuk meninggalkan jejak^^ Ini menggunakan bahasa yang sedikit “serius” semoga tidak membosankan untuk dibaca.

Backsound: Juniel ft Yong Hwa – Stupid
.
.

Jika rasa ini membuatku menjadi orang terbodoh didunia ini
Biarlah
Si bodoh ini tidak lagi bisa membohongi hatinya

.
.
Jaejoong merapikan buku catatan kuliahnya. Sedikit terburu-buru, Jaejoong memasukkan buku catatannya ke dalam tas.

“Jaejoongie kita pergi naik apa?” Junsu bertanya seraya berdiri disebelah meja Jaejoong.

“Pergi?” Jaejoong menatap Junsu dengan bingung.

“Oh my… jangan bilang kamu lupa kalau kamu berjanji menemaniku belanja.” Junsu melipat tangannya didepan dada. Ekspresi kekecewaannya tercetak jelas diwajah imutnya.

“belanja?” Jaejoong masih menatap dengan bingung.

“Ya, belanja dan klub sepak bola ku.” Junsu menjentikkan jarinya tepat didepan kedua mata doe Jaejoong. Seketika Jaejoong menutup mulutnya yang terbuka lebar dengan kedua tangannya. Terkejut dengan hal yang baru diingatnya.

“Sudah ingat?” tanya Junsu ketus.

“Junsu-ya, aku…” belum sempat Jaejoong menyelesaikan kalimatnya, sebuah suara menyapa telinga Jaejoong.

“Jaejoong-ah, sudah siap?” tanya seorang namja tampan yang tengah berdiri tidak jauh dari Jaejoong dan Junsu.

“Ohh, jadi karena dia?” tanya Junsu ketus.

“Junsu-ya…” Jaejoong hendak menjelaskan namun sepertinya Junsu terlalu kecewa hingga ia memotong kalimat Jaejoong.

“Fine, aku bisa cari sendiri. Lagipula ini memang tidak ada urusannya denganmu.” Junsu membalikkan badannya dan berjalan menjauh. Namun Jaejoong tidak membiarkannya.

Junsu baru berjalan dua langkah ketika Jaejoong menarik tangannya. Berusaha menahan kepergian Junsu.

“Junsu-ya, tunggu sebentar,” ucap Jaejoong pelan. Junsu baru saja membalikkan badannya hendak bertanya apalagi mau Jaejoong sekarang. Namun hal yang ia dengar setelahnya membuatnya bungkam.

“Yunho-ya mianhae.” Jaejoong menatap langsung ke mata Yunho yang menatapnya bingung.

“Aku sudah punya janji dengan Junsu. Mian aku lupa memberitahumu. Jongmal mianhae. Aku tidak bisa pergi denganmu.” Tanpa melepaskan pegangannya pada lengan Junsu, Jaejoong membatalkan janjinya dengan Yunho.

“Kau boleh marah padaku, Yunho. Tapi aku benar-benar tidak bisa pergi denganmu sekarang. Jongmal mianhae.” Jaejoong tidak lagi menatap Yunho. Perasaan bersalah dihatinya membuatnya menundukkan kepalanya. Ada rasa takut dihati Jaejoong. Takut Yunho marah karena lupa dengan janjinya. Karena jika yang berdiri dihadapannya sekarang adalah Shim Changmin, kekasihnya, sudah pasti Jaejoong akan dimarahi.

Junsu sungguh terkejut melihat senyum mengembang dibibir berbentuk hati milik Yunho. Namun Junsu mengerti, saat ini sebaiknya dia diam. Biarkan Jaejoong yang menyelesaikan semuanya.

“Mengapa kamu berpikir aku akan marah?” ujar Yunho tanpa kehilangan senyum dibibirnya.

Jaejoong sungguh tidak mengira respon Yunho. Seketika itu juga Jaejoong mengangkat wajahnya, kembali menatap wajah tampan namja dihadapannya.

“Bagaimana mungkin aku bisa marah jika melihat wajah bersalahmu yang begitu menggemaskan.” Ucapan Yunho seketika membuat semburat warna merah menyebar dipipi halus Jaejoong. Membuat Jaejoong menggigit bibir bawahnya yang membuat Yunho semakin tersenyum melihat betapa menggemaskan namja cantik dihadapannya.

“Kalian mau pergi kemana?” tanya Yunho. Junsu memilih untuk tetap diam saat Jaejoong mengalihkan pandangannya dari Yunho kepadanya.

“Aku berjanji menemani Junsu mencari peralatan untuk klub sepak bolanya,” jawab Jaejoong pelan.

“Bagaimana kalau ku antar?” tawar Yunho. Jaejoong kembali menatap Junsu yang masih juga diam.

“Salah satu seniorku di SMA memiliki toko peralatan olahraga yang cukup lengkap. Kalau kalian mau, aku bisa mengantar kalian kesana.” Kali ini Yunho tidak berbicara pada Jaejoong. Yunho bertanya pada Junsu.

“Tidak perlu Yunho. Aku tidak ingin merepotkanmu,” jawab Jaejoong setelah beberapa saat. Junsu masih memilih diam.

“Eeii, sama sekali tidak merepotkan Jae. Toh aku tidak punya acara setelah ini.” Jawaban Yunho membuat Jaejoong kembali merasa bersalah. Dialah penyebab Yunho tidak punya acara.

“Hei, berhenti merasa bersalah. Aku tidak apa-apa kok.” Yunho mengacak rambut Jaejoong dengan lembut. Hati Jaejoong menghangat seketika. Bagaimana Yunho bisa membacanya seakan Jaejoong adalah buku yang terbuka dan dengan mudah bisa dibaca.

Satu sudut dihati Jaejoong berbisik, andai kekasihnya yang sebenarnya bisa mengerti dirinya tanpa Jaejoong harus mengungkapkan perasaannya.

“Boleh saja. Lumayan kan aku bisa menghemat biaya transport,” ucap Junsu akhirnya. Sesungguhnya Junsu tidak tega membuat Jaejoong bersedih setelah melihat betapa bersinarnya kedua mata doe sahabatnya itu setiap memikirkan Yunho.

Sebelum Jaejoong dan Yunho sempat berkata-kata, Junsu sudah membalikkan badannya dan berjalan ke arah parkiran.

Jaejoong melempar pandangan minta maaf pada Yunho. Yunho membalasnya dengan tersenyum dan mengacak pelan rambut Jaejoong.

“Kajja!” ujar Yunho seraya menggandeng tangan Jaejoong.

.

.

Jaejoong memperhatikan Yunho yang tengah berjalan menghampirinya. Senyum kembali melengkung dibibir merah cherry nya ketika melihat Yunho yang tampak kerepotan membawa makanan dan minuman untuk mereka berdua.

Tanpa banyak bicara Jaejoong menghampiri Yunho dan mengambil sebagian bawaan Yunho. Senyum malu-malu yang tidak pernah lepas dari bibir merah cherry itu menularkan lengkungan yang sama dibibir Yunho.

“Junsu benar-benar pulang?” tanya Yunho setelah mereka duduk.

“Ehm,” jawab Jaejoong sambil mengangguk.

“kata Junsu dia tidak ingin mengganggu lebih lama lagi,” ucap Jaejoong lagi sambil memajukan bibirnya. Sesungguhnya Jaejoong tidak ini mengatakan hal ini, namun Junsu memaksa menyampaikan pesan tersebut kepada Yunho.

Yunho yang gemas melihat ekspresi Jaejoong, refleks mencubit lembut hidung mancung Jaejoong. Jaejoong membulatkan matanya terkejut dengan respon yang Yunho berikan. Rona merah kembali menyebar di wajahnya.

“Yunho-ya, jongmal mianhe, aku mangacaukan hari ini.” Jaejoong menatap Yunho dengan ekspresi menyesal.

“Eiii, bukankah sudah ku katakan aku tidak apa-apa. Kau tidak perlu minta maap Jaejoongie,” jawab Yunho sambil tersenyum lembut.

Senyum Yunho berhasil membuat Jaejoong kembali tersenyum. Hatinya menghangat. Belum pernah Jaejoong diperlakukan selembut ini. Bahkan kekasihnya sendiri tidak pernah tersenyum padanya.

Jaejoong menggelengkan kepalanya, berusaha menghapus pikiran tentang Changmin. Dia tidak ingin merusak kebersamaannya dengan Yunho. Jaejoong ingin fokus pada kebahagiaannya saat ini.

Jaejoong kembali tersenyum saat Yunho mengangkat wajahnya dari makanan dihadapannya. Tak ada lagi kata diantara mereka, hanya bertukar senyum dan tatapan mata. Namun cukup membuat rona merah tidak ingin beranjak dari pipi mulus Jaejoong.

.

.

 

TBC

hope you enjoy it

jangan lupa komen sebebas bebasnya

kamsa hamnidaaaa~~~

2 thoughts on “BLACK FLOWER/ YUNJAE/ CHAPTER 4

  1. Kyaaaa……manisynya ><
    jaejoong minta maaf sampe segitu nya~
    saking ga baik nya changmin memperlakukan dia kali yak..
    Suie bener bener dah sahabat yang pengertian ~
    dia udah lama temenan ama jaejoong, jadi dia tahu dong jj pacaran ama changmin , tapi dia ngedukung jaejoong deket sama yunho
    oh senangnya :*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s