FF YunJae/Before You Go/YAOI/Part2


Title : Before You Go

Genre : Angst

Rate : PG

Length : 1 of ?

Pairing : YunJae

Cast : All member DBSK

Part : 2

 

Foreword: It’s not about separation.. it’s about waiting the right time to be together again. Because in this world I love you the most rather than myself..

Jaejoong POV

“Boo, mianhae!” katanya sambil mengecup pelan rambutku

Akhirnya dia mau berbicara denganku juga dan kecupan hangat di ujung rambutku terasa begitu menenangkan. Tapi aku hanya memeluk kakiku, tak tau harus mengekspresikan bagaimana perasaanku.

Namun kini ia berdiri, aku tidak tau apa yang akan dia lakukan. Tidak lama dia datang lagi. Dia pun kembali duduk disebelahku, membersihkan serpihan kaca yang ada di kakiku, membasuh dan mengobati lukaku. Aku kini sudah tidak menangis lagi. Perlakuannya membuat hatiku begitu tenang. Tiba-tiba dia mengangkat wajahku lalu dia menghapus buliran air mata yang jatuh membasahi pipiku. Kupandanginya dengan mata sayu ku.

“Yunnie ku sudah kembali” batinku

Boo, mianhae. Maafkan aku boo aku hanya ingin kau dan yang lainnya tetap disini. Aku sangat mencintaimu boo, aku… aku tak bisa hidup tanpamu. Pikirkanlah lagi keputusanmu, tetaplah tinggal disini” Katanya dengan nada memohon

Yun, kau masih belum mengerti ternyata. Aku harus pergi dan itu sudah menjadi keputusan akhir.

“Aku tidak bisa, Yun” Kataku singkat tanpa menjawab kata cinta darinya

“Baiklah kalau itu yang kau mau, pergilah…”

Kata-kata itu.. Aku tau itu sangat menyakitkan bagiku namun bukankah itu yang aku mau? Bukankah aku mau dia merelakan aku pergi?! Lalu dia beranjak pergi meninggalkan ku. Dia keluar dari apartment kami dengan penuh amarah.

“Yun, Saranghae. Nado saranghae” Kataku pelan

 

Kini jam sudah menunjukkan pukul 2 pagi dan dia benar-benar tidak kembali.

“Ya!! Jung Yunho apa kau tidak mau melepas kepergian kekasihmu besok?!” Kataku sambil tertawa miris

Aku kini beranjak dari ruang tamu menuju sebuah ruangan kecil. Ruangan yang penuh dengan memori. Aku membuka pintunya lalu bau khas nya kini menyeruak ke dalam indra penciumanku. Aku memasuki ruangan itu. Kulihat foto kami berdua dan juga foto para member masih tergantung disana. Aku tersenyum memandanginya. Kini aku memutari singgasana tempat kami memadu kasih. Masih lekat di ingatanku bagaimana kami mencuri-curi waktu untuk melakukan hal itu. Mengingatkanya membuat aku tertawa kecil. Kini mataku tertuju pada sebuah boneka rusa. Boneka rusa kesayangan Yunho. Kupeluk dan kusesapi aromanya. Bau Yunnie ku masih menempel disana.

“ Bambi tolong jaga appa mu untukku, ne?!” kataku pada Bambi.

Yunho selalu menganggap bambi adalah anaknya, kadang aku suka cemburu karna Yunho suka sekali memeluk bambi ketika tidur. Yunho ku memang lucu bukan?! Kini buliran air mata jatuh membasahi pipiku lagi.

“Aish pabo Kim Jaejoong, kau begitu lemah!” Kataku sambil memukul kepalaku pelan

Aku tidak mau terbawa suasana maka aku putuskan untuk keluar dari kamarnya.

“Hyung” Kata seseorang memanggilku

“Kau sudah pulang Min?” Kataku pada Changmin

“Ye hyung, kau tidak menungguku kan?”

“Ani” Kataku singkat

“Lalu kenapa kau belum tidur?” Tanya Changmin sedikit khawatir

“Ah aku hanya ingin mengenang apartment ini sebelum aku pergi” Jawabku gelagapan

“Hyung jangan bohong padaku, kau pasti masih memikirkan Yunho hyung kan?”

Aku hanya terdiam

“Yunho hyung hanya butuh waktu untuk mencerna semua ini, aku pun awalnya tidak bisa menerima semua ini tapi setelah Yoochun dan Junsu hyung menjelaskan padaku, aku pun akhirnya mengerti dan aku yakin ini tidaklah lama, iya kan hyung?!”

“Iya Min, gomawo sudah mau mengerti aku, Junsu dan Yoochun. Ini tidak akan lama, setelah masalah ini selesai kita akan kembali berlima lagi, tolong jangan gantikan posisi aku, Junsu dan Yoochun di hati mu ya. Aku akan tetap menjadi umma mu dan kau akan teteap menjadi Minnie ku yang polos dan suka makan” kataku sambil tertawa

“Tentu saja hyung” Jawabmu sambil memelukku

“Oia, mana Junsu dan Yoochun hyung?” Tanyamu sambil melepaskan pelukanmu

“Tadi mereka menelponku kalau malam ini mereka tidak akan pulang karena masih sibuk membereskan barang-barangnya, besok mereka datang untuk menjemput”

“Baiklah, sekarang lebih baik hyung tidur karna besok pagi manager Kim akan datang untuk menjemput hyung”

“Tapi Min, kau temani aku tidur ya?” Pintaku padanya

“Ne, umma” Jawabnya sambil meledekku

 

Yunho POV

“Hah! Jam berapa ini?!”

Kulihat jam sudah menunjukkan pukul 9 pagi.

“Aku pasti ketiduran semalam”Aku yang menyadari diriku masih berada di danau belakang taman kota.

Badannku terasa begitu sakit karna semalaman aku tertidur di jok mobil, tapi itu tidaklah sebanding dengan sakit yang ada di hatiku. Kini pikiranku kembali melayang memikirkan dia. Sekarang waktunya dia pergi, tapi aku enggan menemuinya untuk terakhir kali. Aku enggan melepasnya, aku tak mau hatiku kembali sakit melihat kepergiannya. Melepas kepergiannya saja begitu sakit apalagi menerima kenyataan bahwa TVXQ sudah tak lagi berlima. Tak ada lagi tawa khas dan bercandaan Junsu yang selalu menghibur kami, tak akan ada lagi si jenius Yoochun dalam menciptakan lagu dan tak ada lagi dia…

 

Author POV

Yoochun dan Junsu sudah tiba di apartment TVXQ, mereka sibuk memberikan nasehat dan kata-kata terakhir pada Changmin.

“Min, jaga Yunho hyung untuk kami ya, aku tak mau dia berlarut-larut dalam kesedihan ini. Aku tau ini bukanlah hal yang mudah untuknya, untuk mu dan juga kami. Kita masih bisa berhubungan melalui telpon dan bisa ketemu setiap akhir pekan. Aku tau berbicara seperti ini terlihat seperti kami bertiga akan pergi berlibur saja tetapi memang kami akan kembali. Kau harus menunggu kami dengan sabar dan jadilah dongsaeng yang baik untuk yunho hyung” Kata Junsu berusaha tegar padahal terlihat sekali matanya mulai bekaca-kaca.

Ini memang tidak mudah untuknya, terlihat tegar padahal dalam hatinya begitu hancur. Sebenarnya dia tau apa yang dihadapinya sekarang dan dia tau monster seperti apa Lee Soo Man itu, namun ia tidak mau membuat hati dongsaeng nya itu hancur dengan kenyataan yang akan jauh berbeda dari harapannya. Cukup untuk Junsu menghabiskan waktu semalaman untuk menangis dan bercerita dengan Junho, kembaran Junsu. Karena memang yang membuat Junsu merasa lebih baik adalah Junho, maka dari itu semalam ia memutuskan untuk tidak pulang ke apartment.

“Sudah lah Su, kau harus percaya pada Changmin, dia sudah dewasa dan aku yakin dia dapat mengatur semuanya selama kita pergi” Kata yoochun sambil tersenyum

Mungkin dari luar Yoochun terlihat baik-baik saja namun siapa sangka semalam asma Yoochun sempat kambuh. Penyakit yang tak akan pernah sembuh dan semakin diperparah dengan keadaan Yoochun yang sedang stress saat ini membuat asmanya semakin sering kambuh. Beruntung pada saat itu, Yoo Hwan, adik Yoochun ada di rumah. Sehingga Yoochun bisa tertolong. Namun Yoochun menolak untuk dibawa ke rumah sakit dan lebih memilih untuk dirawat di rumah saja oleh ibunya. Memang di rumah Yoochun terdapat beberapa peralatan rumah sakit, hal ini sengaja dipersiapkan kalau-kalau asma Yoochun kambuh tiba-tiba. Semalaman Yoochun tidur dengan selang oksigen di mulutnya. Sungguh menyedihkan namun ia tak mau keadaanya di ketahui membernya.

Changmin yang pada saat itu mendengarkan nasehat hyungnya hanya tersenyum menanggapinya, dia tau bahwa hyungnya berusaha atau bisa dibilang pura-pura tegar di hadapannya. Mata sembab Junsu yang seolah mengatakan pada Changmin bahwa ia telah mengalami hari-hari yang berat belakangan ini dan juga wajah pucat Yoochun yang tak bisa disembunyikan bahwa faktanya memang hyungnya yang satu itu tidak dalam keadaan yang sehat.

“Hyung jagalah kesehatan kalian, aku disini juga tak mau mendengar kalian sakit.” Kata Changmin sambil menatap Junsu dan Yoochun bergantian

Tiba-tiba Jaejoong muncul dari kamar dan ikut menasehati Changmin.

“Min, ingat ya kau harus makan yang banyak, jangan terlalu cape dan tolong juga ingatkan Yunho untuk makan karna sakit pada perutnya mudah sekali kambuh, jangan lupa kau cek barang-barang kalian sebelum pergi kemanapun, karna Yunho itu sangat pelupa, jangan lupa untuk memperhatikan hyungmu karna Yunho akan bertingkah seperti anak kecil kalau tidak diperhatikan, pastikan kalian hadir tepat waktu di setiap acara karna Yunho pasti akan membuat kalian terlambat karna kebiasaan mandi Yunho yang sangat lama, pastikan Yunho untuk…” kata-kata Jaejoong pun terputus karena Changmin tiba-tiba memeluknya

“Sudah hyung tolong berenti mengucapkan hal itu, kau terlalu mengkhawatirkan kami” Kata Changmin yang kini menangis di pelukan Jaejoong

Tangisan itu.. tangisan itu kini pecah, tak ada lagi kekuatan untuk menahannya. Jaejoong hanya tersenyum sambil memeluk Changmin erat.

“Aku.. Aku akan makan banyak dan memastikan Yunho hyung untuk makan juga, aku akan mengingatkan Yunho hyung untuk membawa barang-barang yang kami perlukan ketika kami akan pergi kemana pun, aku akan memperhatikan Yunho hyung sehingga dia tidak bertingkah seperti anak kecil dan membuat mood para staff jelek, Aku akan menyuruh Yunho hyung mandi 3 jam sebelum kami berangkat agar kami tidak terlambat. Aku akan menggantikan tugasmu hyung!” Kata Changmin seolah menjawab semua kekhawatiran Jaejoong.

“Aku percaya padamu Min, tidak seharusnya aku terlalu khawatir seperti itu” Kata Jaejoong

“Ani, itu wajar hyung” kata changmin sambil terus memeluk Jaejoong seakan tak mau melepaskan Jaejoongdari pelukannya.

Junsu dan Yoochun pun kini ikut memeluk Changmin.

“Aku bangga pada mu Min, teruslah menjadi dongsaeng kebangganku” Kata Yoochun sambil menepuk-nepuk bahu Changmin

Kini perlahan Changmin melepas pelukan Jaejoong. Diusapnya air mata Changmin dengan tangan Jaejoong.

Ting Tong

Terdengar bunyi bell apartmen mereka.

“Biar aku yang buka” Ujar Changmin

“Aaah silahkan masuk manager Kim” kata Changmin mempersilahkan masuk

Kini manager Kim menuju ke ruang tamu tempat member lainnya berkumpul.

“Annyeonghaseyo manager Kim” Kata Jaejoong, Junsu dan Yoochun bersamaan

“Annyeong Jongie, Suie dan Chunnie ~ah” Balas manager Kim

“Jae apakah kau sudah siap?” Tanya manager Kim

“Sudah, sebentar aku ambil barang-barangku dulu di kamar” Jawab Jae sambil berlari kecil menuju kamarnya

“Apa kalian sudah memutuskan tinggal dimana?” Tanya manager Kim kepada Junsu dan Yoochun

“Kami akan tinggal di rumah kami masing-masing sambil melepas kangen dengan keluarga” Jawab Yoochun yang mewakili jawaban Junsu juga.

‘Baiklah kalau ada apa-apa kalian bisa menghubungi aku” kata manager Kim seolah menegaskan bahwa dia ada di pihak member DBSK dan siap membantu mereka.

 

Jaejoong POV

Aku bergegas mengambil barang-barangku di kamar. Sesampainya di kamar aku terdiam sebentar memandangi kamarku, kulihat sisi kanan ruangan ini yang sudah kosong sedangkan sisi kirinya, yaitu tempat tidur dan barang-barang Changmin yang masih berada pada tempatnya.

“Aku pasti sangat merindukan tempat ini” Batinku

Aku keluar kamar dengan membawa barang-barangku yang begitu banyak. Aku sedikit kesusahan, untungnya Changmin menawarkan diri untuk membantuku.

“Apartmen mu sudah siap, Kau yakin tidak mau pulang ke Gongju?” Tanya manager Kim

Aku memang meminta manager Kim untuk mencarikanku apartment karena aku pikir kalau aku pulang ke Gongju ke rumah orang tua ku aku hanya akan menambah beban pikiran mereka, aku butuh waktu sendiri untuk menenangkan pikirannku.

“Tidak, aku ingin tetap tinggal di Seoul saja, aku tidak mau jauh dari memberku” kataku mantap

“Baiklah kalau begitu, apartment mu tinggal menunggu barang-barang mu saja, furniture dan barang-barang yang kau minta sudah tersedia disana” jelas Manager Kim

“Kamshamnida Manager Kim”

Manager Kim memang satu-satunya orang SM yang memihak kami. Dia begitu baik sampai mau mencarikanku apartment dan mengurus semua keperluan kami.

“Mana Yunho?” Pertanyaan Manager Kim membuyarkan lamunanku

“Ah Yunho hyung itu.. dia emm sedang itu… emm” Changmin mencoba menutupi keadaan yang sebenarnya

“Ah aku tau pasti dia masih terpukul, biarkan saja dia, besok pasti dia akan menghubungi kalian. Yunho memang keras kepala tapi lambat laun dia pasti akan bisa menerima alasan kalian.” Kata Manager Kim memaklumi.

“Kuharap juga begitu.” Kataku dalam hati

Aku pun berpamitan pada Changmin dan manager Kim. Junsu dan Yoochun akan membantu ku untuk merapihkan apartment baruku. Berat rasanya meninggalkan apartment, meninggalkan penghuninya dan meninggalkan segala kenangan disana.

 

Yunho POV

Kulihat mobil Yoochun keluar dari basement apartment kami. Walaupun aku tak mau melepas kepergian mereka namun hati ini menolaknya. Lebih baik begini, melepas kepergian mereka dari jauh karna ku rasa aku tak sanggup harus berhadapan langsung dengan mereka. Tak lama mereka meninggalkan apartment kami kulihat mobil manager Kim juga keluar dari sana. Aku pun memutuskan untuk pulang ke apartment.

“Kau sudah pulang hyung, Jaejoong, Yoochun dan Junsu hyung baru saja pergi” Kata Changmin

“Sudahlah Min aku tidak mau membahas masalah ini.” Kataku mencoba agar Changmin berhenti bicara soal mereka

Tiba-tiba Changmin yang tadi duduk di sofa bangkit dan memojokkankuu, kini ia menarik kerah bajuku dengan kasar.

“Ya! Hyung kenapa kau besikap seperti ini sih?! Kau juga harus tau mereka menderita, bukan kau saja yang menderita tapi aku juga! Kenapa kau menghindari masalah ini hah?! Kau harusnya tau hyung ini demi kebaikan mereka, ini tidak akan lama dan kita akan kembali berlima lagi.”

Kurasakan bahwa Changmin benar-benar marah padaku.

“Ya!! Shim Changmin apa yang kau lakukan padaku.” Kataku sambil mendorong tubuh Changmin

“Kau pikir masalah ini akan cepat selesai hah?! Lee Soo Man tidak akan kalah semudah itu Min, dia tidak akan membiarkan mereka menang, dia akan melakukan apa saja untuk menghentikan langkah hyung-hyung mu itu untuk meraih impiannya kembali, dan kita tak mungkin bisa bersama lagi” kataku dengan sedikit berteriak

Kulihat Changmin benar-benar terpukul saat aku mengatakan apa yang ada dipikiranku selama ini. Ia melangkah mundur sedikit menjauhi diriku.

“Mianhae Min, aku tidak bermaksud.. “ Kataku mencoba memperbaiki keadaan

“Mungkin hyung benar, aku terlalu polos aku tidak berfikir sejauh itu, tapi masih ada kemungkinan kan hyung kalau kita bisa kembali lagi?!” Kata Changmin sambil menatap mataku lekat-lekat

“Ya Min, masih ada. Mianhae aku sangat putus asa. Tetapi sejauh apapun TVXQ berpisah kita pasti akan bersama suatu hari nanti. Karena TVXQ adalah tempat yang paling nyaman untuk mereka kembali.” Kataku sambil memeluk Changmin

“Aku seharusnya menjadi hyung yang bisa menguatkan dongsaengnya, aku harusnya bisa menjadi leader yang baik bagi memberku, bukan menghindar dari masalah dan melepas kepergian Yoochun, Junsu dan Jaejoongku begitu saja. Tapi entah mengapa aku merasa seperti dikhianati. Mianhae Min aku belum bisa memaafkan diriku yang pabo ini dan melepas kepergian mereka” kataku dalam hati

Sepanjang hari itu kulewati bersama Changmin hanya terdiam saja. Aku merasa separuh hidupku hilang. Changmin pun tak mau makan seharian ini. Aku hanya membolak-balik channel tv dan tidak berselera untuk menontonnya. Kulihat semua channel tv menampilkan berita perpecahan kami. Akhirnya aku putuskan untuk mematikan tv nya, karena itu hanya membuat mood ku tidak semakin baik.

“Min, makanlah ini sudah pukul 8 malam dan kau belum menyentuh makanan dari tadi siang” Katakku khawatir

“Tidak hyung, aku tidak lapar” Jawab changmin tanpa melihatku

Pandangan matanya kosong, aku belum pernah melihat Changmin seperti ini. Aku pun sedih, walau sesedih apapun sebisa mungkin aku tidak menunjukkan padanya. Aku harus menguatkannya.

Ting Tong..

“Sepertinya ada yang datang, tapi siapa ya yang bertamu malam-malam seperti ini?!” Pikirku

Ketika ku membuka pintu ternyata Manager Kim yang mengnjungi kami.

“Annyeongaseyo Manager Kim, sliahkan masuk” kataku sambil mengulum senyum padanya

Dia terlihat membawa dua kantong plastic besar, sepertinya itu makanan. Mungkin dia mengkhawatirkan kami.

“Changmin~ah aku bawakan makanan untukmu dan juga Yunho” Kata Manager Kim

“Kamshamnida manager Kim” Kata Changmin yang masih tidak mau beranjak dari sofa

Dia terlihat begitu lelah, kini dia kembali menyandarkan kepalanya ke bantalan sofa.

“Ah kau tak usah repot-repot, kami sudah membeli makanan tadi siang, ah iya kenapa kau kesini malam-malam manager Kim? Ada hal penting apa yang ingin kau sampaikan?” tanyaku penuh selidik

“Aku hanya mengecek keadaan kalian saat ini dan aku juga diminta Soo man ssi agar kalian tidak memberikan statement apapun ke media tanpa persetujuannya.”

“ Hmm … dan satu lagi, Ia juga memintaku untuk mengambil ponsel kalian untuk sementara ini” Kata Manager Kim dengan sedikit cemas

“Mwo apa maksudnya?’ Tanyaku sedikit kaget dan mencoba mencerna kembali perkataan manager Kim

Changmin yang sedari tadi tiduran di sofa kini beranjak mendekati ku dan manager Kim, kini ia memasang tampang ‘ada apa ini?!’ seolah menunjukkan bahwa ia mencium bau keanehan di perusahaan yang didirikan Lee soo man itu.

“Soo Man ssi menyuruhku untuk mengambil alih ponsel kalian sementara, beliau tidak mau kalian berhubungan dengan Jaejoong, Yoochun dan Junsu.” Jelas manager Kim

“Kenapa harus begitu? Apa salahnya jika kami menghubungi mereka?” Protes Changmin

“Karena Soo Man ssi takut jika kalian menghubungi mereka berita yang beredar makin simpang siur saja”

“Aku tidak mengerti dengan semua ini, ini tidak masuk akal!”

Changmin pun terlihat makin geram ketika mengatakan hal itu.

‘Sudahlah Min, kita ikuti saja aturan mainnya” Kataku meng-iya-kan permintaan Soo Man ssi

“Ya hyung aku tidak mengerti jalan pikiranmu” Changmin pun langsung pergi meninggalkan aku dan manager Kim di ruang tamu.

“Mianhamnida atas perlakuan Changmin” kataku sambil menundukkan kepalaku.

“Aku memakluminya Yun, Yasudah aku pamit pulang ya, Jika kau ingin menelpon keluargamu kau bisa meminjam ponselku” Kata manager Kim sambil berlalu menuju pintu keluar

“Ye, Kamshamnida” kataku sambil mengantarnya sampai pintu apartmen kami

 

Author POV

Sementara di apartment Jaejoong terdengar dentingan piano yang mengalun lembut juga suara khas dari lead vocal TVXQ itu. Sayup-sayup terdengar lagu stand by you mengiringi malam sunyi yang mengisi kekosongan hati Jaejoong.

Kimi ga sayonara wo tsugezuni dete itta ano hi kara

(Since the day you left without a word of goodbye)

Kono machi no keshiki ya midori ga kawatta ki ga suru yo

(I can feel the scenery has changed Everything is just different)

Kimi no subete ni naritai to kawashita yakusoku mo

(Even the promise I made to become your everything)

Hatasarenai mama omoide ni kawatte shimau

(and the memories we shared are no longer the same)

Hitori kiri de kimi ga naita ano toki

(When tears were running down your cheeks)

Sugu ni tonde ikeba ima mo mada kimi wa boku no yoko ni ite kureta

(if only I had run to you and wiped it away, would you still be my side?)

Dekiru naraba mou ichido iitakatta daisuki tte

(If another chance would come I would tell you)

Kimi he no omoi wo afure dashita kotoba wa mou ima wa todokana

(I would tell you that I love you but the words that contain my overflowing feelings)

 

Tiba-tiba tenggorokan Jaejoong terasa tercekat, dia tidak bisa melanjutkan lyric lagu itu lagi. Kini ia hanya terdiam, memejamkan mata dan kini bulir air mata kembali membasahi pipinya. Ia bangkit dari tempat duduknya, namun tak ada lagi kekuatan yang dapat menopang dirinya. Ia pun terjatuh di lantai. Menangis sejadi-jadinya.

“Yunho~yah… ketika air mata ini kembali jatuh ke pipiku, maukan kau datang untuk menyekanya? Maukan kau tetap di sisi ku? Sugu ni tonde ikeba ima mo mada kimi wa boku no yoko ni ite kureta?! Mau kah kau?! Jawab aku Yunho!!! Jawab aku bear! Jawab aku…!” Teriakan jaejoong pun memenuhi seisi apartmentnya.

“Saranghae Yun, Jeongmal Saranghae.”

______________________________________________TBC__________________________________________

 

Ps: I hope everyone that read my FF can give me feedback by comment.  Because your comment like oxygen😄 Gomawo~^^

One thought on “FF YunJae/Before You Go/YAOI/Part2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s