You Might Find (chapter 1) by : xiulian16


Title : You Might Find.. (chapter 1)

Author : parkririn1611

Main cast : Kim Jaejoong, Jung Yunho

Summary : “Bagaimana jika pertemuan kita ini salah satu rancangan rahasia Tuhan yang berhasil?”

 

* * * * * * * * * *

 

From author :

Oh astaga, saya tahu sekali jika saya hiatus lama dan hinga berbulan-bulan, dan kini kembali dengan chapter pertama yang sangat sangat pendek. Mianhamnida *bow*.. Saya sibuk bekerja dan rasanya jika malam hari pulang untuk membuka laptop dan menulis, saya nggak punya lagi tenaga dan memilih untuk tidur saja.

Tapi saya janji chapter selanjutnya akan lebih panjang. Oke?

Jadi bagaimana jika kalian memberikan saya satu review untuk membangkitkan semangat saya?😉

Peluk cium ({}) :*

 

* * * * * * * * * *

 

Pagi hari yang cerah di Seoul. Udara tidak terlalu dingin, tapi tidak juga panas. Matahari juga tidak terlalu terik. Seluruh penjuru kota dihiasi pohon maple yang mulai mengganti warna daunnya menjadi merah, jingga, kuning, dan coklat. Jalanan kota tidak terlalu padat dan tanpa polusi. Sungguh suasana musim gugur yang tenang, bukan?

Tapi tidak dengan laki-laki satu ini. Tidak penting musim apa yang sedang berjalan sekarang. Tidak penting hari ini cerah. Tidak juga peduli jalanan padat atau tidak. Dia bahkan tidak peduli pada orang-orang yang kini terus-terusan menatap kagum, melambaikan tangan, dan berbondong-bondong memberinya hadiah. Dia sama sekali tidak peduli.

Yang ia tahu hanyalah ketika ia membuka matanya di pagi hari, dunianya… gelap, suram, menyedihkan, memilukan, ah, pokoknya dia tidak suka kehidupannya sekarang!

Tapi dia paling suka pergi ke atap sekolah. Jika disuruh memilih antara pergi ke Everland atau ke atap sekolah, tentu dia akan memilih berdiam diri di sana, bahkan jika perlu mendirikan tenda dan menginap di sana.

Jadi, pagi ini pun akan sama dengan pagi yang lainnya. Dia akan pergi ke atap dan duduk di salah satu sudut yang menghadap ke jalan raya dan diam. Memejamkan matanya untuk beberapa saat menikmati suasana tenang untuk dirinya sendiri. Sebelum…

“Yo, Kim Jaejoong noona!”

Masih dengan menutup matanya, Jaejoong mengeram pelan. Merasa pagi harinya yang tenang terganggu dengan teriakan melengking dari bocah dua tahun dibawahnya ini, Jaejoong membuka mata cepat dan melemparkan tatapan tajamnya.

“Wow, tenang ya. Ok. Baiklah. Kita ulangi—“

Changmin –bocah dengan suara melengking tadi- berlari kecil menuju pintu dan mulai menirukan ulang adegan menyapa sedikit berteriaknya tadi, “Yo, Kim Jaejoong hyung!”

Yang disapa hanya menghela napas kasar karena berpikir tingkah Changmin konyol sekali dan tidak sama sekali dapat merubah moodnya. Masih dengan cengirannya, Changmin menempatkan dirinya duduk di samping Jaejoong.

“Hyung, pagi ini kau galak sekali sih..” goda Changmin.

“Tutup mulutmu, Shim Changmin.”

“Kenapa memangnya? Aku mengatakan yang sebenarnya kan?”

Jaejoong mengeram sekali lagi. Satu-satunya orang yang berani dengan kurang ajarnya mengganggu hari-hari Jaejoong adalah Changmin. Mereka saudara sepupu dan sedari kecil sudah bermain bersama. Hanya saja ya seperti inilah mereka. Jika Jaejoong menyukai tempat yang sepi, maka Changmin lebih suka tempat yang ramai. Jika Jaejoong selalu menatap dengan pandangan yang tajam, Changmin akan menunjukan mata berkilau dan senyuman manisnya.

Mereka 180 derajat berbeda sifat, tapi keduanya sama-sama memiliki otak yang encer. Jika Changmin yang selalu menjadi juara umum diangkatannya, maka Jaejoong lah yang akan menjadi juara umum diangkatannya sendiri.

“Oh, astaga. Aku berniat untuk sedikit merubah moodku pagi ini, tapi kau datang dan malah semakin mengancurkannya.”

“Memang itu tujuanku, Ratu Tawon~~”

Changmin terkikik sambil merangkul bahu Jaejoong, dia suka sekali mengganggu Jaejoong dan membuatnya kesal. Sebenarnya Changmin mengenal Jaejoong luar dalam, dia tahu pasti kebiasaan dari seorang Kim Jaejoong itu seperti apa. Dan dia juga tahu jika bagaimana pun dia mengodai Jaejoong sepanjang hari, Jaejoong tidak akan pernah marah sungguhan padanya.

“Shim Changmin sialan!” desis Jaejoong sambil menghempaskan lengan Changmin yang bertengger dibahunya.

“Hei, tunggu! Kau ini.. Seluruh Korea bisa saja mendapat serangan jantung ringan jika tahu putra mahkota mereka yang sangat dipuja lebih suka mengeluarkan kata-kata buruk begitu.”

Ya. Jika kalian ingin tahu siapa Kim Jaejoong ini, dia adalah seorang putra mahkota Korea Selatan. Wajahnya sangat tampan –malah cenderung cantik-, kulitnya halus, bibirnya seksi, badannya proposional –maksudku untuk ukuran wanita-, dan rambutnya berwarna coklat. Seperti yang ku katakan barusan jika Jaejoong lebih terlihat seperti perempuan dibandingkan lelaki, tapi tetap saja, dia seorang putra mahkota. Ingat itu.

“Pergi saja ke neraka!” Jaejoong berteriak tanpa menoleh kepada Changmin yang berusaha menyusulnya.

 

* * * * * * * * * *

 

Jaejoong masuk ke dalam kelasnya diiringi dengan bisik-bisik teman kelasnya. Sekilas Jaejoong mengerutkan kedua alisnya karena biasanya ia mendengar orang-orang akan membicarakannya, tapi hari ini tidak. Samar-samar dia mendengar ‘pindahan’ dan ‘tubuhnya atletis’. Jaejoong mengangkat kedua bahunya cepat karena tidak peduli dan langsung menuju tempat duduknya, bangku paling belakang dekat jendela.

“Selamat pagi, anak-anak!”

Han sonsaengnim masuk tiba-tiba dan membuat kelas menjadi gaduh karena yang lain terburu-buru menempati tempat duduk mereka masing-masing. Tapi suasana hening itu hanya bertahan 5 detik karena kini para siswa baru menyadari seseorang yang berdiri disamping Han sonsaengnim. Jaejoong juga menyadari sosok itu tapi matanya dengan cepat kembali menekuni buku yang berada dimejanya, seakan sama sekali tidak peduli dengan siapa yang dibawa Han sonsaengnim asakan tidak mengganggunya.

“Hari ini kalian kedatangan teman baru dari Gwangju. Nah, silahkan perkenalkan dirimu.”

“Ah, ne. Annyeonghaseyo, Jung Yunho imnida. Senang bergabung dengan kalian di kelas ini!”

Jaejoong berdecak pelan karena lagi-lagi merasa terganggu dan kali ini karena pekikan siswi di kelasnya kala si anak baru Gwangju –begitu yang Jaejoong tangkap- memperkenalkan diri. Jaejoong baru saja akan melanjutkan bacaannya yang tertunda karena tahu-tahu si anak baru Gwangju duduk di sebelah bangkunya dan memperkenalkan dirinya, oh astaga, dan anak baru ini menyalami tangan Jaejoong. Bahkan penghuni sekolah yang lain pun tidak berani menyentuhnya sedikit pun.

“Annyeonghaseyo, Jung Yunho imnida!”

Jaejoong yang kaget karena Yunho menyalaminya, langsung menghempaskan tangan Yunho dan berdesis padanya, “Kau ini apa-apaan? Cepat duduk dan perhatikan guru di depan!”

Tapi sepertinya Yunho tidak begitu peduli dengan amukan Jaejoong dan malah semakin memandangi wajah Jaejoong.

“Ini mimpi ya? Aku bisa duduk bersebelahan dengan putra mahkota..”

“Aku juga. Sepertinya bermimpi buruk jika duduk dengan laki-laki banyak omong dan banyak gaya sepertimu.”

Jaejoong jadi kesal sendiri. Bagaimana bisa si anak baru ini masuk di sekolah yang sama dengannya. Hei, sekolah ini adalah sekolah elit nomor satu di Korea Selatan, hanya diisi oleh anak-anak yang memiliki ekonomi keluarga sangat mampu. Walaupun ya 15% persennya juga diisi oleh siswa yang mendapat beasiswa. Tapi Jaejoong benar-benar tidak percaya jika anak baru disebelahnya ini dari keluarga mampu ataupun mendapat beasiswa. Karena dia sangat ribut, mengganggu, dan –walaupun Jaejoong tahu wajah anak baru ini tampan- gayanya urakan sekali.

Jaejoong memandang Yunho dari atas sampai bawah. Seragam yang tidak dimasukan, kancing yang dibuka dua, dasi yang tidak dipasang dengan benar, dan sepatu merah menyala yang merusak pandangan Jaejoong. Jaejoong mendesah pasrah dan kembali pada bacaannya, malas untuk meladeni makhluk di sebelahnya.

“Eiii, putra mahkota tidak seharusnya berbicara kasar begitu. Kau kan akan menjadi tokoh penting negara ini suatu hari, harusnya kau lebih banyak tersenyum, ramah—“

“Lebih baik kau perhatikan guru di depan kalau tidak mau nilaimu C terus!” geram Jaejoong.

“Kau ini putra mahkota merangkap peramal ya? Tahu saja nilaiku selalu C..”

“Terlihat jelas dari wajah bodohmu itu.”

“Wah wah wah, kau memperhatikan wajah tampanku ini ya?”

Yunho menaik-turunkan sebelah alisnya berniat untuk menggoda Jaejoong, tetapi malah mendapat amukan dari Jaejoong, sebuah buku mendarat di kepalanya.

“Han sonsaengnim, saya izin ke toilet!”

Tak tahan dengan suara Yunho, Jaejoong memilih keluar kelas dan meninggalkan Yunho yang kini bengong menatapnya keluar kelas.

 

* * * * * * * * * *

 To Be Continued..

3 thoughts on “You Might Find (chapter 1) by : xiulian16

  1. Annyeong…
    Saya Reader baru, numpang ngubek” n baca ff di sini ya…
    Jj jadi putra mahkota kebayang gimana berkilau nya dia tapi si appa nilai nya c beneran ?
    Oh my ..
    Ga sabar nunggu lanjutan nya ..
    Hwaiting author!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s