FF YunJae/Beating Heart/YAOI/Part1


Title : Beating Heart

Genre : Romance

Rate : PG 13

Pairing : YunJae

Cast :

Author: Yunhaneul aka YR

Soundtrack : Beating Heart – Ellie Goulding

JAEJOONG POV

Matahari terasa begitu terik pagi ini. Sinarnya langsung menyororti setiap langkahku yang mengantarkanku ke suatu tempat. Beberapa bulir keringat mulai menghujani wajahku. Tinggal beberapa meter lagi aku sampai ke tempat tujuan, namun rasanya langkahku semakin berat saja.

“Sigh” Aku hanya bisa menghela napasku setelah sampai di tempat tersebut.

Kutatap sebuah papan nama di atas tempat tersebut

“Daehanminguk Yukgun” gumamku

*(Angkatan Darat Republik Korea)

Aku hanya bisa menelan ludah ketika membaca papan nama tersebut. Aku putuskan untuk melangkah ke dalam.

“Sudah terlanjur..” Pikirku

Setelah sampai di dalam aku sedikit bingung namun kulihat banyak pemuda yang berkumpul di depan ruangan. Ternyata itu adalah ruang perekrutan militer. Aku pikir tujuan mereka pun sama dengan tujuanku. Kuputuskan untuk mengikuti mereka kemudian memasuki ruangan tersebut. Di depan ruangan tersebut sudah dijaga seorang prajurit yang bertugas untuk menanyakan identitas orang yang akan masuk ke dalam ruangan.

“Siapa nama anda?” Tanya petugas tersebut

“Kim Jaejoong” kataku singkat

“Bisa tunjukkan ID dan surat pengantarnya?”

Aku merogoh tasku kemudian kuberikan ID dan surat pengantar yang ia minta.

“Kim Jaejoong-ssi silahkan masuk dan tunggu nama anda dipanggil” katanya sambil menunjuk ke arah kursi-kursi yang memang disediakan untuk menunggu.

Kini aku masuk ke ruangan itu tanpa pikir panjang. Ruang perekrutan Angkatan Darat ini sangat besar. Mereka menggunakan hall sebagai tempat registrasi. Terdapat sekitar 500 kursi yang tertata rapi. Sepuluh kursi berderet ke samping dan sekitar lima puluh kursi berderet ke belakang. Juga terdapat 10 meja registrasi di bagian paling depan hall. Hall ini terlihat begitu ramai. Walaupun hall ini besar namun tak banyak bangku kosong yang tersisa. Setelah mengamati situasi hall tersebut kini pikiranku beralih ke sebuah pertanyaan.

“Dimana aku duduk?”

Setelah beberapa menit mencari tempat yang menurutku pas untuk menunggu, aku putuskan untuk duduk di bangku terdepan.

“Apa bangku ini kosong?” Tanyaku pada seseorang yang duduk tepat di sebelahku

“Ya ini kosong. Silahkan saja kau duduk” katanya mempersilahkanku sambil tersenyum ramah.

Aku membalas senyumnya kemudian duduk di bangku tersebut.

“Sepertinya ini saatnya aku mencari teman.” Pikirku sambil memutuskan untuk berkenalan dengannya.

“Hmmm Annyeong~ namaku Kim Jaejoong.” Kataku menyodorkan tanganku

“Annyeong~ Jaejoong~ssi. Namaku Park Yoochun.” Katanya sambil menyambut tanganku dan menyunggingkan senyumnya kembali yang menurutku senyumnya dapat melelehkan hati para wanita.

“Untung aku namja” gumamku

“Waeyo Jaejoong~ssi?” Tanya Yoochun

“Ah~ aniya haha” Kataku gugup

“Pabo Kim Jaejoong~!” Kataku mengutuk dalam hati.

“Kau berasal dari mana Jaejoong~ssi?” Tanya Yoochun

“Aku berasal dari Cheongju, kau?” Tanyaku singkat

“Aku berasal dari Seoul tepatnya di daerah Gangnam.”

Mendengar jawabannya aku hanya mengangguk.

Ternyata Yoochun berasal dari orang tua bergolongan Chaebol.(*sebutan untuk orang kaya yang berasal dari gangnam). Ia tak hanya tampan namun juga kaya. Aku jamin dia akan masuk tingkatan nomor empat. Tapi aku juga tampan. Mungkin aku akan bersama dia menjalani kegiatan ini. Walaupun kegiatan ini menyebalkan namun jika aku masuk tingkatan empat ini tidak akan menjadi dua tahun yang berat bagiku. Aku hanya duduk di belakang meja, melakukan pekerjaan sosial, dan mempunyai banyak waktu luang.

“Jaejoong~ssi..” Panggil Yoochun

Kini ia membuyarkan semua lamunanku

“Kau terlihat sangat tegang. Santailah sedikit. Walaupun menjalani wajib militer menjadi hal yang paling menakutkan untuk semua laki-laki di Korea, namun ini bukanlah akhir dari segalanya.” Kata Yoochun coba memberi sedikit semangat untukku.

“Ah ye..” Kataku singkat

Sepertinya dia tau betul bahwa aku sangat frustasi menghadapi wajib militer ini.

“Jaejoong~ssi aku duluan, namaku sudah dipanggil.” katanya sambil menuju ke meja registrasi

Aku hanya melambaikan tanganku sambil tersenyum.

Aku kembali merasa gugup. Aku memikirkan bagaimana jika aku harus masuk ke tingkatan 1 wajib militer. Dimana aku akan berdiri di barisan terdepan sebagai prajurit dan melakukan latihan fisik dan senjata layaknya prajurit Angkatan Darat Seoul. Di Seoul sendiri Wamil terdiri dari 4 tingkatan. Tingkatan 1 yaitu tingkatan yang paling menakutkan karna para wajib militer harus membela negaranya langsung di medan perang, kemudian tingakatan 2, 3 , dan 4 yang masing-masing memiliki tugas dan tanggung jawab yang berbeda namun tidak begitu menakutkan seperti tingkatan 1. Namun seringan-ringannya tugas wajib militer di Seoul tetap saja wamil menjadi momok yang paling menakutkan bagi seluruh laki-laki di Korea. Semua laki-laki diwajibkan untuk mengikuti Wamil, kecuali Orang cacat, Ilmuan, Orang yang berjasa bagi negaranya, kriminal, orang yang mengalami cedera fisik, jika orang tsb sebagai pencari nafkah utama, jika ia sudah menikah dan tidak memiliki anak laki-laki, dan jika Ia anak tunggal / hanya anak laki-laki sebagai penerus warisan keluarga. Dan dalam situasi seperti ini aku berharap aku anak tunggal pewaris kekayaan orang tuaku. Namun sayangnya aku hanya anak sebatang kara yang berusaha menghidupi diriku sendiri. Eomma dan Appaku sudah meninggal dua tahun lalu karna kecelakaan mobil. Mereka tidak mewarisi apa-apa padaku karna memang orang tuaku hanya seorang pengantar sayur. Mereka bertugas mengantar sayur dari sebuah desa kecil di Cheongju ke pusat kota Cheongju. Ketika mereka meninggal, aku harus melanjutkan pekerjaan mereka.

“Kim Jaejoong~” Panggil seorang petugas

Aku sedikit kaget mendengar namaku di panggil. Kemudian aku pelan-pelan bangkit dari tempat dudukku. Kini aku melangkah pelan namun pasti menuju asal suara tersebut.

“Saya kim Jaejoong.” Kataku pada petugas tersebut.

“Kim Jaejoong, 22 tahun, asal Cheongju. Kau masuk tingkatan 1.”

Kata-kata petugas itu membuat lututku lemas seketika.

“Ini pakaianmu selama kau menjadi prajurit. Ganti bajumu sekarang kemudian pergi ke lapangan parkir. Dari sana kalian akan bersama-sama menuju Pulau Chengju.” Katanya memerintahkanku.

Aku langsung mengambil pakaian tersebut kemudian berjalan menuju toilet.

Kulihat Yoochun baru saja keluar toilet dan menuju sebuah barisan di depan hall. Ternyata itu barisan tingkatan 4. Bagi tingkat 4 mereka bertugas hanya di Seoul.

Aku bergegas mengganti pakaiannku dan berlari menuju lapangan parkir.

Di lapangan parkir terlihat seorang komandan dan beberapa prajurit. Komandan itu menyuruhku untuk segera masuk ke dalam barisan.

“Baiklah para prajurit tingkat 1, sebentar lagi kalian akan melakukan perjalanan menuju pulau Chengju. Disana kalian akan melakukan latihan militer bersama prajurit Angkatan Darat yang lain. Jadi persiapkan mental kalian mulai dari sekarang! Sekarang masuklah ke truk pengangkut prajurit dari barisan paling kanan!” Perintah Komandan

Satu persatu prajurit kemudian menaiki truk tersebut. Kini giliranku naik. Aku duduk di truk bagian paling belakang. Selama perjalanan semua prajurit hanya terdiam. Sepertinya mereka juga masih terhanyut dengan pikiran mereka sendiri. Siapa yang tidak frustasi jika kenyataanya kalian harus hidup jauh lebih keras dibanding biasanya, mempertaruhkan nyawa dan juga meninggalkan keluarga. Pulau Chengju sendiri adalah pulau utama di daratan Korea Selatan yang berbatasan langsung dengan Korea Utara.

“Hei makanlah ini..” Kata sesorang yang membuyarkan lamunanku.

Kulihat ia menwariku sekotak yagwa yang ia bawa.

“Ah ye kamshamnida~” kataku sambil mengambil sebuah yagwa kemudian memakannya

“Merasa lebih baik?” Katanya dengan suara yang terdengar cempreng sedikit mirip lumba-lumba

“Ya, tentu saja. Terima kasih ..” Kataku sambil mengerutkan dahi sambil membuat gesture seakan menanyakan namanya.

“Junsu, namaku Kim Junsu.”

“Ah ye Junsu~ssi, namaku Kim Jaejoong.” Kataku memperkenalkan diri

Setelah kami masing-masing memperkenalkan diri, akhirnya sepanjang perjalanan menuju pulau Chengju kami habiskan dengan mengobrol mengenal satu sama lain.

——————————————————————————————————————————————————

Pukul 08.30 pm KST

Perjalanan dari Seoul menuju Pulau Chengju menghabiskan waktu 10 jam. Kini truk pengangkut prajurit mulai memasuki kawasan pelatihan Angkatan Darat Militer Korea Selatan. Sekitar 2 km dari kawasan pelatihan aku dapat melihat Korean Demilitarized Zone (DMZ) atau kawasan perbatasan Korea Selatan dengan Korea Utara. Karena malam hari, maka pemandangan di perbatasan tersebut tidak begitu jelas terlihat namun tetap dijaga ketat oleh prajurit dari masing-masing Negara.

“ Junsu~yah bangunlah, kita sudah sampai.” Kataku coba membangunkan Junsu yang tertidur karena kelelahan.

Akhirnya truk pengangkut prajurit berhenti di sebuah lapangan besar. Kami semua turun kemudian kembali berbaris.

“Selamat datang para wajib militer tingkat 1, kalian di sini akan bergabung dengan prajurit Angkatan Darat Militer dan juga prajurit R.T.O.C. Besok pagi kalian akan mulai apel pagi dan latihan fisik. Setelah ini kalian makan malam bersama dan kembali ke barak untuk beristirahat” Perintah Komandan

——————————————————————————–tbc——————————————————————

Notes: endingnya kentang banget ya? terus pendek banget lagi😦 Mian~ ya mudah-mudahan ada yang penasaran terus nungguin lanjutannya. janganlupa comment ya XD~ gomawo readers~deul. Chu~<3

2 thoughts on “FF YunJae/Beating Heart/YAOI/Part1

  1. Wah tentang wamil ,kereen..
    Bakal ada perang” an sama korut kah? Appa yun belum muncul ,bakal jadi tim lawan kah? Atau satu tim ama jj..
    Penasaran Lah ..
    Di tunggu selalu lanjutanya author yang baik hati
    fighting! ><

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s