You Might Find (chapter 2) by : xiulian16


Title : You Might Find.. (chapter 2)

Author : parkririn1611

Main cast : Kim Jaejoong, Jung Yunho

Summary : “Bagaimana jika pertemuan kita ini salah satu rancangan rahasia Tuhan yang berhasil?”

 

* * * * * * * * * *

From author :

Mmm.. Annyeong^^ Sebelumnya saya mau ngucapin makasih sama yang udah review chapter pertama. Saya tahu deh, kalau saya bikin ff selalu nggak punya kesan yang cukup berarti, tapi saya akan terus belajar kok, hihi. Jadi sabar saja ya kalau kalian lagi-lagi menemukan kecacatan di ff saya. Hahaha. Peluk cium ({}) :*

Maaf juga untuk eonnideul dan oppa fanficyunjae fam, karena saya selalu telat update ff. Mianhamnida *bow* *bow*

 

* * * * * * * * * *

Jaejoong tidak kembali ke kelasnya setelah meminta izin keluar untuk pergi ke toilet, dia benar-benar kesal. Jadi sekarang dia hanya mengaduk-aduk cappuccino-nya yang baru saja diantarkan oleh bibi kantin, menatap halaman belakang sekolah dengan pandangan kosong. Tidak peduli setelah ini nilainya berkurang karena membolos pelajaran, tidak peduli jika ayahnya tahu dan kembali menghukumnya, yang penting saat ini saja Jaejoong akan merasa nyaman dengan kesendiriannya di kantin. Dan oh, tanpa ocehan si anak baru Gwangju tentu saja.

Dalam lamunannya Jaejoong membayangkan dirinya dapat pergi liburan ke sebuah tujuan wisata yang terkenal, Paris misalnya, atau Los Angeles juga boleh, Alexandria pasti menyenangkan juga. Tapi itu semua hanya dalam bayangannya saja. Ayahnya tentu tidak akan pernah mengizinkannya pergi liburan, walaupun saat itu juga sekolah libur. Ayah Jaejoong –Sang Raja- pasti akan mengisi jadwal kosong Jaejoong dengan jadwal super padat.

Jaejoong tidak boleh bermain kemana-mana, cukup di dalam istana saja dan itu pun hanya bersama Changmin. Setiap hari setelah kegiatan sekolah dia akan pergi les. Les anggar, les tata krama kerajaan, les musik, menghadiri jamuan kerajaan, mempelajari sejarah kerajaan. Bahkan Jaejoong sedikit demi sedikit juga mulai ikut andil dalam mengurus segala persoalan kerajaan. Semua hal itu sangat menyita waktu Jaejoong, terkadang dia cukup stres menghadapi itu semua, tapi mau bagaimana lagi? Daripada dihukum Sang Raja?

“Noona cantik~~!”

Lamunan Jaejoong buyar mendengar suara melengking Changmin, dan lagi-lagi dia hanya bisa melengos ketika Changmin memanggilnya dnegna sebutan noona.

“Aigoo, aku dengar dari siswi-siswi si tukang gosip kalau kau membolos pelajaran Han sonsaengnim ya? Ckckck, kau mau reputasimu menurun, hyung?”

“Aku tidak peduli dengan reputasiku.”

“Ya aku tahu, hyung, tentu saja kau tidak peduli. Mau kau membolos atau tidur di kelas sepanjang hari pun kau akan tetap terkenal karena wajah cantikmu ini kan?”

“Ya! Aku tidak cantik!”

Jaejoong segera menjawab dengan sedikit berteriak karena Changmin menggodanya kembali. Jaejoong kesal lagi, kenapa memangnya dengan wajahnya? Kenapa semua orang mengatakan kalau dirinya ini cantik? Padahal dia sering berkaca dan melihat jika wajahnya tampan, ya.. umm.. walaupun kadar tampannya hanya 50%, tapi Jaejoong kira selebihnya dia hanya terlalu mempesona, bukan cantik!

“Hahaha, iya-iya, hyung ini sensitif terus sih? Sudah makan, hyung? Aku lapar tapi pesananku belum datang, uh!” Changmin mengeluh pada Jaejoong dan menyenderkan kepalanya di bahu Jaejoong.

Jaejoong mendengus,”Kau ini makan saja yang dipikirkan! Pikirkan juga perusahaan ayahmu sana!”

Changmin hanya menggerutu mendengar Jaejoong yang balasnya.

“Hai, Putra Mahkota! Boleh aku duduk di sini? Boleh ya!”

Baru saja Jaejoong membuka mulutnya untuk memaki orang yang seenaknya berteriak di sampingnya, tiba-tiba dia dikejutkan dengan Yunho yang langsung mengambil tempat duduk tepat dihadapan Jaejoong. “Dasar urakan!”, maki Jaejoong dalam hati.

“Kau kenapa tidak kembali dalam kelas lagi? Padahal aku menunggumu loh. Aku tidak tahu jika putra mahkota bisa membolos juga. Haha!” Yunho mencecar Jaejoong dengan mulut yang penuh dengan makanan.

“Hyung ini siapa?”

Yunho menghentikan makannya begitu menyadari jika ada seseorang lain yang berada di meja tempat dia makan sekarang. Shim Changmin, hoobae tingkat 1, sepupu Jaejoong. Yunho tahu itu karena siswi-siswi yang mengerubunginya di kelas tadi, mau saja memberikan beberapa informasi mengenai Jaejoong. Indahnya jadi orang terkenal bukan?

“Oh, mian. Kau Changmin kan? Sepupu Jaejoong? Aku Jung Yunho, siswa pindahan baru dari Gwangju, teman sekelas Jaejoong.” Yunho memperkenalkan dirinya sambil mengulurkan tangan.

“Ah, murid pindahan itu..” Changmin menjabat tangan Yunho,”Hyung terkenal sekali, sampai gadis-gadis di kelasku juga membicarakan, hyung.”

“Benarkah? Wah, berarti aku ini tampan sekali ya, sampai-sampai bisa langsung menjadi pusat perhatian!”

“Cih, dalam mimpimu saja jadi pusat perhatian!”

Changmin menolehkan kepalanya ke arah Jaejoong mendengar umpatan kecil dari kakak sepupunya itu,”Aigoo~ Ratu Tawon kita merasa tersaingi ya popularitasnya?”

“Diam kau, Changmin!”

“Pfft. Hahahaha, kenapa kau panggil Jaejoong dengan sebutan Ratu Tawon?” Yunho tertawa tertahan sembari membayangkan Jaejoong yang jadi ratu tawon dengan baju loreng hitam-kuning, ditambah dengan buntu lancipnya.

“Hyung ini, kau bisa lihat kan kalau Jaejoong hyung ini sangat cantik seperti ratu, walaupun kenyataannya dia adalah seorang putra mahkota. Dan juga jangan berani-berani mengganggunya kalau tidak mau merasakan sengatan dari bibir pedasnya!”

“Hahahahahahaha!”

Yunho semakin tertawa mendengar penjelasan Changmin yang menurutnya sangat menggambar Jaejoong yang cantik dan suka marah-marah itu. Jaejoong yang sedari tadi dibicarakan kini amarahnya berada diubun-ubun dan tanpa berkata apa-apa menggebrak meja dan pergi meninggalkan Changmin yang mengangkat bahunya sekilas dan Yunho yang masih tertawa terpingkal.

 

* * * * * * * * * *

 

Jaejoong membungkuk dihadapan Ayah dan Ibunya ketika ia memasuki rumah kediaman kerajaan dan melihat mereka sedang berbincang di ruang tamu,”Aku pulang..”

“Oh, Kau sudah pulang, Sayang? Bagaimana dengan harimu di sekolah? Menyenangkan?”

Ibu Jaejoong, Xi Luhan, istri sang raja. Wanita anggun keturunan Cina-Korea, memiliki wajah yang cantik bagaikan dewi, kulitnya halus, tubuhnya proposional, kepribadiannya sangat lembut, dan sangat menyayangi Jaejoong. Setiap hari ratu akan ikut memantau kegiatan Jaejoong bahkan jika sempat, malam hari ia akan pergi ke kamar Jaejoong sekedar untuk memberi ciuman selamat tidur di kening Jaejoong.

“Ganti pakaianmu dan segera temui Paman Yoochun untuk mengurus keuangan kerajaan!”

Ayah Jaejoong, Kim Sehun, sang raja. Semua wanita di Seoul pasti sangat mengidolakan figur seorang raja yang sangat tampan, berwibawa, dan penuh dengan kharisma ini. Raja memiliki wajah dengan rahang yang tajam, matanya tajam, hidungnya mancung, dan kulitnya begitu putih –mirip orang yang albino sebenarnya-.

“Kenapa bukan kau saja yang menemani dia? Kau kan sedang tidak ada keperluan apapun—“

“Ada Yoochun yang menemaninya.”

“Tapi, Sehun.. Setidaknya sekali-kali kau temani putra kita melakukan tugasnya. Kau bilang dia harus jadi penerusmu yang akan selalu diingat oleh seluruh warga Korea.”

“Dia sudah dewasa.”

“Sehun!”

“Bisakah kau diam, Luhan? Aku pusing dan baru saja pulang, aku ingin istirahat tapi kau lagi-lagi memicu pertengkaran!”

“Ini tentang anak kita juga!”

“Demi Tuhan dia 18 tahun!”

“Sehun sampai kapan kau bersikap dingin pada anakmu?!”

“Aku tidak bersikap dingin, tapi aku tegas supaya dia tidak malas!”

Cukup. Jaejoong memejamkan matanya erat dan mengepalkan kedua tangannya sampai-sampai buku jari-jari tangannya memutih. Inilah yang menjadi tambahan daftar betapa suram hari-harinya, mendengar kedua orangtuanya bertengkar. Dia tidak mengerti mengapa orang dewasa senang sekali bertengkar untuk hal-hal yang tidak penting? Memangnya hanya dia saja sumber masalah yang menjadi bahan pertengkaran?

Selalu saja ketika Ayah dan Ibunya mulai membicarakan dirinya, akan selalu ada pertengkaran kecil. Entah Ayah atau Ibunya yang memulai pertengkaran itu, tapi pada akhirnya Ibunya yang akan berakhir meminta maaf dan menangis.

Jaejoong menunduk lagi kepada orangtuanya meskipun mereka tidak menatapnya dan meneruskan pertengkaran mereka, kemudian dia berlari kecil memasuki kamarnya dan membaringkan tubuhnya yang lelah. Setetes air mata kembali mengalir dipipi putih Jaejoong.

 

* * * * * * * * * *

 

“Pagi, putra mahkota!!”

Jaejoong diam. Dia tahu bukan Changmin kali ini yang mengganggu paginya yang tenang. Tapi si anak baru Gwangju. Yoonhu? Yuno? Yun—ah! Masa bodoh tentang namanya, Jaejoong malas untuk sekedar mengingat nama si anak baru.

“Hei, pagi-pagi jangan bermalasan di mejamu. Harusnya kau berjalan keliling sekolah, menunjukkan kharismamu sebagai putra mahkota!”

Ingatkan Jaejoong untuk sekali-kali memplester bibir Yunho supaya tidak sembarang bicara terus. Dia tidak merespon Yunho dan tetap menidurkan kepalanya di meja menatap pohon Ek tua yang menghadap jendela kelasnya. Dia mendengar Yunho mendengus sebal, dan merasakan jemari Yunho yang menusuk-nusuk bahunya.

“Bisakah kau diam?”

Jaejoong menahan amarahnya, berusaha tenang dan menyuruh Yunho diam meskipun suaranya tetap saja kedengaran sedikit mengeram.

“Kau kenapa? Kenapa seperti kehilangan energi begitu? Biasanya ku marah-marah”

“Kau tidka perlu tahu.”

“Kan kita teman—“

Belum Yunho melanjutkan bicaranya, Jaejoong sudah memotong,”Aku tidak butuh teman.”

“Ya! Kau ini, putra mahkota seharusnya ramah atau paling tidak berwibawalah sedikit! Kau ini harusnya kan lebih mengerti karena selalu diajarkan oleh Raja Sehu—“

“Diam! Dan jangan sebut nama raja lagi!”

* * * * * * * * * *

To be continued…

 

Hahahaha. Stop sampai di sini dulu ya :*

Tunggu kelanjutannya dichapter 3~~~

Annyeong^^

One thought on “You Might Find (chapter 2) by : xiulian16

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s