FF YunJae Love In The Ice chap 7


Pairing             : Jung Yunho x Kim Jaejoong

Other cast        : Jeonghyeon, Key, Junsu, Siwon, Kangin, Shindong, Jihye

Genre              : YAOI, Romance, Angst, Mpreg

Rating             : PG-17

Length             : 6 of?

Author             : db5kforever & Rukee

Warning          : YAOI jadi yang ga biasa baca menjauhlah! Abal,Gaje,Typo(s),alur berantakan+kecepatan

================================

“Tiffany, gaunmu miring!”

“Dimana kalungmu, Krystal?”

“Jessica itu bukan gaunmu!Pakai yang hijau, cepat!”

“Ya Tuhan, Tony! Kau merias model! Modelku! Bukan badut sirkus.Jika kau tidak bisa merias dengan benar, serahkan surat pengunduran dirimu besok pagi!”

“Waktu kita tersisa satu jam lagi. Kalian harus bergerak cepat! Aku tidak mau ada kesalahan sekecil apapun saat pertunjukan nanti! Siapa pun yang melakukan kesalahan, tidak akan aku maafkan!”

Jaejoong, pria cantik dengan balutan jas putih itu, berjalan mondar-mandir di ruang rias.Memeriksa satu per satu modelnya dan gaun-gaun rancangannya, meastikan tidak ada satu pun yang terlihat tidak sempurna.Semuanya harus sempurna. Sekali pun tidak ada yang sempurna di dunia ini, maka Jaejoong akan membuatnya sempurna. Setidaknya sempurna di matanya.

Jaejoong membenarkan letak selendang buluh yang tersampir di bahu kanannya.Selendang dengan buluh-buluh halus berwarna putih, senada dengan kostum yang membalut kulit putihnya.Kostumnya ini juga merupakan salah satu koleksi terbarunya.Sebuah tuxedo berwarna putih sebatas paha dengan potongan kerah v yang rendah, sangat rendah bahkan jika pria cantik itu merunduk sedikit saja, siapa pun bisa melihat otot perutnya. Otot dadanya sedikit menyembul, ia sengaja tidak melapisi tuxedo putih itu dengan pakaian lain untuk menampilkan kesan sexy. Satu kancingnya dibiarkan terkait tepat dibagian pusarnya.Sebagai pemanis, pria cantik itu meletakan selendang buluh lembut berwarna putih di bahu kanannya dan seperangkan perhiasan berlian bermata hitam yang menghiasi telinga, leher dan jarinya.Perpaduan yang sangat sempurna.Pria cantik itu terlihat sangat sexy dan elegan di saat bersamaan. (JJ at MKMF)

“Hey, tenanglah,” suara lembut itu mengusik telinga sensitive milik Jaejoong, mengiringi sepasang tangan kurus yang memeluk perutnya dari belakang. “Kau terlihat sangat kacau, ini kan bukan pertunjukan pertamamu sayang,”

Jaejoong melepas sepasang tangan yang melingkar di perutnya, perlahan ia membalikan tubuhnya. Tersenyum begitu mendapati wanita berambut blonde yang sangat dikenalnya.“Tapi pertunjukan ini sangat penting untukku dear~ ini pertunjukan pertamaku di tanah kelahiranku,” Jaejoong mengaitkan tangan cantiknya di pinggang ramping wanita itu, menariknya hingga tubuh bagian bawah mereka berhimpitan.“Dan lihatlah, para model bodoh itu melakukan kesalahan lagi. Aku beruntung memiliki model cantik dan professional seperti dirimu, Elie.”

Elie, wanita blonde itu terkekeh kecil begitu mendengar pria cantik di depannya menggombal.Ia sudah terlalu sering mendengar Jaejoong menggombal, entah untuknya atau untuk wanita-wanita lain. Dan Elie tidak pernah mengganggap bahwa gombalan Jaejoong sebagai sesuatu yang manis terlebih romantis,  semuanya lebih terdengar seperti lelucon daripada rayuan. “Jangan menggombal Jae, kau terlihat seperti badut karnaval saat sedang menggombal haha,”

“Hey, aku tidak berbohong.Aku serius, kau modelku yang paling cantik dan professional sayang.Juga… sexy,” Jaejoong mengedipkan sebelah matanya.Ini bukan pertama kalinya pria cantik itu merayu wanita blonde tersebut.Tapi tentu saja, tidak ada yang sanggup menolak kerlingan nakal seorang Kim Jaejoong.Elie tersenyum, pipinya merona seketika. Meskipun ia tahu Jaejoong hanya membual dengan mulut manisnya, ia tetap saja membiarkan dirinya terperangkap dengan gombalan sang designer.

Jaejoong menyeringai, sekali lagi ia berhasil membodohi modelnya. Perlahan pria cantik itu menggerakan tangannya untuk mengelus lembut pinggang ramping wanita di depannya.“Hmm… Mungkin sebuah ciuman panas darimu bisa membuatku lebih baik,” pria cantik itu merendahkan suaranya. Berniat semakin menggoda sang model. Dan kenyataannya, tidak ada yang tidak tergoda oleh Kim Jaejoong.

Elie memejamkan matanya begitu sang designer mendekatkan wajah mereka.Bibir berpoles merah miliknya tersenyum saat cherry designer nya meraup bibirnya. Satu tangan designernya mengelus lembut tengkuk lehernya, membuat sang model meremang seketika. Ini bukan ciuman pertama mereka atau sentuhan pertama mereka.Mereka bahkan sudah beberapa kali menghabiskan malam bersama di hotel-hotel berbintang di Eropa.Tapi tetap saja, sentuhan seorang Kim Jaejoong mampu membuat siapun terbakar.

“eungmhh…,” sebuah desahan tertahan mulai meluncur dari sela bibir berpoles Elie. Designernya benar-benar menciumnya dengan panas.Mengulum, menghisap bibirnya dan menyentuhnya di bagian-bagian ternikmat. Sepertinya sang designer sedang sangat bersemangat. Model cantik itu sempat berpikir, mungkin mereka akan bermain kilat di dalam toilet. Atau mungkin tidak? Model itu mulai menyadari, meskipun Jaejoong menciumnya dengan sangat panas, tetapi sepertinya hanya dirinya yang menjadi bergairah. Bahkan ia tidak merasakan sesuatu yang bangkit dari designernya itu, kenyataannya tubuh bagian bawah mereka menempel.

“Unnieeeeeee!!!!!!!”

Ciuman panas itu terlepas.Elie mengusap lembut bibirnya, berusaha membersihkan sisa-sisa saliva yang entah miliknya atau milik designernya.Wajahnya memerah, kontras dengan Jaejoong yang terlihat datar.Jaejoong mengedarkan pandangannya, mencari sumber suara yang membuatnya terkejut sehingga harus melepaskan ciuman panasnya.‘Jeonghyeon?’alis mata Jaejoong sedikit berkerut menangkap sosok balita yang mengusiknya beberapa hari ini.

“Jeonghyeon?Apa yang kau lakukan disini?”Jaejoong merapikan busananya yang sedikit berantakan akibat perbuatannya barusan. Setelahnya, ia melipat kedua tangannya di depan dada. Menanti sang balita menjawab pertanyaannya.

“hum? Unnie biyang kalo Hyeonna mau baju yang kemayin, Hyeonna halus jadi model unnie hali ini,” balita itu mengerucutkan bibirnya. Tangan mungilnya menggenggam erat tas jinjing berpola kepala hello kitty. Rambut panjangnya digerai dan dihiasi bando berwarna pink yang lagi-lagi berpola kepala hello kitty.Pink dan hello kitty.Benar-benar sesuai dengan konsep gaun yang Jaejoong buat.

“Kau mengenalnya?Siapa dia?” Elie menolehkan wajahnya, menatap penuh tanya kepada designernya.

Jaejoong mengabaikan tatapan modelnya, pandangannya masih tertuju kepada balita di depannya.Balita itu masih mengerucutkan bibirnya, menatap Jaejoong dan Elie bergantian dengan pandangan tidak suka.“Hmm yeah, dia model yang akan memperagakan gaun baruku yang kemarin,”

“Dan…. dia memanggilmu unnie?”Jaejoong menoleh dengan cepat, memberi tatapan tajam kepada modelnya yang sedang menahan tawa.Bukannya merasa takut, Elie malah melepas tawanya dengan keras.

Jaejoong menghela nafas.Ia hanya bisa memutar matanya untuk menjawab pertanyaan konyol Elie. “Lebih baik kau bersiap, rapikan gaun dan riasanmu itu.Ingat, kau harus sempurna seperti biasanya, Elie,” pria cantik itu mengusir modelnya dengan lembut. Bibirnya sedikit mengerucut, tidak suka dengan tawa mengejek sang model.

Jaejoong berjongkok di depan Jeonghyeon begitu Elie mulai menjauh. “Apa kau baru datang?Kau datang dengan siapa?”Jaejoong menolehkan wajahnya ke kanan dan ke kiri. Memastikan apa benar balita itu datang sendiri. Ia bukannya berharap Yunho akan mengantarkan putrinya dan membuat mereka bertemu kembali. Ia hanya merasa khawatir jika benar balita itu datang ke tempat ini sendirian.

“Ajhumma yang tadi itu ciapa?” um?Jaejoong mengalihkan pandangannya kepada balita itu.Jeonghyeon menatap Jaejoong dan mengedipkan manik bulatnya beberapa kali.Pandangannya terlihat polos namun juga menuntut disaat bersamaan.

“Hey, aku bertanya kepadamu.Kenapa kau malah balas bertanya, eoh?”Jaejoong mencubit gemas pipi chubby Jeonghyeon.Balita itu meringis dan mengerucutkan bibirnya lagi.Jaejoong tersenyum melihat ekspresi Jeonghyeon yang menurutnya lucu.Perlahan, tangannya terangkat, menggendong balita itu menuju ruang kostum.

“Apa ajhumma itu tunangan unnie?” Jeonghyeon mengaitkan kedua tangan mungilnya di leher Jaejoong. Bibirnya masih mengerucut, dan manik bulatnya masih menatap manik bulat sang ‘unnie’. Sekilas, Jaejoong seakan tersihir. Menatap Jeonghyeon sedekat ini bagaikan menatap bayangannya di depan cermin. Bagaimana bisa balita itu benar-benar menjadi duplikatnya? Dan meskipun sesuatu terdalam dari dirinya tahu jawabannya, ia tetap menolak kenyataan bahwa balita dalam gendongannya itu adalah putrinya, anak yang lahir dari perutnya sendiri. Sekali lagi, Jaejoong akan menganggap kenyataan sebagai musuhnya. Terlebih ketika kenyataan juga membuatnya tersadar, bahwa gadis itu juga mewarisi beberapa bagian wajah sang ayah.

“Dia… bukan tunanganku,” Jaejoong mengalihkan pandangannya.Kemana pun asal tidak menatap duplikatnya.“Aku sudah tidak punya tunangan sejak semalam. Kau pasti senang kan?”

“Jinca?”Jeonghyeon terlihat bersemangat, seperti dugaan Jaejoong sebelumnya.Gadis kecil itu mengangkat tangan mungilnya, menangkup wajah cantik Jaejoong dan mengarahkan pandangan pria cantik itu ke arahnya.“Jinca unnie?Apa benal unnie udah gak punya tunangan lagi?”Jeonghyeon menatap Jaejoong dan tersenyum memamerkan deretan gigi susunya.Perlahan, Jaejoong menganggukan kepalanya. Entah karena kenyataannya dia memang sudah tidak memiliki tunangan lagi atau karena tidak ingin melihat senyum manis balita di depannya pudar. “Acyiiikk!!Kayo begitu unnie bica jadi umma Hyeonna dong,” Jeonghyeon memeluk erat leher Jaejoong.Menempelkan pipi chabby nya dengan pipi tirus ‘unni’nya.

Jaejoong menurunkan Jeonghyeon dari gendongannya begitu mereka sampai di ruang kostum.“Dengar, aku memang sudah tidak bertunangan lagi sekarang.Tapi itu tidak berarti aku mau menjadi ibumu,” sedikit sesal muncul setelah Jaejoong mengucapkan kata-kata barusan.Jaeonghyeon menundukan kepalanya, bibirnya kembali mengerucut dan wajahnya tampak sedih.Jaejoong kesal dengan dirinya sendiri.Ia bukan kesal karena dirinya membuat gadis kecil itu bersedih. Tapi pria cantik itu merasa kesal pada dirinya sendiri yang ikut sedih melihat gadis kecil itu bersedih.Sekali lagi pria cantik itu berpikir tentang naluri seorang ibu, tapi sekali lagi pula pria cantik itu menampiknya.Jaejoong hanya tidak ingin memberi harapan kepada gadis kecil itu. Biar bagaimana pun, menerima masa lalunya tidak ada dalam daftar masa depan yang sudah ia rancang. Dan memberi harapan kepada Jeonghyeon hanya akan menarik-ulur masa lalunya.

“Jangan bersedih seperti itu, sebentar lagi kau akan tampil menggunakan gaun yang cantik.Jadi kau tidak boleh kalah cantik dari gaunnya.Ayo tersenyum!”Jaejoong kembali mencubit pipi chubby Jeonghyeon.Ia tersenyum, mencoba memberi semangat kepada Jeonghyeon. Tetapi, gadis itu hanya membalas tatapannya dengan wajah datar. Hufft, sepertinya Jaejoong harus mencari hal lain untuk mengalihkan pikiran balita itu.

=========================

Pertunjukan berjalan dengan lancar. Pengamat fashion korea dan semua tamu yang hadir merasa kagum dengan gaun-gaun rancangan Jaejoong. Bahkan beberapa tamu yang hadir langsung menghubungi bagian marketing dan memesan gaun-gaun itu di saat pertunjukan belum usai.Dan bagian yang paling mengagumkan adalah ketika Jaejoong muncul di atas panggung di akhir acara. Biasanya Jaejoong akan menggandeng Elie di acara penutup sebagai model kebanggaannya. Tapi kali ini, tangannya justru menggandeng Jeonghyeon untuk menerima penghargaanya.Entahlah, Jaejoong merasa benar-benar gemas melihat Jeonghyeon.Balita itu terlihat seerti boneka dengan balutan gaun rancangannya.Jaejoong tersenyum puas melihat semua yang datang memberikan respon yang positif terhadap karya-karyanya. Dan Jeonghyeon, ia juga tersenyum menerima banyak karangan bunga dari beberapa undangan.

Acara pun usai.Para tamu undangan mulai keluar dari aula satu per satu.Jaejoong dan Jeonghyeon kembali ke backstage dan masuk ke ruang pribadi Jaejoong. Pria cantik itu meletakkan beberapa karangan bunga yang ia terima di atas meja santainya. Jeonghyeon mengambil satu karangan bunga berwarna putih dan duduk di sofa berwarna hitam di ruangan itu. “unnie, yang ini namanya bunga apa? Bunganya cantik cekali,” Jeonghyeon mencium bunga tersebut, tangan mungilnya mengelus pelan kelopak bunga berwarna putih itu.

Jaejoong mengambil sekaleng bir dan sekaleng jus dari kulkas mini yang ada di ruangan itu. Setelah meletakan kaleng jus di depan Jeonghyeon, pria cantik itu duduk di samping Jeonghyeon dan menatap malas pada karangan bunga di pangkuan gadis kecil itu. “Itu bunga lily,” jawab Jaejoong malas.Pria cantik itu membuka kaleng bir nya dan mulai meneguk isinya.Sebenarnya Jaejoong setuju dengan perkataan Jeonghyeon, bunga itu terlihat sangat cantik sekali.Dan kenyataannya, bunga lily adalah bunga favoritnya. Tapi ia menjadi malas bagitu ingat siapa yang memberikan karangan bunga itu, Jung Yunho.

“woah, jadi namanya bunga lily. Bunganya cantik cekali, Hyeonna mau minta appa beyiin Hyeonna kebun lily ah~” Jeonghyeon memeluk karangan bunga itu.Jaejoong hanya bisa mendelik melihat gadis kecil itu.Oke, Jaejoong tau ayah gadis itu adalah seseorang yang sangat kaya.Tapi, membeli kebun lily hanya karena gadis itu suka…. sepertinya sedikit berlebihan.

Tok Tok Tok!

Jaejoong mengalihkan pandangannya begitu mendengar pintu ruangannya diketuk. “Masuk,”

Perlahan pintu ruangan itu terbuka lebar.Yang pertama kali Jaejoong tangkap ada sosok yang baru saja hinggap dalam pikirannya, Jung Yunho.Jaejoong terkejut. Entah kenapa ia selalu merasa tidak siap jika harus bertemu pria tinggi itu lagi. Tapi, dengan santai Jaejoong memasang wajah dinginnya. Mencoba terlihat tenang di depan pria tinggi itu, meskipun hatinya berdegup kencang. “APPAAAA!!!!!!!” Jeonghyeon meletakkan karangan bunganya dan berlari ke arah sang appa. Dengan sigap Yunho menangkap tubuh putrinya dan menggendong gadis kecil itu.

HAP!

“Aah~ Hyeonna neomu kyeopta. Anak appa cantik sekali seperti boneka Barbie,” Yunho tersenyum bangga dan menciumi pipi chabby putrinya. Jeonghyeon terkikik geli menerima serangan ciuman dari sang appa.

“kikiki~ appa geyiiii,” Jaeonghyeon mendorong pelan wajah ayahnya, mencoba menghentikan ciuman gemas sang ayah. “Hyeonna cukanya hello kitty appa, bukan belbie,” balita itu mengerucutkan bibirnya.

Yunho, tanpa ragu pria tinggi itu mengecup bibir mungil anaknya.Ia benar-benar menyayangi Jeonghyeon, putrinya adalah hartanya paling berharga.“Ne, Hyeonna mirip boneka hello kitty. Tapi boneka hello kitty nya appa,” Yunho menggigit pelan hidung jeonghyeon dan membuat tawa sang anak kembali pecah.

“um?” Jeonghyeon menghentikan tawanya begitu menangkap sosok perempuan di belakang tubuh ayahnya. “appa, itu ciapa?” Jeonghyeon memperhatikan perempuan yang sedang tersenyum itu dari ujung kepala sampai ujung kaki.Sepertinya perempuan itu datang bersama ayahnya.

“Jihye?Sedang apa kau disini?” Jaejoong, pria cantik yang sejak tadi terdiam memperhatikan interaksi ayah dan anak yang membuatnya iri, mulai mengangkat suara begitu menangkap sosok yang ia kenal berdiri di belakang Yunho.

“kalian saling kenal?” Yunho menatap penuh tanya kepada Jaejoong dan Jihye secara bergantian. Tetapi tidak ada satu pun yang menjawab pertanyaanya, mereka malah saling menatap dan mengacuhkan pertanyaan pria tinggi itu.

“appa~ ajhumma itu ciapa sih?” Jeonghyeon kembali melontarkan pertanyaannya. Sebelumnya sang appa tidak pernah membawa orang lain atau temannya ke rumah. Dan perempuan ini membuat gadis kecil itu penasaran.

Yunho menatap Jaejoong.Pria cantik itu membalas tatapannya dengan wajah datar, seolah menunjukan sisi angkuhnya dan ketidakpeduliannya pada pria tinggi itu. Meskipun sebenarnya ia juga menunggu jawaban Yunho. “Namanya Jihye. Dia, dia akan menjadi seseorang yang selama ini kau inginkan, Hyeonna,” pria tinggi itu masih menatap pria cantik di ruangan itu dengan tajam.Ia sempat menangkap kilat terkejut dari mata bulat pria cantik itu, meskipun sekejap pria cantik itu nampak tenang kembali. Kim Jaejoong dan aktingnya yang memukau.

Jeonghyeon mengerjapkan mata bulatnya.Balita itu tampak bingung dan tidak mengerti maksud dari kata-kata appanya.Ia menatap satu per satu orang dewasa yang ada di ruangan itu, menunggu penjelasan lebih lanjut. “Makcudnya apa, appa? Hyeonna gak ngelti deh,”

Jihye mendekati Yunho dan tersenyum pada balita itu.Perlahan, tangan kurusnya terangkat, mengelus lembut rambut balita yang ada dalam gendongan Yunho. “Annyeong Hyeonna, aku Jihye. Aku yang akan menjadi ibumu, sayang,” Jihye tersenyum manis kepada Jeonghyeon. Balita itu terlihat terkejut.Ia menatap appanya, mencoba meminta kepastian. Tetapi sang appa masih betah bertukar tatap dengan ‘unnie’nya.

Jaejoong masih memasang wajah dinginnya.Ia juga masih menatap pria tinggi itu. Semakin lama tatapan mereka semakin dalam.Pria cantik itu mencoba mencari kebenaran dan maksud terselubung dari tatapan pria tinggi tersebut. Sedangkan sang pria tinggi, mencari dan menunggu sampai dimana letak titik angkuh pria cantik itu.

===========================

Jaejoong merutuk dalam hatinya. Sekalipun ia sangat ingin menghindari tempat ini, tetapi sekali lagi pria cantik itu melangkahkannya kaki jenjangnya di tempat ini, Café Red Ocean. Dan yang membuatnya kembali ke tempat ini adalah orang yang sama seperti yang membawanya beberapa hari lalu, Jeonghyeon. Ah, bahkan sejak dalam kandungannya gadis kecil itu selalu membuatnya mendatangi tempat ini. Tunggu, apa Jaejoong baru saja memikirkan masa lalunya?? Astaga.

Jaejoong menatap Jeonghyeon yang duduk di sebrangnya. Gadis kecil itu tampak asyik dengan tas make up mini berbentuk hello kitty, hadiah pemberian Jihye. Sesekali gadis kecil itu bertanya kepada Jihye yang duduk di sampingnya, apa nama alat yang ini? Apa nama alat yang itu? Bagaimana cara menggunakannya? Dan itu sedikit mengusik Jaejoong. Setelah Yunho membenarkan bahwa Jihye akan menjadi ibunya, dan setelah Jihye memberikan seperangkat alat make up mini berbentuk hello kitty, gadis kecil itu nampak lengket dengan Jihye. Jaejoong merasa sedikit terabaikan. Bukan ia merasa iri atau cemburu dengan kedekatan Jeonghyeon dan Jihye, ia hanya merasa gadis kecil itu memperlakukannya seperti ‘habis manis sepah dibuang’.

Jaejoong menoleh kesampingnya dengan malas. Jung Yunho, pria tinggi itu duduk di sampingnya. Tangannya sibuk menggerakan jarinya dan menggeser-geser layar tab-nya.Mata bulat Jaejoong sempat menangkap gambar kurva dan table-tabel di layar tab itu, haaah…. pasti pria tinggi itu sedang memantau bisnisnya.Jaejoong menghembuskan nafasnya dan menerbangkan rambut poninya.Ia merasa benar-benar terabaikan. Sebenarnya ia tidak ingin duduk di samping Yunho, ia tidak ingin duduk di antara mereka bertiga, dan dia tidak ingin berada di tempat ini. Tetapi mau bagaimana lagi?Pria cantik itu harus memikirkan cara agar gadis kecil itu tidak terus bersedih sebelum pertunjukan dimulai tadi. Gadis kecil itu langsung ceria begitu Jaejoong menjanjikan makan iga bakar selepas pertunjukan.Sesungguhnya Jaejoong merasa tidak masalah jika harus kembali ke tempat ini berdua dengan Jeonghyeon, tapi semuanya menjadi masalah ketika Jeonghyeon juga mengajak ayah dan calon ummanya.

SREEK!

Jaejoong berdiri dari duduknya.Pria cantik itu sengaja membuat kursinya sedikit berbunyi agar ketiga orang itu memperhatikannya, tetapi harapannya hampa.Mereka masih sibuk sendiri dan mengabaikan Jaejoong.Perlahan, pria cantik itu melangkahkan kaki jenjangnya ke arah toilet.Ia merasa terabaikan, meskipun sesungguhnya pria tinggi di sampingnya selalu memperhatikan gerak-geriknya dari sudut mata musangnya.

Beberapa menit kemudian, Jaejoong kembali ke meja.Ia bisa melihat bahwa pesanan mereka sudah datang, dan mereka bertiga tampak asyik menikmati santapan mereka. Pria cantik itu sedikit berdecak sebelum duduk, ia tersenyum miris. Bahkan mereka bertiga langsung makan dan tidak menunggu dirinya?

“unnie, unnie dalimana? Kenapa lama cekali?Dagingnya cudah mau dingin,” Jaejoong tersenyum.Entah kenapa mendapat perhatian dari Jeonghyeon lebih membuat hatinya berbunga daripada mendapat pujian saat pertunjukan tadi.Jaejoong menelan suaranya untuk menjawab pertanyaan balita itu, senyumnya pun meruntuh begitu mendengar balita itu kembali bersuara. “umma, daging ini enak cekali. Umma halus coba, cini Hyeonna cuapin umma,” mata bulat Jaejoong membesar begitu melihat tangan mungil Jeonghyeon menyuapkan daging ke dalam mulut Jihye.Apa? Umma?Bahkan Jaejoong baru beberapa menit berada di toilet.Tetapi balita itu sudah memanggil Jihye dengan sebutan umma?Cih.Apanya yang umma? Jaejoong sangat mengenal Jihye dan ia merasa perempuan itu sangat tidak pantas menggantikan posisinya.

“eumm~ benar, ini enak sekali Hyeonna. Ah, appamu juga harus mencobanya. Oppa, buka mulutmu, aku akan menyuapimu,” Jaejoong memandang malas adegan di sampingnya.Yunho membuka mulutnya dan menerima suapan dari Jihye.Mereka bertiga tampak tersenyum menikmati acara suap-suapan mereka. Dan Jaejoong berani bersumpah bahwa ia melihat Jihye menyeringai sebelum menyuapi makanan ke mulut Yunho. Sebenarnya Jaejoong cukup kasian terhadap Jihye, perempuan itu tidak tau apa-apa. Mungkin ia mengira bahwa Jaejoong  cemburu padanya karena pria cantik itu masih mencintainya. Padahal kenyataannya, Jaejoong tidak pernah benar-benar mencintai perempuan itu meskipun mereka sempat bertunangan.Pelampiasan, mungkin kata yang tepat untuk menggambarkan posisi Jihye dalam hidup Jaejoong.

========================================

Hari semakin malam.Mereka menyelesaikan makan dan berjalan ke luar café.Begitu Yunho membuka kunci mobilnya, Jihye dan Jeonghyeon masuk ke dalam mobil. Jihye tampak asyik duduk di kursi depan dan menerima telepon dari temannya. Sedangkan Jeonghyeon yang mulai mengantuk, duduk di kursi belakang dan memeluk boneka hello kitty yang selalu ada di mobil ayahnya itu.

“Masuklah, aku akan mengantarmu ke hotel,” Yunho, meskipun ia berdiri berhadapan dengan Jaejoong, nyatanya mereka tidak saling menatap.

“Aku bisa pulang sendiri,” Jaejoong memasukan kedua tangannya dalam saku celananya.Diantar pulang? Ck, tidak akan. Jaejoong tidak akan membiarkan dirinya terlihat lemah sedikitpun di depan pria tinggi itu.

“Jeonghyeon pasti marah jika aku tidak mengantarmu…,”

“….Jangan jadikan Jeonghyeon sebagai alasan! Dengar, aku tidak akan bergantung lagi padamu. Sedikitpun tidak akan,” pria cantik itu memotong ucapan pria tinggi di depannya. Mereka saling tatap. Entah kenapa setiap berada di dekat pria tinggi itu, sang pria cantik merasa dadanya sesak dan ingin meledak.

“sampai kapan kau akan bersikap angkuh, Jae?” pria tinggi itu berdesis. Ia sungguh bosan menghadapi ketinggian hati pria cantik itu.

“jangan menilaiku seolah kau sangat mengenalku, Jung! Dan jangan berharap bahwa pertemuan kita ini sebagai takdir yang di gariskan Tuhan. Karena lusa, aku akan kembali ke eropa. Dan melanjutkan hidupku dengan damai,”

“bagaimana dengan Jeonghyeon? Apa kau tidak memikirkan perasaan anak itu karena harus berpisah dengan orang yang melahirkannya untuk kedua kalinya?”

“SUDAH KUBILANG JANGAN JADIKAN JEONGHYEON SEBAGAI ALASAN!!Meskipun aku ibu kandung Jeonghyeon bukan berarti ia membutuhkanku, ia hanya membutuhkan sosok seorang ibu dan kau sudah memberikannya!” pria cantik itu mengatur nafasnya. Sekalipun ia sudah berteriak kepada pria tinggi itu, nyatanya ia masih merasa sesak.

“…. Appa?Unnie?”Yunho dan Jaejoong tercekat begitu menangkap sosok balita yang berdiri di samping mobil sambil memeluk boneka hello kittynya.Matanya berkedip penuh tanya. “ciapa umma kandung Hyeonna? Apa benal unnie umma kandungnya Hyeonna?”

Jaejoong menggelengkan kepalanya pelan.Tidak.Hyeonna tidak boleh tau. Memberi tahu Hyeonna sama saja seperti menyerah kepada masa lalu yang selama ini ia perangi. Perlahan, Jaejoong membawa kaki jenjangnya menjauh.Sekali lagi mengabaikan panggilan Jeonghyeon yang tampak mulai menangis.

“Unnie… hiks unniee..hiks jangan pelgi unnie!! hiks… umma!” kaki-kaki kecil balita itu berlari. Mencoba mengejar sosok yang selama selalu ia tanyakan keberadaannya. Tangannya masih memeluk boneka kesayangannya.Ia mengabaikan pangilan sang appa yang mencoba menghentikannya. Ia juga tidak menyadari bahwa dirinya berada di tengah jalan. “umma.. hiks..,”balita itu terus berjalan sambil memanggil sang umma tanpa sadar, sebuah mobil berjalan kencang ke arahnya. “Umm-aarkkhhhh

“HYEONNA, AWAS!!”

Ckiiiitttt!!! BRAK!!

-TBC-

=============================

annyeong ><

aku muncul lagi -akhirnya- ~~~

haha sebelumnya aku minta maaf, karena seharusnya ff ini update hari minggu.

tetapi karena ada beberapa hal aku baru sempat update hari ini ^^

untuk unbeth, untie  dan undi >< maaf aku merepotkaaaaan hahaha

oh iya, untuk milkyusay.. iyaaa aku lupa nama restorannya, tapi berhubung sudah keburu berubah nama, jd mungkin namanya di ganti ajh hehe ^^)v

aku mau terimakasih untuk readers yang sudah memberikan perhatiannya buat ff ini~~~

terakhir, review?

hehe

12 thoughts on “FF YunJae Love In The Ice chap 7

  1. waa.. jeonghyeon akhirnya tau klw jaejoong umma kandungnya..
    trus it yg trakhir, tertabrak kah?,, penasaran..
    moga cpat update yah.. keke..😛

  2. Mungkin sudah saatnya buat jaejoong menerima kenyataan. Siapa yg tertabrak mobil, jaemakah atau yunpa?

  3. umma..aku garegetan sama sifat angkuh dan sok jual mahal mu itu, kenapa tdk hilang* ><
    selalu nyesak saat umma tdk mau mengakui kalo hyeona anak nya😥
    huwwee…hyeonna tertabrak😥
    di tunggu kelanjutan nya!!

  4. Nah loh Hyeona ketabrak?? hayoloh jae…. masih pala batu ga tuh si jae setelah liat hyeona ketabrak.
    Makin seruuu. ditunggu next chap-nya. Jangan update lama2 thor hehe

  5. katanya gak peduli tp di cuekin dikit lngsng ngerasa kek habis manis sepah d buang.

    omona apa lagi itu hyeona d tabrak? kek artis2 kpop aja yg lg musim tabrak2an, tapi…tapi….moga aja yunjae balikan lg dngn kecelakaannya hyeona…

    lanjut dong gak pake lama….

  6. katanya gak peduli ama anak sendiri tp d cuekin dikit lngsng ngerasa kek habis manis sepah d buang

    omona….hyeona kecelakaan? kok brasa kaya artis2 kpop aja yg skrng lg musim tabrak2an. tapi….tapi…moga aja hikmanya yunjae baikan lagi.

    lanjutnya jng kelamaan ya….

  7. hati jaejoong keras bgt si smp ga mau nerima yunho.. hiks hiks, yunho salah apa ?

    ditunggu min kelanjutan fictnya.

  8. lanjut2 penasaran bgt, knapa jae yg akhirx mngejar yun stelah dlu yun cuma sbg truhan kmudian mreka brpisah sampai hyeon besar pun blum d ceritain. apdetn x d tunggu ne

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s