BLACK FLOWER/ YUNJAE/ CHAPTER 6


Haiii
Selamat membaca lanjutan kisah ini
Semoga anda menikmati
^o^v

CHAPTER 6 – HEAVY HEART
Author : Amee
Author Completer: nTiiiee
Pairing : Jung Yunho x Kim jaejoong x Shim Changmin
Warning : Tolong untuk tidak meng-copy cerita ini tanpa permisi. Dan jangan lupa untuk meninggalkan jejak^^ Ini menggunakan bahasa yang sedikit “serius” semoga tidak membosankan untuk dibaca.
Backsound: Park Hyo Shin – Wild Flower
.

.
Tuhan, aku tahu ini salah
Sebenar apapun rasa ini namun caraku salah, juga waktuku
Tapi Tuhan, bolehkah aku egois
Bolehkan aku tetap menjalani ini atas nama hatiku yang dihangatkan olehnya
.

.  

Jaejoong mengunci diri di dalam kamarnya. Tidak di pedulikan panggilan dari nuna nya untuk makan malam bersama. Bahkan Jaejoong tetap tidak bergeming saat umma nya memintanya untuk membuka pintu.

Jaejoong tahu dirinya butuh peluk hangat dari umma nya, wanita yang selalu mampu memberinya kehangatan setiap dingin menerpa tubuh lemahnya. Namun untuk hari ini, Jaejoong tidak mampu menatap mata bening milik wanita itu.

Jaejoong merasa sudah membuat umma nya kecewa.

Pertengkarannya dengan Changmin beberapa menit yang lalu membuatnya menyadari kesalahan yang sudah dia lakukan. Dan wajah umma saat melihatnya bersama Changmin tadi semakin menambah rasa bersalah didalam hatinya.

Ya Tuhan, Jaejoong tahu dia bersalah. Namun Jaejoong tidak sanggup menyudahi kesalahannya.

Jaejoong menarik lututnya semakin merapat pada tubuhnya. Berusaha memeluk tubuhnya yang mulai merasakan dingin yang membuatnya takut.

Ponsel Jaejoong berbunyi, layarnya menampilkan nama seorang namja yang membuat kesalahan Jaejoong menjadi kesalahan terindah dalam hidupnya.

Ragu, itu yang Jaejoong rasakan. Otaknya melarangnya untuk mengangkat panggilan itu. Namun hatinya merindukan suara yang menyejukkan itu.

Malam ini saja Tuhan, ijinkan aku malam ini saja untuk menikmati kesalahan yang indah ini.

Dalam diam Jaejoong berdoa saat tanggannya bergerak meraih panggilan itu.

“hallo…” suara Jaejoong bergetar karena menahan air mata yang terus memaksa untuk keluar.

“Baby, ada apa?” tanya Yunho khawatir mendengar suara Jaejoong yang bergetar.

Jaejoong menggigit bibir bawahnya, berusaha sekuat tenaga menahan isak tangis yang siap meledak.

Ya Tuhan tidak pernah terpikir oleh Jaejoong bahwa hanya dengan mendengar suara berat milik Yunho mampu membuat rasa di hati Jaejoong membuncah tak terkendali.

Jaejoong tidak lagi punya kendali untuk setiap inci tubuhnya bahkan jiwanya.

“Yun…” jawab Jaejoong lemah.

“Iya sayang,” Yunho tahu Jaejoong berusaha bicara ditengah isakan tangisnya.
“Apa salah…. Jika…. Aku…. Ingin diperhatikan…. Lebih…. Lagi….?” Kalimat Jaejoong terbata-bata. Tangisan yang tak lagi bisa dibendungnya menghalanginya untuk berbicara dengan benar.

“Apa… aku… tidak berhak… dijadikan yang spesial…?” air matanya jatuh membanjiri pipinya yang mulus.

“Apa aku… tidak pantas… untuk diistimewakan…?” tubuh Jaejoong bergetar.

“Apa…mencintaiku…begitu menyusahkan?” Jaejoong benar-benar tak lagi mampu mengendalikan dirinya.

Ponselnya terlepas dari genggaman tangannya. Tubuhnya semakin merapat, berusaha memeluk dirinya sendiri. Badannya bergetar hebat, terguncang dengan semua emosi yang membanjiri hatinya. Isak tangisnya tak lagi bisa ditahan.

Jaejoong menangis, menangis untuk semua hal yang terjadi diluar kendalinya. Menangis untuk semua keinginan yang membuatnya berada disituasinya saat ini.

Entah sudah berapa lama Jaejoong menangis, ketika terdengar suara ketukan dari pintu beranda kamarnya.

Ketukan itu terus terdengar. Tubuh Jaejoong menegang, pikiran kalutnya mulai menakutinya. Siapa yang mengetuk pintunya tengah malam seperti ini. Orang jahat kah?

Namun suara yang datang bersama ketukan berikutnya membuatnya segera berlari membuka pintu itu.

Napasnya tersengal saat melihat pemuda tampan berdiri di beranda kamarnya.

“Yunho…” suara Jaejoong terdengar serak akibat menangis.

Dan detik itu juga, Yunho merasakan nyeri di hatinya.

Ya Tuhan ingin rasanya ku maki siapapun di dunia ini yang telah membuat malaikatku hancur seperti ini.

Yunho segera menarik Jaejoong ke dalam pelukkannya.

“Ssssttt, aku disini sayang, aku disini,” bisik Yunho seraya mengusap-usap punggung Jaejoong.

Sementara Jaejoong kembali terisak dalam pelukkan Yunho.

Perlahan namun pasti, Yunho bergerak menutup pintu beranda dan menggiring Jaejoong ke tempat tidur, tanpa sedikitpun melepas pelukkannya dari tubuh Jaejoong.

Jaejoong masih terus terisak saat dirinya dan Yunho sudah berbaring di tempat tidurnya.

Yunho mengeratkan pelukkannya, mengusap-usap punggung Jaejoong dan menciumi ujung kepala Jaejoong seraya membisikkan kalimat-kalimat menenangkan.

Saat dirasa tubuh Jaejoong berhenti bergetar, Yunho menarik sedikit tubuhnya menjauh dari tubuh Jaejoong. Di tangkupnya dan dibelainya pipi Jaejoong. Ibu jarinya berusaha menghapus setiap air mata yang jatuh membasahi pipi mulus itu.

Jaejoong menutup kedua matanya. Menikmati hangat yang diberikan Yunho melalui sentuhan-sentuhannya.

Kemudian Yunho mulai menciumi setiap jengkal wajah Jaejoong. Mengecup ringan setiap sudut wajah cantik itu.

Kedua bola mata besar milik Jaejoong,

Kedua pipi Jaejoong yang selalu memerah jika Yunho memujinya,

Hidung mancung Jaejoong,

Bibir merah Jaejoong yang tampak imut setiap Jaejoong memajukkannya saat merajuk,

Dagu Jaejoong yang membuat kecantikan wajahnya tampak sempurna,

Dan yang terakhir kening Jaejoong yang begitu lembut setiap kali Yunho meletakkan bibirnya disana.

“Tidurlah sayang, aku akan tetap disini, menjagamu hingga kau terlelap,” bisik Yunho seraya memeluk kembali tubuh ramping milik pemuda cantik yang telah mencuri hatinya.
.

.

Good morning Princess,
Tersenyumlah sayang,
dan biarkan dunia memberimu cinta tanpa perlu kau minta
-JY-  

Jaejoong menggenggam secarik kertas yang ditemukannya disebelah tempat tidurnya. Kalimat itu pasti akan memberinya senyum dan membuat pipinya merona kalau saja hatinya belum membuat keputusan.

Setetes air mata mengalir dari matanya yang masih bengkak. Cepat-cepat dihapusnya air mata itu, sebelum melangkah ke kamar mandi dan bersiap menghadapi kenyataan yang pahit yang harus dihadapinya.
.

.

Jaejoong hanya duduk diam sepanjang jalan dari rumah hingga ke kampus. Yunho yang sedang menyetir mobil hanya bisa menatap pria cantik itu diam-diam. Yunho mengerti Jaejoong butuh waktu untuk bisa menceritakan apa yang sebenarnya terjadi. Yunho tidak ingin memaksa. Tidak ingin Jaejoong kembali hancur seperti semalam.

Tangan Yunho bergerak menggapai tangan Jaejoong.

Dingin.

Itu hal pertama yang terpikir oleh Yunho.

Spontan, Yunho menarik tangan Jaejoong mendekat ke bibir berbentuk hati miliknya.

Di ciuminnya tangan dingin itu, berusaha memberi kehangatan.

Jaejoong menatap Yunho yang memfokuskan pandangannya pada jalanan didepan mereka.

Ya Tuhan, benarkah yang sudah ku putuskan ini?

Nyeri dihati Jaejoong membuatnya menolehkan wajahnya keluar jendela mobil. Berusaha keras menahan air mata yang siap meluncur.

“Kita sampai,” ujar Yunho setelah mematikan mesin mobilnya.

“Hmm,” Jaejoong hanya berguman sambil meraih pintu mobil. Namun Yunho menahan tangan Jaejoong.

“Kamu baik-baik saja kan baby?” tanya Yunho khawatir.

“Yun…”

Now or never Kim Jaejoong.

Jaejoong menarik napas. Jantungnya berdebar dengan kencang. Kepalanya menunduk. Matanya tak berani menatap mata musang milik Yunho.

Jaejoong tau, sekali dia melihat ekspresi khawatir Yunho, maka keputusan yang sudah dia ambil tidak akan pernah tersampaikan.

“Ada apa Jae?” tanya Yunho lembut.

Ya Tuhan bagaimana mungkin aku bisa melakukan ini?

Jaejoong kembali menarik napas dalam. Mengumpulkan keberaniannya yang nyaris tidak ada setiap mendengar alunan suara bass itu.

“Jangan temui aku lagi!”
.

.

tbc

Silakan meninggalkan jejak
Terima kasihhhh

10 thoughts on “BLACK FLOWER/ YUNJAE/ CHAPTER 6

  1. changmin sm jeje berantem apaan??
    changmin marah2in jeje gtu ttg kesalahanny??
    diiihhhhh imin sok bingits..padahal itu kan gara2 kamunya gk perhatian..siapa suruuhhh!!!

    maaf saya emosi author😀

    kasian yunho T.T
    Jeje jangan putusin yunhoooo..kasian my bear

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s