You Might find (chapter 3) by: xiulian16


Title : You Might Find.. (chapter 3)

Author : parkririn1611

Main cast : Kim Jaejoong, Jung Yunho

Summary : “Bagaimana jika pertemuan kita ini salah satu rancangan rahasia Tuhan yang berhasil?”

* * * * * * * * * *

From author :

Annyeong^^ lagi-lagi author ini datang membawa kegersangan—“ hahaha. Bagaimana kabar kalian? Semoga selalu dalam lindungan Tuhan ya 🙂

Jadi, mari kita membaca chapter 3 dari You Might Find yang nggak jelas iniiiih

* * * * * * * * * *

 

“Diam! Dan jangan sebut nama raja lagi!”

Yunho mengerjapkan matanya berkali-kali mendengar Jaejoong membentaknya keras. Bahkan seluruh isi kelas pun kini diam dan hanya tertuju pada pertengkaran ‘kecil’ disudut kelas. Semua orang tentu sering kali mendapat ucapan dingin dari Jaejoong, tapi baru kali ini mereka mendengar Jaejoong yang berteriak marah. Seakan-akan mereka begitu tertarik karena mengetahui fakta dari sosok putra mahkota.

“Kenapa sih memangnya? Kau ini, beliau kan ayahmu, seharusnya kau bangga!”

“Tidak ada yang perlu dibanggakan. Kau ini suka sekali berlebihan.”

“Aku? Kan wajar saja karena aku sangat menyukai sosok Raja yang sangat berwibawa itu..”

Jaejoong mengalihkan pandangannya ke luar jendela, matanya menerawang jauh entah memikirkan tentang hal apa, “Memangnya semua orang begitu menyukainya ya?”

“Eh? Tentu saja! Raja Sehun itu sudah tampan, berwibawa, dan sangat berkharisma. Semua orang bukan hanya menyukai sosoknya, tapi juga menghormatinya.” Tegas Yunho.

“Begitu ya?”

Yunho melihat perubahan wajah Jaejoong, meskipun mata Jaejoong tidak menatapnya nyalang seperti tadi, meskipun Jaejoong menolehkan kepalanya menatap ke luar jendela. Jaejoong mengalami perubahan mood. Yunho tidak tahu pasti, tetapi otaknya berspekulasi jika mungkin saja ini menyangkut Raja Sehun. Setiap memperdebatkan Raja, Jaejoong akan marah-marah, seperti tidak ingin terlibat pembicaraan. Tetapi mengapa sekarang dia diam?

“Kau ini kenapa, Jae? Tadi marah-marah, sekarang diam. Sedang PMS ya?” Ejek Yunho pada akhirnya.

“YA! Kau pikir aku ini perempu—“

“Kim Jaejoong kau akan lebih-lebih menyaingi perempuan jika terus berteriak, sayang..”

Baru saja Jaejoong akan membentak Yunho –lagi-, Miss Kim si guru bahasa inggris masuk ke kelas dan menginterupsi pertengkaran Yunho dan Jaejoong. Yunho yang merasa terselamatkan dari amukan ratu tawon kini mengelus dadanya sambil beringsut duduk di kursi. Sementara Jaejoong kini mengerucutkan bibirnya kesal.

“Huh!”

“Morning class! Saya sangat tahu sekali jika kalian sudah merasakan stressnya menghadapi tahun terakhir kalian di sini. Untuk itu Miss akan memberi keringanan kalian untuk mendapatkan nilai mid semester..”

Miss Kim adalah guru bahasa inggris yang sangat populer, karena disamping pekerjaannya sebagai pengajar, dia juga mempunyai profesi sebagai model. Jika biasanya siswa akan malas-malasan mengikuti pelajaran bahasa inggris, tapi jika Miss Kim yang mengajar, semua siswa akan semangat.

“Aku tidak ingin mencatat bertumpuk-tumpuk bahan ajar lagi…” keluh Kyungsoo.

Miss Kim tertawa kecil,“Hoho! Tidak, tidak. Miss tidak akan membuat kalian mencatat kembali bahan ajar yang bertumpuk-tumpuk itu, tenang saja.. Miss akan memberikan tugas sederhana.”

“Menyanyi sederhana, Miss!” kali ini Baekhyun, si anak suara emas, yang menimpali perkataan Miss Kim.

“Hum, Baekkie sayang, ini bukan kelas seni, jadi Miss tidak memberikan kalian tugas menyanyi. Tapi Miss pikir ini akan menjadi tugas yang sangat menyenangkan dan penuh pembelajaran!” seru Miss Kim penuh semangat.

“Jadi apa tugas kita, Miss Kim?” tanya Kyungsoo.

“Kalian hanya perlu membuat sebuah presentasi dengan tema SEOUL..”

“Seoul?” Semua siswa mulai berbisik-bisik mendiskusikan apa saja yang mungkin mereka lakukan dengan presentasi tentang Seoul.

“Iya. Kalian bebas mempresentasikan Seoul dalam bidang apapun. Tapi dengan catatan, kalian tidak boleh mengambil data apapun dari internet! Kalian harus meneliti sendiri bidang apa yang akan kalian presentasikan!”

“Itu artinya kita akan mengunjungi tempat, bertanya-tanya, dan membuat rangkuman?” tanya Kyungsoo, lagi.

“Ah! Benar sekali, Kyungsoo!”

“Sampai kapan?”

“Miss akan memberikan waktu 2 bulan untuk kalian menyelesaikan ini, cukup lama bukan? Dan… Kalian juga harus membuat powerpoint dari presentasi kalian. Ah! Lebih bagus lagi jika kalian membawa alat peraga, seperti miniatur. Itu akan membuat presentasi kalian lebih hidup!”

Jongin mencebilkan bibirnya dan memandang ragu Miss Kim,“Miss, sendirian?”

“Oho, tentu tidak, Miss sudah menyiapkan daftar kelompok yang sudah saya buat. Satu kelompok terdiri dari dua orang. Baiklah, saya bacakan daftar kelompoknya..”

Semua siswa kembali berbisik-bisik lagi. Ada yang berdoa agar dia satu kelompok dengan teman karibnya. Ada juga yang berdoa agar dia bisa satu kelompok dengan sang kekasih.

“Do Kyungsoo dan Kim Jongin!” Miss Kim meneriakan kelompok pertama yang disusunnya.

Mendengar namanya dipasangkan dengan kekasihnya, Jongin berseru riang dan menghujaninya dengan pelukan erat,“Yahu! Baby, kita satu kelompok!”

“YA! Astaga Kim Jongin! Menyingkir!!!”

Miss Kim hanya menggeleng dan tertawa melihat keunikan pasangan kekasih satu itu, kemudian kembali mengumumkan kelompok kedua,“Kim Jaejoong dan… Jung Yunho!”

“MWO?!” Jaejoong terbelalak kaget.

Sementara Yunho membuat gerakan ‘meninju udara’ diiringi sorakan kemenangan,“YES!”

“Bencana apa lagi ini, Tuhan..”

Jaejoong langsung saja menyembunyikan wajahnya di kedua telapak tangannya dengan pasrah. Ini bencana, pikirnya. Satu kelas dengan si anak baru Gwangju, bersebelahan tempat duduk, dan kini berada dalam satu kelompok. Kenapa Tuhan sepertinya senang sekali melihatnya menggerutu, mengumpat, marah-marah karena terganggu oleh tingkah Yunho?

“Jae, kita satu kelompok! Astaga aku sudah tidak sabar lagi dengan proyek tugas kita!”

“Pergi saja ke neraka.”

Jaejoong akhirnya malas untuk meladeni kebahagiaan Yunho, yang menurutnya berlebihan, dan memilih untuk menelungkupkan wajahnya di meja.

* * * * * * * * * *

 

“Hyung..” panggil Changmin.

“Hm?”

“Kau baik-baik saja?”

“Kau ini kenapa?”

“Aku tanya kau baiik-baik saja atau tidak?”

“Memangnya kau tidak bisa lihat kalau aku ini baik-baik saja?”

“Mana aku tahu dengan hatimu kan, hyung..”

Changmin bertanya mengenai keadaan Jaejoong, hatinya juga sebenarnya. Karena beberapa hari ini Changmin melihat Jaejoong tidak segalak biasanya. Hyung satu ini lebih diam dan lebih suka melamun. Changmin jadi khawatir. Takut ada hal yang tidak diinginkan telah terjadi pada Jaejoong. Takut bahwa hal yang dahulu pernah membuat Jaejoong hampir depresi kini muncul kembali.

“Peduli apa tentang hatiku?”

Jaejoong tidak suka lagi-lagi Changmin tahu keadaannya yang bisa dibilang berbeda dari biasanya. Sedari dalu Changminlah yang selalu menemani Jaejoong dalam segala keadaan, jadi wajar saja jika Changmin dapat dengan mudah mengetahui setiap perubahan Jaejoong. Jaejoong pun biasanya tidak segan untuk menceritakan segala masalah pada Changmin. Karena Jaejoong hanya percaya dua orang di dunia ini, pada Ibunya dan pada Changmin.

“Kau tahu? Aku kadang selalu membayangkan jadi dirimu” Changmin bergumam, masih kedengaran Jaejoong sebenarnya, dan menopang kepalanya dengan tangan kanannya.

Jaejoong mendelik tajam kearah Changmin,“Bodoh. Mana mau kau jadi sepertiku, kau—“

“Putra Mahkota~!!”

“Astaga orang ini lagi.” Jaejoong memutar bola matanya malas.

“Oh, halo Yunho hyung. Ayo duduk dan makan!” Changmin mengangkat sebelah tangannya yang menganggur untuk menyapa Yunho.

Yunho mendudukkan tubuhnya di hadapan Jaejoong,“Oh ya, Jae.. Aku punya ide untuk tugas kita.”

“Tidak tertarik.”

“Eii, kita kan satu kelompok. Bagaimana kalau kita mempresentasikan tentang tempat wisata di Seoul? Otte?” Yunho menaik-turunkan alis matanya sebagai reaksi meyakinkan Jaejoong kalau idenya bagus untuk dicoba.

“Memangnya tugas apa, hyung?” Changmin yang sedari tadi hanya memandangi Yunho dan Jaejoong kini angkat bicara.

“Kami disuruh Miss Kim untuk membuat presentasi tentang Seoul, Changmin-ah..”

“Begitukah?”

Yunho mengangguk.“Hu’um. Jadi bagaimana, Jae? Ide bagus kan?”

“Terserahmulah.” Jaejoong mengibaskan tangan kanannya, malas menanggapi lagi.

“Jadi kita akan mulai minggu depan. Ok? Hari minggu bertemu di Namsan Tower pukul 10 pagi.”

“Hm.”

“Aigoo, kau ini kenapa sih tidak sekali saja bersikap baik pada Yunho hyung?” Changmin bertanya.

Jaejoong menatap Yunho dan Changmin bergantian, menghela nafas, kemudian berdiri dan berjalan meninggalkan Yunho dan Changmin yang melongo,“Kalian sama saja.”

* * * * * * * * * *

Ada satu tempat dilingkungan istana yang membuat Jaejoong betah berlama-lama di sana. Sebenarnya jika dilihat, seluruh sudut istana terlihat begitu asri dan tenang. Pohon-pohon ek mengelilingi bagai pagar kedua yang meneduhkan istana. Beberapa pohon maple juga terjajar rapi di beberapa bagian. Di halaman belakang istana terdapat sebuah danau buatan, tidak begitu besar, tapi danau itu di penuhi dengan bunga teratai yang cantik, disekelilingnya terdapat bangku-bangku yang muat untuk dua orang. Dan disinilah Jaejoong sekarang, duduk di bangku yang mengarah ke danau, bersama sang ibu, Ratu Luhan.

“Ibu..” panggil Jaejoong lirih.

“Jaejoong? Ada apa, Sayang?”

Jaejoong meyakini 1000% jika ibunya adalah wanita yang sangat cantik bagaikan dewi. Bahkan kadang ketika di sekolah, Jaejoong sering menatap foto ibunya dari telepon genggamnya. Ratu Luhan memang memiliki paras yang cantik luar biasa, selain itu tutur katanya baik, sikapnya lemah lembut, dan senyumannya begitu meneduhkan. Jaejoong benar-benar menyayangi ibunya. Dalam hatinya ia selalu bertekad untuk menjadi kebanggaan ibunya, menjadi kesayangan ibunya, dan menjadi ksatria pelindung bagi ibunya.

Jaejoong menggaruk kepalanya –yang tidak gatal sebenarnya-,“Boleh aku minta izin?”

“Kemana dan untuk apa? Hm? Tidak biasanya kau keluar..”

Ratu Luhan tersenyum lembut sembari mengusap pelan rambut Jaejoong.

“Ada tugas kelompok dari guru bahasa inggris di sekolah, kami disuruh untuk mempresentasikan tentang Seoul, bu. Aku minta izin untuk pergi mengunjungi beberapa tempat.”

“Tentu boleh, Sayang. Tapi ibu tidak memiliki kuasa apapun untuk memperbolehkanmu keluar dari lingkungan istana. Coba kau berbicara baik-baik pada Raja.”

“Shireo.. Aku pasti tidak diperbolehkan..” Jaejoong menggeleng pelan. Ia tahu meskipun ibunya akan memperbolehkannya untuk keluar istana, tetapi tetap sang Raja lah yang memiliki kuasa untuk mengizinkannya.

“Kau belum mencoba bagaimana bisa bilang tidak boleh?”

Jaejoong mengerang,“Tapi ibu tahu sendiri kan…”

“Cobalah dulu. Nanti sore Raja tidak ada kesibukan apapun mungkin, kau bisa temui dia di ruang kerjanya.”

“Ah, Ibu…”

“Maaf, Sayang..”

Jaejoong melihat mata ibunya yang meredup. Disaat seperti ini, dia akan melihat sosok ibunya yang rapuh dan tidak berdaya. Ketika ibunya meminta maaf, ketika itulah semua memori kenangan buruk yang selalu dipendamnya muncul kembali bagaikan cuplikan film.

“Ibu kenapa minta maaf?”

“Untuk semua yang telah terjadi.”

“Ibu jangan berkata begitu. Aku tidak suka Ibu mengungkit hal itu..”

Ratu Luhan meneteskan air matanya. Sungguh ia merasa menjadi ibu yang buruk untuk Jaejoong. Tetapi ia juga kadang malu, karena Jaejoong mampu bertahan dan tegar selama ini sementara dirinya teru-terusan rapuh dan gampang meneteskan air mata. Setiap hari Ratu Luhan selalu memanjatkan doa agar Jaejoong tetap berada disampingnya untuk menemaninya dan memeluknya disaat dia kembali hancur.

“Ibu, berjanjilah.” Jaejoong mengusapkan ibu jarinya untuk menghapus lelehan air mata yang menganaksungai di pipi ibunya.

“Untuk?”

“Untuk terus menyayangiku seumur hidup Ibu. Janji?”

“Janji.”

Dan mereka kembali menautkan jari kelingking membuat sebuah janji selamanya.

* * * * * * * * * *

 

Jaejoong sungguh membenci saat-saat seperti ini juga. Saat dimana dia ragu untuk meminta izin kepada ayahnya atau tidak. Karena dia tahu pasti ayahnya tidak akan mengizinkannya. Tapi ibunya menyuruh untuk mencoba dulu. Walaupun ragu dan sedikit gemetaran, tetapi Jaejoong menghela nafas panjang dan perlahan menggerakkan kepalan tangan kanannya untuk mengetuk pintu ruang kerja ayahnya.

“Siapa?”

“Ja-Jaejoong, Raja..”

Hening sesaat tanpa jawaban, tapi kemudian suara Raja terdengar,“Masuk.”

“Ada apa?”

Baru saja Jaejoong melangkahkan dua langkahnya memasuki ruangan ayahnya, dia sudah diberi pertanyaan, bonus tatapan tajam. Jaejoong semakin gugup dan memainkan lipatan celana kainnya dengan telunjuk dan ibu jarinya. Matanya menatap kedua mata sang ayah yang tajam. Kemudian dia menarik nafas panjang dna menghembuskannya.

“Begini. Aku ingin minta izin untuk pergi ke beberapa tempat hari minggu nanti..”

“Tidak bisa. Hari minggu akan ada pertemuan dengan para menteri, kau harus ikut.”

Tuh kan, dia pasti tidak diizinkan.

“Tapi, ini untuk tugas mid semester. Guru bahasa inggris di sekolah menyuruh kami untuk membuat presentasi.” Jaejoong memberi alasan.

“Tidak.” Raja Sehun menolak lagi dengan tegas.

“Aku tidak akan pulang malam—“

“Aku bilang tidak!”

Jaejoong diam dan suasana menjadi hening namun penuh dengan aura marah. Raja Sehun menatap kedalam mata Jaejoong dengan tatapan kesal, namun tiba-tiba hatinya mengerang sakit saat tahu anaknya menatapnya lain. Sehun sering melihat tatapan ini, tatapan terluka Jaejoong dan tatapan kecewanya. Meskipun begitu, entah kenapa sisi egois Sehun tetap dapat menguasai dirinya.

“Kenapa kau membenciku?” Jaejoong akhirnya bicara setelah hening beberapa menit. Suaranya terdengar bergetar tapi dia tetap menatap lurus mata ayahnya.

“Apa yang kau bicarakan?”

“Aku tahu aku dan ibu memang bersalah, tapi kenapa sampai sekarang kau belum memaafkan kami?” tanya Jaejoong lagi.

“Kalau sudah tidak ada kepentingan, silahkan keluar.” Sehun mengalihkan pandangan dan kembali duduk dikursinya menatap keluar jendela.

“Terserah. Tapi aku akan tetap pergi hari minggu. Maaf. Ayah..”

Jaejoong keluar dengan setengah hati, berjalan cepat ke pintu, membuka kemudian menutup dengan setengah membantingnya. Sementara itu Raja Sehun menutup matanya dengan sebelah tangannya menutupi dada kirinya, tempat dimana hatinya kini berdenyut lagi.

* * * * * * * * * *

To be continued…

 

Hellaw~~~ sampai jumpa dua minggu lagiiii!!!

 

 

3 thoughts on “You Might find (chapter 3) by: xiulian16

  1. wah,,,emang ada apa sih d masa lalu jae ama ratu?

    lucu ama yunho yang bawelnya kek emak-emak rempong.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s