You Might find (chapter 4) by: xiulian16


Title : You Might Find.. (chapter 4)

Author : parkririn1611

Main cast : Kim Jaejoong, Jung Yunho

Summary : “Bagaimana jika pertemuan kita ini salah satu rancangan rahasia Tuhan yang berhasil?”

* * * * * * * * * *

From author :

Hai, lagi. Maaf ya kalau kali ini chapternya pendek. Draft yang aku buat nggak tersimpan. Kecelakaan. Ah, aku malas membahasnya. Jadi aku minta maaf ya chapter ini nggak dapet feelnya sama sekali. Semingguan ini harus bolak-balik nemanin atasan rapat, dan ada beberapa orang yang bikin segala sesuatunya membuat mood aku tambah buruk. Malah jadi curhat. Hehehe

Sekali lagi maaf ya. Chapter berikutnya janji bakalan panjang deh. Yang penasaran dengan masalah apa yang sebenarnya terjadi antara Raja, Ratu dan Jaejoong akan mulai terungkap dichapter depan!

* * * * * * * * * *

Namsan Tower. Ikon ibukota Korea Selatan yang sangat terkenal dan selalu dipadati oleh pengunjung. Yunho berdiri depan pintu masuk cable car sambil menggosok-gosok kedua telapak tangannya, berusaha mengurangi dinginnya angin yang berhembus. Musim gugur kali ini sedikit lebih dingin daripada tahun lalu, orang-orang bahkan sudah mengenakan mantel yang cukup tebal jika pergi keluar rumah.

Tapi walaupun cuaca dingin, hati Yunho tetap hangat –membara lebih tepatnya-. Sejak bangun tidur tadi pagi, Yunho benar-benar bersemangat datang ke Namsan Tower dan menunggu kedatangan Jaejoong. Ya. Hari ini mereka akan mulai mengeksplorasi tempat-tempat wisata di Seoul. Sebenarnya jika mereka malas keluar, bisa saja mereka hanya mencari referensi di buku ataupun mengingat-ingat pengalaman mereka ketika pertama kali mengunjungi tempat-tempat wisata.

Yunho menolak. Ini kesempatan emas, pikirnya. Kapan lagi dia bisa dekat dengan putra mahkota. Oh Yunho bahkan tidak mau ambil pusing kata ‘dekat’ yang bagaimana dia maksudkan. Pokoknya dia senang sekali jika dapat melihat wajah Jaejoong, yah walaupun selalu disembur dengan kata-kata pedasnya.

“Jae!”

Yunho berseru kencang menyapa Jaejoong ketika melihatnya sudah berdiri di samping Yunho. Sejenak Yunho terpana melihat Jaejoong yang begitu manis hari ini. Celana panjang berwarna khaki yang dipadukan dengan kemeja bermotif kotak-kotak hitam-merah. Mantel coklat muda yang menutupi tubuh bagian atas sampai batas lutut Jaejoong. Belum lagi efek angin yang membuat rambut coklat almond Jaejoong bergerak-gerak. Yunho benar-benar terpesona.

Jaejoong berdecak sebal sambil mengusap telinganya yang berdenging,”Aku disampingmu, kau ini menyapa atau meneriaki anak hilang sebenarnya?”

“Hehehe, mian. Ayo, Jae kita naik cable car!”

Tanpa peringatan sebelumnya, Yunho sudah menggenggam jemari Jaejoong dan menariknya masuk ke dalam cable car yang kebetulan berada di hadapan mereka dan masih kosong. Yunho tidak peduli Jaejoong yang kini menatap tajam wajah dan jemarinya yang digenggam dengan bergantian, karena dia menyukai sensasi ini. Ketika tangan besarnya meraih jemari-jemari Jaejoong yang kurus dan dingin, Yunho seperti terserang aliran listrik yang membuat jantungnya bekerja tidak normal, berdegup dengan kencang tapi membuat sekujur tubuhnya hangat. Ah, Yunho kira dia akan mati terkena serangan jantung sekarang.

Jaejoong masih saja menatap Yunho tajam, tapi tidak berniat melepaskan tangannya dari genggaman Yunho. Dia cukup kedingingan dan entah kenapa tangan Yunho seperti mempunyai sihir yang mampu membuatnya hangat. Hati Jaejoong menolak keras perasaan yang tiba-tiba membuatnya hangat ini, tapi tidak dengan tubuhnya. Tubuhnya 100% menyukai hal ini.

“Uwaah! Lihat, Jae, pemandangan dari sini indah kan?”

Jaejoong hanya bisa memutar matanya malas. Ia tahu Yunho pasti akan heboh sendiri melihat pemandangan dari Namsan tower, ingat dia anak pindahan. Untung saja Jaejoong memakai maskernya sekarang, jadi orang-orang tidak begitu peduli dengan kehadirannya di sini.

“Astaga ini indah sekali! Harusnya kita pergi pada malam hari!”

“Kampungan berhentilah memekik seperti perempuan!”

Yunho mendengar desisan sebal Jaejoong hanya bisa meringis dan tertawa canggung,”Ehem, oke. Kalau begitu kita lihat-lihat yuk.”

Ini bisa dibilang tugas kelompok yang punya untung dan rugi sebenarnya. Keuntungannya bagi Jaejoong, dia bisa bebas keluar dari istana untuk refreshing. Karena sebagian waktunya yang sudah tersita dengan segala macam pembelajaran tentang kerajaan. Sialnya, dia harus satu kelompok dengan anak pindahan ini. Kalau menurut Yunho sih, ini semua jelas keuntungan baginya, 200% malah. 100% keuntungan karena bisa satu kelompok dengan Jaejoong dan 100% lagi karena dia bisa bertemu dan mengagumi paras Jaejoong di luar sekolah.

“Jae, kenapa banyak gembok di sini?” Yunho bertanya sambil mengedarkan pandangan ke seluruh pagar yang dipenuhi gembok berbagai macam dan warna.

“Kau ini yang begini tidak tahu? Di Busan ada televisi tidak sih?”

“Ada. Tapi kan aku tidak pernah menonton acara wisata..”

“Namanya love locks. Setiap pasangan yang kemari menulis harapan mereka dan memasang gemboknya di pagar.” Jawab Jaejoong sambil mendudukkan tubuhnya di sebuah kursi kayu berbentuk V.

“Ah~ begitu. Lalu poinnya?” Yunho ikut-ikutan duduk disebelah Jaejoong.

“Orang-orang ini percaya kalau cinta mereka akan langgeng.”

Tiba-tiba Yunho sudah duduk sangat menempel dengan tubuh Jaejoong dan dengan cepat menggenggam kedua tangan Jaejoong,”Hei, kita memasang gembok juga kalau begitu!”

“Apa?!”

Jaejoong benar-benar tidak habis pikir dengan si anak pindahan ini. Kepala dia ini pernah terbentu atau bagaimana sih sampai pikirannya tidak lurus begini, batin Jaejoong.

“Ayo, Jae!” Yunho mendesak Jaejoong dengan semakin merapatkan tubuhnya ke Jaejoong.

“Ya ya! Astaga jangan mendempetku seperti ini! Orang ini benar-benar!” Jaejoong berusaha menjauhkan tubuh Yunho dengan mendorongnya tapi sia-sia. Diam-diam Jaejoong mengutuk kursi aneh ini karena didesain dengan bentuk V di bagian tengahnya, sehinggan membuat siapapun pasangan yang duduk di sini akan terus menempel karena gravitasi.

“Ayo, kita tulis permintaan kita…” Yunho masih saja merengek.

“Terserahmu sajalah!”

“Yippi! Tunggu di sini sebentar biar ku belikan gembok!”

Jaejoong hanya mampu terduduk lemas di kursi. Sepertinya lebih menyenangkan duduk di perpustakaan istana dan membaca buku-buku tata krama daripada mengikuti maunya Yunho. Jaejoong bangkit dari kursinya dan berjalan pelan sembari jemari tangannya menyusuri setiap gembok yang terpasang di pagar. Ia tiba-tiba teringat cerita ibunya.

Dulu ketika ayah dan ibunya mulai menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih, mereka pernah satu kali menghabiskan sepanjang hari di Namsan tower. Jaejoong ingat betapa bahagia ibunya menceritakan ini, bercerita tentang masa kecil masing-masing sambil membeli jajanan, berjalan menyusuri setiap pagar yang mulai dipenuhi gembok-gembok cinta, tertawa membaca kalimat-kalimat yang tertulis di setiap gembok, dan akhirnya ikut memasang sebuah gembok berwarna biru dan menulis pesan mereka di setiap sisi gembok.

‘Separuh jiwaku ada bersama Kim Sehun’ itu kalimat yang ditulis ibunya. ‘Selamanya Xi Luhan adalah bagian dari tulang rusukku’ kalimat yang ditulis oleh ayahnya. Gerakan Jaejoong terhenti ketika menatap gembok biru berukuran sedang yang sedang ia baca tulisannya. Sedikit kusam warnanya, tapi ia masih bisa mengenali dua tulisan tangan yang berbeda. Gembok cinta ayah dan ibunya. Bibir Jaejoong bergetar dan matanya mulai memanas, sebelum ia mulai lagi mengingat kenangan buruk itu, sebuah tangan yang hangat merangkul bahunya.

“Jae, kupikir tadi kau pergi meninggalkanku! Ini, aku membeli satu gembok, ayo kita tulis harapan kita!”

Yunho tersenyum sambil menyodorkan sebuah spidol permanen ke tangan Jaejoong. Yunho sebenarnya bertanya-tanya entah firasatnya atau memang raut wajah Jaejoong berubah sendu waktu dia mendapatinya sedang menatap sebuah gembok biru yang kusam.

“Tidak. Kau duluan, setelah itu aku..” Jaejoong balik menyodorkan spidol tadi berpindah ke tangan Yunho.

Yunho mengangkat bahunya sekilas,”Baiklah..”

Entah apa yang ditulis Yunho karena beberapa detik kemudian dia sudah menyuruh Jaejoong untuk menulis disisi lain gembok.

“Bisakah kau turun melewati tangga disebelah sana dan menungguku di kedai sosis?”

Yunho awalnya bingung kenapa Jaejoong menyuruhnya pergi duluan, tapi Yunho berpikir mungkin saja Jaejoong ingin waktunya sendiri. Jadi dia menganggukan kepalanya dan mulai berjalan menjauh dari Jaejoong yang kini menatap sendu gembok di tangannya.

Setitik air lolos dari mata Jaejoong sebelah kiri. Airmata yang sempat ditahannya tadi kini meluncur dengan ringannya. Sejenak Jaejoong terdiam kemudian tangannya bergetar untuk membalik dan melihat tulisan apa yang Yunho ukir digembok itu.

“Hiks..”

Kali ini bukan hanya airmata, tapi isakan lirih pun mulai terdengar dari bibir cherry Jaejoong. Kalimat ini.. Jaejoong tidak habis pikir bagaimana bisa Yunho dengan terang-terangan menulisnya?

‘Jaejoong, apakah salah satu tulang rusukku kau yang simpan?’

Cukup lama Jaejoong memandangi gembok ditangannya sebelum ia mulai menuliskan kalimat yang sengaja dia tulis besar-besar, seperti harapannya yang entah kapan mulai tumbuh semakin besar. Harapan yang membuat seorang putra mahkota Jaejoong mulai berani berpikir untuk menggantungkan seluruh hidupnya pada orang lain.

‘Ya, aku adalah bagian dari tulang rusukmu.’

* * * * *

Nah loh kenapa jadi begini ya ceritanya *ketawa gaje*

Ketemu dua minggu lagi yah!

4 thoughts on “You Might find (chapter 4) by: xiulian16

  1. Horee…akhirnya update jg
    V tetep penasaran ni,ada mslh apa antara raja, ratu n jaejong?

    Ditunggu lanjutannya ya eonn

  2. Nah loh author kenapa pendek?
    Lumayan ding yang penting update
    lah putra mahkota sejak kapan emang suka sama yunho?
    Atau cuma karena terharu aja makanya dia nulis gitu,atau emang udah ada rasa?

  3. Yeeeyy…..semoga kecerewetan yunho bisa menjadi pelipur lara jae….
    Terus kejar jae, biar jae makin luluh

    Yg aq penasaran ada apakauah gerangan antRa Ratu dan Raja?
    Cepetan updaTe ya Thor…authorq yg kece

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s