FF YunJae/Beating Heart/YAOI/Part2B


Title : Beating Heart

Genre : Romance

Rate : PG 13

Pairing : YunJae

Cast : TVXQ

Author: Yunhaneul aka YR

Soundtrack : Beating Heart – Ellie Goulding

Warning: This fanfiction will recall your love story memories, the feeling of loving and to be loved by someone. Fasten your seat belt because i can’t help to control your beating heart. Enjoy~

———————————————————————————————————————————————————————-

JAEJOONG’S POV

Aku berjalan keluar dari barak Yunho menuju di mana teman-temanku beristirahat.

Semua teman- temanku memandangiku dengan wajah penasaran. Kemudian Junsu datang menghampiriku.

“Jae, apa yang terjadi di dalam? Apa komandan menghukummu?” Tanya Junsu penasaran

“Ani, dia hanya menanyakan alasanku mengapa hari ini aku menjadi pengacau di dalam latihan.” Jelas Jae

“Hanya itu saja?” Tiba-tiba Changmin menyela pembicaraan kami. Sepertinya ia juga tidak bisa menahan rasa penasarannya.

Aku hanya mengangguk.

Tiba-tiba Yunho keluar dari baraknya dan langsung berdiri di hadapan kami semua.

“Istirahat cukup! Sekarang kita mulai latihan partahanan, yaitu latihan bela diri dengan tangan kosong. Latihan bela diri dengan tangan kosong ini dikenal dengan nama Systema. Systema adalah latihan bela diri dari Rusia. Systema hanya berfokus pada pengendalian  enam ruas tubuh (siku, leher, lutut, pinggang, sendi dan bahu) melalui penerapan titik tekanan, pemukulan dan terapan senjata.” Terang Yunho sambil memperagakan enam ruas tubuh yang menjadi focus inti bela diri Systema.

“Sekarang kalian berdiri berpasangan dan kalian bisa bergantian menjadi attacker atau defender!” Perintah Yunho.

Semua prajurit berdiri dan mulai berpasangan. Aku sudah pasti berpasangan dengan Junsu, dan kami mulai berdiskusi siapa yang menjadi attacker dan defender.

Namun tiba-tiba Junsu lari ke balik pohon.

“Kim Junsu, sedang apa kau di sana?!” Teriak Yunho

“Maaf komandan, sepertinya saya tidak bisa melanjutkan latihan ini.” Kata Junsu coba menjelaskan keadaannya sambil mengelap bibirnya.

“Sepertinya Junsu muntah. Memang dari istirahat makan siang ia terlihat begitu pucat.” Pikirku

“Kim Junsu, Kau boleh kembali ke barak dan beristirahat, yang lainnya lanjutkan latihan.” Perintah Yunho

Ia mulai mendemonstrasikan cara untuk menyerang dan berthan.

Namun aku terus memandangi Junsu sampai masuk ke barak untuk memastikan ia tidak apa-apa. Tanpa kusadari Yunho sudah berdiri di hadapanku.

“Kau berpasangan denganku Kim Jaejoong.” Perintah Yunho

Mataku terbelalak menyadari situasi yang menyebabkan aku dan Yunho kembali terjebak berdua. Situasi dimana aku tidak memperhatikan apa yang ia perintahkan dan ia akan dengan senang hati untuk mengerjaiku, atau lebih tepatnya mengujiku.

“Kau terlihat sangat kaget Kim Jaejong.” Kata Yunho sambil sedikit menyunggingkan senyumnya.

“Andwae~ jangan terjadi lagi.” Kataku dalam hati sambil menundukkan kepalaku sambil mencoba mengontrol perasaanku

“Baiklah, kau jadi defender. Sekarang pasang kuda-kuda.”Perintah Yunho

“Aku tidak mau, aku mau jadi attacker terlebih dahulu.” Kataku coba mengelak karena aku tidak tau kuda-kuda apa yang harus aku lakukan ketika menjadi defender.

Yunho hanya menaikan satu alisnya tanda ia meragukan kemampuanku.

“Kau yakin?” Tanyanya kembali

Aku hanya mengangguk.

“Baiklah, serang aku!” Perintah Yunho

Aku melayangkan pukulanku kea rah wajahnya.

Tiba-tiba Yunho menunduk dan melingkarkan tangannya ke bahuku kemudian mengunci tanganku dari belakang.

Kini posisinya tepat berada di belakangku sambil terus mengeratkan kuncian tangannya. Tanpa ku sadari tubuh kami semakin menempel erat. Aku bisa mendengar nafasnya di telingaku.

“Ini yang kau sebut memukul, Kim jaejoong?” Bisik Yunho

Aku terus berusaha melepaskan kuncian tangannya namun usahaku sia-sia. Kini aku hanya diam dan aku merasakan tubuhnya yg menempel pada tubuhku.

“Ini terlihat bukan seperti ia sedang mengunci pergerakanku namun seperti… memelukku dari belakang!” Tiba-tiba hal itu muncul di benakku dan kembali membuat jantungku berdegup cepat

“Oh jangan lagi, Kim Jaejoong.” Kataku dalam hati sambil menunduk pasrah.

“Le..Lepaskan aku, Komandan.” Pintaku pada Yunho

“Segitu saja kekuatanmu?” Tanya Yunho sambil melepaskan kuncian tanganku.

“Lain kali kau harus memperhitungkan lawanmu, sebelum belajar menyerang kau harus belajar untuk bertahan.” Kata Yunho sambil mengangkat kedua tanganku dan memposisikan tanganku membentuk tanda sama dengan (=).

“Siku dan tanganmu harus kuat, seperti ini.” Katanya sambil memeragakan kuda-kuda pertahanan yang membentuk tanda sama dengan.

Terlihat tangannya yang begitu keras dan berotot.

“Inti dari kekuatanmu adalah disini.” Ia kembali membenarkan kuda-kudaku sambil menyentuh siku dan lenganku.

“Kaki kirimu di depan dan kaki kananmu di belakang, kakimu juga harus kuat.” Katanya sambil membenarkan posisi kakiku

“Jika aku memukulmu ke arah atas, kau harus menangkisnya dengan kuda-kudamu itu.”

Ia terus memberikan pelatihan pertahanan padaku sambil sekali-sekali memberikan contoh. Aku terus memperhatikannya. Bagaimana cara ia memberikan pelatihan padaku sangat berbeda ketika ia memberikan pelatihan pada teman-temanku. Ia begitu lembut dan ramah.

“Jae, aku akan memantau teman-temanmu dulu.” Kata Yunho sambil meninggalkanku

Aku hanya menanggapinya dengan senyuman. Aku tak tau sejak kapan kita mulai berkomunikasi tidak formal seperti ini.

————————————————————————————————————————————————————————

Pukul 05.00 pm

Akhirnya latihan selesai juga, kami semua kembali ke barak untuk beristirahat sampai waktu makan malam tiba.

Aku dan Changmin langsung masuk ke barak dan menemui Junsu.

“Junsu~ah, aku sangat khawatir padamu. Bagaimana keadaanmu?” Tanyaku

“Gwaenchana Jae~ah, aku memang sudah tidak enak badan sejak makan siang tadi.”

Junsu terlihat jauh lebih baik setelah beristirahat tadi.

“Hyung tau tidak, ada gossip baru.” Kata Changmin bersemangat

“Apa itu,Min?” Tanya Junsu penasaran.

“Sepertinya ada yang senang dibalik sakitnya Hyung.” Kata Changmin sambil meirik ke arahku.

“Tau tidak Hyung, tadi Jae hyung berpasangan dengan Komandan. Mereka berdua terlihat sangat dekat dan kulihat wajah Jae hyung memerah sepanjang latihan.”

Junsu mulai menampakan senyum lebarnya.

“Ani~ Ani tidak seperti itu, Su.” Kataku panik sambil memukul kepala Changmin.

Changmin hanya mengusap-usap kepalanya yang kesakitan.

“Pantas saja kau tidak mendapatkan hukuman dari Komandan.” Kata Junsu sambil memasang wajah jahilnya.

“Aish sudahlah Su jangan begitu, aku tidak enak dengan yang lain, nanti dipikirnya aku dan Yunho punya hubungan special.”

“Yunho? Maksudmu Komandan? Bahkan kalian sudah saling memanggil nama.” Kata Junsu yang terus menggodaku.

“Sudah ah, aku mau tidur saja.” Kataku sambil meninggalkan Junsu dan Changmin.

————————————————————————————————————————————————————————-

Pukul 08.00 pm

Semua prajurit tingkat satu dan prajurit R.T.O.C kembali berkumpul di hall untuk makan malam bersama.

Aku, Junsu, Changmin dan ketujuh teman kami dari barak duduk bersama satu meja. Semua prajurit tingkat satu sudah siap untuk makan malam.

Dari pintu hall terlihat Yunho dan teman-teman R.T.O.C memasuki hall dan mulai menempati meja yang tersisa tepat di sebrang mejaku.

Aku terus memperhatikannya dan tanpa disengaja mata kami akhirnya bertemu. Ia tersenyum padaku dan aku balas senyumannya. Kemudian ia kembali mengobrol dengan teman-temannya.

Senyumannya begitu teduh, entah mengapa aku tidak bisa memalingkan pandanganku.

”Oh Tuhan, mengapa jantungku berdegup kencang?” batinku

Sepanjang makan malam aku hanya berkonsentrasi pada Yunho. Aku bahkan tidak mendengarkan apa yang dibicarakan Junsu, Changmin, dan teman-temanku sepanjang makan malam.

 

Akhirnya makan malam selesai juga dan kami semua kembali ke barak kami.

Kulihat Changmin sudah tertidur pulas padahal baru hitungan detik ia membaringkan tubuhnya. Junsupun sudah memejamkan matanya bersiap menuju alam mimpi.

Aku yang terbaring di velbed hanya mengerjab-erjabkan mataku berusaha untuk tidur. Entah mengapa pikiranku terus melayang ke kejadian tadi siang. Bagaimana Yunho memelukku dari belakang, bisikannya yang membuat hatiku berdegup kencang, kelembutannya ketika mengajarkan ku.

Ku putuskan untuk bangun dari velbed dan keluar barak. Kulihat lampu tidur Yunho masih menyala.

Aku tidak tau mengapa langkah kakiku terbawa menuju kea rah barak Yunho. Keberanian apa yang merasuki aku untuk menuju kesana?

Kubuka tenda barak Yunho dan memastikan dia masih terbangun.

“Jae? Ada apa malam-malam begini?” Tanya Yunho sedikit kaget melihat kedatangannku.

“Ani, aku hanya tidak isa tidur Yunho.”

“Masuklah.” Kata Yunho

Aku memasuki tenda kemudian duduk di kursi lipat di sebelah Yunho. Kini kami duduk bersebelahan hanya di pisahkan dengan sebuah meja kecil.

“Kau sedang apa, Yun?”

“Aku sedang baca buku tentang kepemimpinan.” Kata Yunho sambil menunjukan bukunya padaku.

“The Art of Command” begitulah judul buku yang di baca Yunho.

“Sepertinya kau memang berambisi untuk menjadi pemimpin.” Kataku coba membaca situasi yang ada di hadapanku.

“Hahahaha kau bisa saja Jae, tapi memang aku bercita-cita untuk menjadi jendral sejak kecil. Mimpiku adalah memipin pasukan militer Korea Selatan dan menjaga tanah airku dari segala serangan yang datang.” Jelas Yunho dengan mata sedikit berbinar-binar.

“Mengapa kau memilih menjadi anggota R.T.O.C? Kenapa kau tidak masuk Sekolah militer saja sejak awal?” Tanyaku penasaran.

“Hemm.. mauku juga begitu Jae, namun aku tidak lulus seleksi masuk ke sekolah militer karena pada waktu itu aku bersaing dengan salah satu anak Jendral yang juga ingin masuk ke akademi militer. Makanya aku mencoba masuk militer melalui kegiatan militer di universitasku. Walaupun masa pendidikannya lebih lama dibanding lulusan akademi militer.” Jelasnya panjang lebar.

“Dan kau sendiri Jae, pekerjaanmu apa? Mengapa kau mau megikuti wamill di usiamu yang masih muda?” Tanya Yunho.

“Ah~ itu.. Aku hanya pengantar sayur, kedua orang tuaku sudah meninggal. Aku sempat frustasi karna aku tidak tau apa yang harus aku lakukan untuk melanjutkan kehidupanku. Hidupku monoton sejak kepergian kedua orang tuaku. Aku hidup sendiri dan itu membuatku gila. Aku pikir jika aku masuk wamil, aku bisa bertemu dengan orang-orang baru, mempunyai pengalaman baru, dan kehidupan baru.”

“Maafkan aku Jae, aku tidak bermaksud membuatmu sedih lagi.” Kata Yunho sambil menggenggam tanganku.

Aku hanya menatap wajahnya yang kali ini terlihat begitu sendu, mungkin karna ia mendengar ceritaku. Hatiku sedikit tenang karna sikapnya. Telapak tangan Yunho begitu hangat dan lembut. Aku tidak menyangka seorang prajurit punya tangan selembut ini.

Aku hanya tersenyum lirih kepadanya. Namun tiba-tiba jari-jari lembut Yunho menyentuh pipiku. Tanpa kusadari mataku dan matanya bertemu. Kedua mata Yunho yang sedikit sipit seakan menghipnotisku. Membawanya ke pikiran terdalam Yunho. Aku bisa merasakan ketulusan hati Yunho. Namun aku merasakan hal yang aneh.

“Sepertinya ada yang salah dari situasi ini.” Pikirku sambil mengerjab-erjabkan mataku

“Hoaaaaaaaaaaaaamm… Aku kok ngantuk sekali ya?!” Kataku sambil membuka mulutku lebar-lebar seakan aku sedang menguap dan melempar tangan Yunho yang sedari tadi menyentuh pipiku.

Dia terlihat sedikit kaget dan tersenyum kecil. Mungkin ia menganggapku orang aneh.

“Aku tidur dulu Komandan, besok harus bangun pagi.” Kataku seraya berjalan keluar tenda.

———————————————————-tbc—————————————————————————————————

Author’s notes: Gimana? Masih kurang dugeun-dugeun nya? Apa masih ada yang nunggu kelanjutan FF ini? Coba di kasih comment dulu ya. Kritik dan saran untuk next chap sangat berguna untuk Author dan pengembangan FF ini. Semoga aja chapter 3 makin greget dan adegan NC bisa terealisasikan ahahaha~ Your comment is like oxygen. Gomawo yang udah mau baca FF Author.

3 thoughts on “FF YunJae/Beating Heart/YAOI/Part2B

  1. Aduuuh.. si komandan udah terpesona aja ama si jae.. berdoa moga yunjae-nya cepet jadi ya thor…

    Next chap ditunggu🙂

  2. Bener2 deh si jae orang lg latihan beladiri sempet2 nya aja terpesona sma si yunho…moga2 yunjae bsa cpt jadian yaaa :p
    next chap jgn lama2 ya thor…
    fighting author…^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s